{"id":168739,"date":"2026-07-03T16:20:46","date_gmt":"2026-07-03T09:20:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=168739"},"modified":"2026-07-03T16:20:46","modified_gmt":"2026-07-03T09:20:46","slug":"rasa-malu-berbuat-dosa-salah-satu-nikmat-dari-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/03\/rasa-malu-berbuat-dosa-salah-satu-nikmat-dari-allah\/","title":{"rendered":"Rasa Malu Berbuat Dosa Salah Satu Nikmat dari Allah"},"content":{"rendered":"<p>\u25cf <strong>Prof Ilham Maulana: Rawat dengan Ilmu, Ibadah dan Taubat<\/strong><\/p>\n<p><strong>Aceh Besar, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Rasa malu ketika melakukan perbuatan dosa merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Selama hati masih merasa gelisah dan malu saat berbuat salah, itu menjadi pertanda bahwa iman dan fitrah manusia masih hidup.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr rer. nat Ilham Maulana SSi saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Hidayah, Dusun Meusara Agung, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jum\u2019at (3\/7\/2026), bertepatan 18 Muharram 1448 Hijriah.<\/p>\n<p>Dalam khutbahnya, Prof Ilham mengajak umat Islam untuk menjaga dan merawat rasa malu dengan memperbanyak ilmu, meningkatkan ibadah, serta senantiasa bertaubat kepada Allah SWT.<\/p>\n<p>&#8220;Selama hati manusia masih merasa malu ketika berbuat dosa, jangan menganggap itu sebagai kelemahan. Justru itulah salah satu nikmat terbesar dari Allah. Sebab rasa malu adalah alarm yang mengingatkan bahwa hati masih hidup,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, selama rasa malu kepada Allah masih ada, pintu untuk kembali ke jalan yang benar akan selalu terbuka.<br \/>\n&#8220;Karena itu, rawatlah rasa malu dengan ilmu, ibadah, dan taubat. Selama rasa malu kepada Allah masih ada, jalan untuk kembali kepada-Nya akan selalu terbuka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Prof Ilham menjelaskan, salah satu bukti kesempurnaan ajaran Islam adalah perhatian terhadap hal-hal yang tampak sederhana namun memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, salah satunya adalah rasa malu.<\/p>\n<p>Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, rasa malu justru menjadi sesuatu yang semakin langka.<\/p>\n<p>&#8220;Dahulu orang berusaha menyembunyikan kesalahan karena malu diketahui orang lain. Hari ini banyak kesalahan justru dipamerkan. Aurat diumbar tanpa rasa sungkan, kebohongan dipertontonkan, kemaksiatan direkam lalu dibagikan di media sosial, bahkan harta hasil korupsi dipamerkan seolah-olah sebuah keberhasilan. Yang dahulu dianggap memalukan, perlahan kini dianggap biasa,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, &#8220;Al-hay\u00e2&#8217;u syu&#8217;batun minal \u00eem\u00e2n&#8221; atau &#8220;Rasa malu adalah salah satu cabang iman.&#8221;<\/p>\n<p>Hadits tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa rasa malu bukan sekadar etika atau sopan santun, melainkan bagian dari keimanan yang Allah tanamkan dalam fitrah manusia.<\/p>\n<p>Prof Ilham kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Lingkunganlah yang kemudian membentuk arah kehidupannya.<\/p>\n<p>Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa anak yang meninggal sebelum balig wafat dalam keadaan fitrahnya. Hal tersebut menjadi isyarat bahwa keadaan asli manusia adalah suci, mencintai kebenaran, serta memiliki rasa malu terhadap keburukan.<\/p>\n<p>&#8220;Islam tidak datang untuk mengubah fitrah manusia, tetapi menjaga agar fitrah itu tetap berada di atas shiratal mustaqim,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, lanjutnya, setan terus berusaha menjauhkan manusia dari fitrah tersebut. Caranya bukan selalu dengan membuat dosa tampak menarik, melainkan membuat manusia terbiasa melakukannya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika dosa dilakukan berulang-ulang, rasa malu perlahan hilang. Sesuatu yang dahulu membuat hati gelisah akhirnya terasa biasa saja,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dalam khutbahnya, Prof Ilham juga mengaitkan ajaran Islam dengan temuan ilmu pengetahuan modern.<\/p>\n<p>Ia menyebut psikologi modern mengenal rasa malu sebagai moral emotion, yaitu emosi yang membantu manusia menjaga perilakunya agar tetap sesuai dengan nilai moral yang diyakini.<\/p>\n<p>Menurutnya, rasa malu yang sehat berfungsi sebagai rem batin sebelum seseorang melakukan perbuatan yang salah.<\/p>\n<p>Bahkan, penelitian di bidang neuroscience menunjukkan bahwa ketika seseorang mengambil keputusan moral, bagian otak yang mengatur pengendalian diri, empati, dan penilaian sosial akan bekerja secara aktif.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kata lain, rasa malu bukan sekadar hasil budaya, tetapi memang merupakan bagian dari desain penciptaan manusia untuk menjaga kehidupan yang bermartabat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Aceh itu menilai hilangnya rasa malu bukan sekadar persoalan etika, tetapi juga pertanda semakin jauhnya manusia dari fitrah dan semakin redupnya cahaya iman di dalam hati.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika pejabat tidak lagi malu mengkhianati amanah, hakim tidak malu memutuskan perkara secara zalim, pedagang tidak malu menipu, atau seseorang tidak malu mempertontonkan maksiatnya, sesungguhnya yang sedang memudar bukan sekadar etika, melainkan cahaya iman di dalam hati,&#8221; pungkas Prof Ilham Maulana.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168739?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u25cf Prof Ilham Maulana: Rawat dengan Ilmu, Ibadah dan Taubat Aceh Besar, Infoaceh.net \u2013 Rasa malu ketika melakukan perbuatan dosa merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Selama hati masih merasa gelisah dan malu saat berbuat salah, itu menjadi pertanda bahwa iman dan fitrah manusia masih hidup. Pesan tersebut disampaikan Guru Besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":168740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[61867,15345,61866,61868,61865],"class_list":["post-168739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah","tag-guru-besar-fakultas-mipa-usk","tag-khutbah-jumat","tag-nikmat-dari-allah","tag-prof-dr-rer-nat-ilham-maulana-ssi","tag-rasa-malu-berbuat-dosa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/IMG-20260703-WA0096.jpg?fit=1344%2C942&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=168739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/168739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/168740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=168739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=168739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=168739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}