{"id":168081,"date":"2026-06-23T00:31:18","date_gmt":"2026-06-22T17:31:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=168081"},"modified":"2026-06-23T00:33:57","modified_gmt":"2026-06-22T17:33:57","slug":"ibu-hamil-asal-aceh-dibunuh-secara-tragis-di-malaysia-perut-dipijak-hingga-lahir-prematur-dan-meninggal-bersama-bayinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/06\/23\/ibu-hamil-asal-aceh-dibunuh-secara-tragis-di-malaysia-perut-dipijak-hingga-lahir-prematur-dan-meninggal-bersama-bayinya\/","title":{"rendered":"Ibu Hamil Asal Aceh Dibunuh Secara Tragis di Malaysia, Perut Dipijak hingga Meninggal Bersama Bayinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Nasib tragis menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22).<\/p>\n<p>Perempuan muda asal Gampong Alur Manis itu ditemukan meninggal dunia di Selangor, Malaysia, bersama bayi yang baru dilahirkannya. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan sadis dan biadab.<\/p>\n<p>Kasus memilukan tersebut terungkap setelah Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur menyampaikan informasi kepada Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia terkait pencarian ahli waris korban berdasarkan hasil identifikasi bersama Pusident Bareskrim Polri.<\/p>\n<p>Informasi itu kemudian diteruskan kepada anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma.<\/p>\n<p>Mendapat laporan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk mencari keberadaan keluarga korban sekaligus memastikan proses penanganan jenazah berjalan dengan baik.<\/p>\n<p>&#8220;Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia,&#8221; kata Haji Uma, Senin (22\/6\/2026).<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penyelidikan awal aparat Malaysia, motif pembunuhan diduga dipicu persoalan utang piutang. Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) disebut telah mengantongi sejumlah bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana tersebut.<\/p>\n<p><strong>Disiksa Saat Hamil, Perut Dipijak<\/strong><\/p>\n<p>Fakta yang terungkap dalam kasus ini semakin mengundang keprihatinan. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim GAB Malaysia dan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian setempat, peristiwa tragis itu diduga bermula pada 25 Maret 2026 di Klang, Selangor.<\/p>\n<p>Saat itu, Putri yang tengah hamil diduga mengalami penyiksaan berat hingga menyebabkan dirinya melahirkan secara prematur.<\/p>\n<p>&#8220;Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya,&#8221; ungkap Haji Uma.<\/p>\n<p>Setelah bayi lahir, dugaan kekerasan tidak berhenti. Bayi tersebut disebut kembali mengalami perlakuan kasar secara berulang hingga akhirnya meninggal dunia.<\/p>\n<p>Warga yang menemukan bayi itu kemudian membawanya ke rumah sakit di Klang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.<\/p>\n<p>Sementara Putri diduga dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Sepang dan kembali mengalami penyiksaan hingga meninggal dunia. Jenazah korban kemudian ditangani pihak berwenang Malaysia untuk keperluan penyelidikan.<\/p>\n<p>Perkembangan terbaru, seorang perempuan warga Malaysia bernama Chin Siau Lan (44) telah didakwa di Mahkamah Majistret Sepang atas tuduhan membunuh Putri Hensy Aprilda.<\/p>\n<p>Perbuatan tersebut diduga terjadi di sebuah unit Kondominium The Olive, Bandar Sunsuria, Sepang, pada 3 Juni 2026.<\/p>\n<p>Haji Uma menegaskan pihaknya mengecam keras tindakan pelaku dan berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan hingga memberikan keadilan bagi korban.<\/p>\n<p>&#8220;Ini tindakan yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan kasus ini diusut tuntas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Saat ini, Haji Uma terus berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur, Tim GAB Malaysia, dan berbagai pihak terkait untuk mengawal proses hukum sekaligus membantu pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Biaya pemulangan jenazah diperkirakan mencapai Rp36 juta. Upaya penggalangan dana pun dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan masyarakat Aceh di Malaysia.<\/p>\n<p>Diketahui, Putri Hensy Aprilda merupakan seorang yatim piatu yang selama ini tinggal bersama neneknya dalam kondisi ekonomi sederhana. Selama tiga tahun terakhir, ia bekerja di Malaysia untuk membantu perekonomian keluarga.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168081?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Nasib tragis menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22). Perempuan muda asal Gampong Alur Manis itu ditemukan meninggal dunia di Selangor, Malaysia, bersama bayi yang baru dilahirkannya. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan sadis dan biadab. Kasus memilukan tersebut terungkap setelah Atase Kepolisian KBRI Kuala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":168082,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[61444,698,61446,61447,61445,3146],"class_list":["post-168081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-anggota-dpd-ri","tag-haji-uma","tag-ibu-hamil-dibunuh-dan-meninggal-dunia-bersama-bayinya","tag-perut-dipijak","tag-pmi-asal-aceh-disiksa-di-malaysia","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/06\/20260622-img-20260622-wa0170.jpg?fit=2250%2C1455&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=168081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/168082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=168081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=168081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=168081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}