{"id":16801,"date":"2021-02-19T10:16:19","date_gmt":"2021-02-19T03:16:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=16801"},"modified":"2021-02-19T10:16:19","modified_gmt":"2021-02-19T03:16:19","slug":"aminullah-launching-budidaya-udang-vaname-perdana-di-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/19\/aminullah-launching-budidaya-udang-vaname-perdana-di-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Aminullah Launching Budidaya Udang Vaname Perdana di Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman me-launching budidaya udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan sistem bioflok di Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kamis, 18 Februari 2021.<\/p>\n<p>Budidaya udang Vaname perdana di Banda Aceh dengan menggunakan terpal plastik sebagai wadah pemeliharaan dan pakan organik itu, ditandai dengan pelepasan benur (bibit udang) secara simbolis oleh Wali Kota Aminullah.<\/p>\n<p>Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Faisal, Kepala DPPKP Banda Aceh Zulkifli Syahbuddin, Imuem Mukim Meuraxa Syamsul Bahri, Camat Meuraxa Ardiansyah, Kabag Administrasi Perekonomian M Ridha dan sejumlah pejabat lainnya.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Aminullah mengapresiasi warga Cot Lamkuweuh yang telah memulai modernisasi budidaya udang Vaname dengan sistem bioflok. \u201cDengan penggunaan teknologi, udang yang sejatinya berhabitat di air laut ini bisa kita pelihara di darat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Metode budidaya udang tersebut, kata wali kota, sangat efektif diterapkan di Banda Aceh yang memiliki lahan terbatas.<\/p>\n<p>\u201cProspeknya pun menjanjikan, dan insya Allah inovasi ini akan dapat membuka lapangan kerja baru di Banda Aceh sehingga bermanfaat bagi seluruh masyarakat.\u201d<\/p>\n<p>Selain udang Vaname, Pemko Banda Aceh juga tengah mengembangkan budidaya ikan, kerang hijau, dan tiram di kawasan pesisir.<\/p>\n<p>\u201cBudidaya perikanan terus kita galakkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan warga dan perekonomian kota,\u201d sebut Aminullah.<\/p>\n<p>Ia pun menitip pesan agar budidaya udang Vaname di Cot Lamkuweuh dapat dikelola dengan baik sehingga menghasilkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau di sini berhasil, ke depan akan kita kembangkan seluas-luasnya di Banda Aceh. Saya akan mendukung penuh untuk diterapkan di gampong-gampong lain,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p>Amatan di lokasi budidaya, terdapat empat kolam berdiameter sekitar 2,5 meter yang masing-masing berisi 6.500 bibit udang Vaname.<\/p>\n<p>\u201cSetelah 3,5 sampai empat bulan, ini bisa langsung dipanen. Per kilogramnya bisa mencapai 35-50 ekor udang dengan harga jual sekira Rp 70 ribu,\u201d kata salah seorang pekerja di sana. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16801?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman me-launching budidaya udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan sistem bioflok di Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kamis, 18 Februari 2021. Budidaya udang Vaname perdana di Banda Aceh dengan menggunakan terpal plastik sebagai wadah pemeliharaan dan pakan organik itu, ditandai dengan pelepasan benur (bibit udang) secara simbolis oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16802,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-16801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210219-WA0012.jpg?fit=768%2C552&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=16801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/16802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=16801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=16801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=16801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}