{"id":168680,"date":"2026-07-02T09:31:42","date_gmt":"2026-07-02T02:31:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=168680"},"modified":"2026-07-02T09:31:42","modified_gmt":"2026-07-02T02:31:42","slug":"lambat-tangani-jalan-enang-enang-pimpinan-dpra-desak-menteri-pu-copot-kepala-bpjn-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/02\/lambat-tangani-jalan-enang-enang-pimpinan-dpra-desak-menteri-pu-copot-kepala-bpjn-aceh\/","title":{"rendered":"Lambat Tangani Jalan Enang-Enang, Pimpinan DPRA Desak Menteri PU Copot Kepala BPJN Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Lambannya penanganan kerusakan Jalan Nasional Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah oleh negara, memicu desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).<\/p>\n<p>Wakil Ketua DPRA Salihin SH meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) segera mengevaluasi sekaligus mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini.<\/p>\n<p>Desakan tersebut muncul setelah kondisi jalan nasional yang rusak akibat banjir bandang dan longsor berlarut-larut tanpa penanganan permanen. Kerusakan itu tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengganggu jalur logistik utama yang menghubungkan wilayah pesisir Aceh dengan kawasan dataran tinggi Gayo.<\/p>\n<p>Menurut Salihin, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons BPJN Aceh dalam menghadapi keadaan darurat infrastruktur.<\/p>\n<p>&#8220;Kami meminta Menteri PU mengambil tindakan tegas dengan mencopot Plt Kepala BPJN Aceh. Persoalan Jalan Enang-Enang bukan masalah baru. Ini sudah berlangsung lama dan membutuhkan pemimpin yang cepat, tanggap, serta mampu mengambil keputusan. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban akibat lambannya birokrasi,&#8221; kata Salihin, Rabu (1\/7\/2026).<\/p>\n<p>Politisi PKB yang mewakili Daerah Pemilihan Aceh Tengah dan Bener Meriah itu mengatakan, Jalan Enang-Enang merupakan jalur strategis bagi distribusi hasil pertanian, terutama kopi Gayo yang menjadi salah satu komoditas unggulan nasional. Kerusakan yang berkepanjangan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan biaya distribusi barang.<\/p>\n<p>Selain badan jalan yang mengalami ambles di sejumlah titik, kawasan tersebut juga rawan longsor, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan.<\/p>\n<p>Minimnya pengaman jalan dinilai semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.<\/p>\n<p>Salihin mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi darurat tersebut kepada Kementerian PU, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret yang mampu menyelesaikan persoalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi ini kepada kementerian. Namun responsnya sangat lambat. Karena itu, sudah sepatutnya Menteri PU menunjuk pejabat yang lebih mampu menangani kondisi darurat seperti ini,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>DPRA juga menyoroti realisasi anggaran pemeliharaan jalan nasional di Aceh yang dinilai belum menyentuh kebutuhan paling mendesak.<\/p>\n<p>Sebagai lembaga pengawas, DPRA mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat apabila kerusakan pada jalur vital masih dibiarkan berlarut-larut.<\/p>\n<p>Kekecewaan semakin memuncak setelah masyarakat setempat terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya melalui penggalangan dana.<\/p>\n<p>Bagi Salihin, aksi gotong royong warga menjadi bukti nyata bahwa negara dinilai belum hadir secara maksimal dalam menjamin infrastruktur publik.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung polemik ketika BPJN Aceh sempat menghentikan aktivitas perbaikan mandiri yang dilakukan warga. Meski pihak balai kemudian menyampaikan permintaan maaf, menurutnya peristiwa tersebut menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau masyarakat sampai harus patungan memperbaiki jalan nasional, itu adalah rapor merah bagi BPJN Aceh. Seharusnya negara hadir lebih dulu, bukan masyarakat yang dipaksa menanggung beban sendiri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diterbitkan, BPJN Wilayah Aceh maupun Kementerian Pekerjaan Umum belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan pencopotan Plt Kepala BPJN Aceh tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, masyarakat masih harus melintasi ruas Jalan Enang-Enang yang dibangun dengan swadaya masyarakat dengan penuh kewaspadaan, terutama saat hujan turun karena ancaman longsor dan amblesnya badan jalan masih menghantui para pengguna jalur nasional yang menjadi urat nadi transportasi menuju kawasan dataran tinggi Gayo.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168680?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013 Lambannya penanganan kerusakan Jalan Nasional Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah oleh negara, memicu desakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Wakil Ketua DPRA Salihin SH meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) segera mengevaluasi sekaligus mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini. Desakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400004,"featured_media":168681,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[13808,61478,61826,61827,61825,61828],"class_list":["post-168680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-bpjn-aceh","tag-jalan-enang-enang","tag-kabupaten-bener-meriah","tag-pimpinan-dpra","tag-rusak-akibat-banjir-bandang-dan-longsor","tag-salihin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/Screenshot_20260702_092609_TikTok.jpg?fit=1080%2C978&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400004"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=168680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/168681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=168680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=168680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=168680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}