{"id":169007,"date":"2026-07-08T13:05:34","date_gmt":"2026-07-08T06:05:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=169007"},"modified":"2026-07-08T13:05:34","modified_gmt":"2026-07-08T06:05:34","slug":"di-balik-laba-bank-mustaqim-aceh-ada-angka-yang-mengundang-pertanyaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/08\/di-balik-laba-bank-mustaqim-aceh-ada-angka-yang-mengundang-pertanyaan\/","title":{"rendered":"Di Balik Laba Bank Mustaqim Aceh, Ada Angka yang Mengundang Pertanyaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> &#8211; Laporan Keuangan Audited PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Mustaqim Aceh (Perseroda) Tahun 2025 memperlihatkan dua sisi yang menarik untuk dicermati.<\/p>\n<p>Di satu sisi, bank milik Pemerintah Aceh tersebut masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,30 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,87 miliar.<\/p>\n<p>Kualitas pembiayaan juga masih tergolong terkendali dengan Non Performing Financing (NPF) Gross 4,26 persen dan NPF Net 1,81 persen.<\/p>\n<p>Namun, sejumlah rasio keuangan menunjukkan pola ekspansi pembiayaan yang jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan dana masyarakat yang berhasil dihimpun.<\/p>\n<p>Salah satu indikator yang paling menonjol adalah Financing to Deposit Ratio (FDR) yang mencapai 168,53 persen.<\/p>\n<p>Rasio ini menggambarkan besarnya pembiayaan yang disalurkan dibandingkan dana pihak ketiga yang dihimpun bank.<\/p>\n<p>Semakin tinggi FDR, semakin besar pula tantangan yang harus dikelola bank dalam menjaga likuiditas dan memenuhi kebutuhan dana apabila terjadi peningkatan penarikan simpanan oleh nasabah.<\/p>\n<p>Ekspansi pembiayaan juga terlihat dari lonjakan pembiayaan musyarakah. Nilainya meningkat hampir dua kali lipat, dari Rp32,02 miliar pada 2024 menjadi Rp63,81 miliar pada 2025.<\/p>\n<p>Sebaliknya, total aset bank hanya tumbuh sekitar tujuh persen menjadi Rp240,61 miliar. Di sisi lain, pertumbuhan deposito mudharabah hanya sekitar sembilan persen, sehingga laju penghimpunan dana belum secepat peningkatan pembiayaan.<\/p>\n<p>Laporan keuangan juga mencatat Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) naik dari sekitar Rp4,75 miliar menjadi Rp5,14 miliar.<\/p>\n<p>Walaupun mengalami peningkatan, kenaikan cadangan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pembiayaan.<\/p>\n<p>Dalam praktik manajemen risiko perbankan, kecukupan pencadangan merupakan salah satu aspek yang lazim menjadi perhatian auditor maupun regulator.<\/p>\n<p>Di sisi efisiensi, rasio BOPO tercatat 88,91 persen, yang menunjukkan sebagian besar pendapatan operasional masih digunakan untuk menutup biaya operasional.<\/p>\n<p>Meski demikian, tingkat permodalan bank tergolong sangat kuat dengan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) mencapai 87,70 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, laporan keuangan audited tersebut tidak menunjukkan inkonsistensi matematis antara neraca, laporan laba rugi, dan ekuitas.<\/p>\n<p>Namun, tingginya rasio FDR, percepatan pertumbuhan pembiayaan, serta belum seimbangnya pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi indikator yang layak dicermati lebih lanjut dalam perspektif manajemen risiko, likuiditas, dan keberlanjutan strategi bisnis perbankan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169007?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau dana nasabah tumbuh lebih lambat daripada pembiayaan, apakah itu tetap aman?<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":169009,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[62048,58513,5050,62049,4901,62050,849,13504,20,19300,3146],"class_list":["post-169007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-bank-mustaqim-aceh","tag-bprs-mustaqim-aceh","tag-ekonomi-aceh","tag-fdr","tag-laporan-keuangan","tag-musyarakah","tag-ojk","tag-pembiayaan-syariah","tag-pemerintah-aceh","tag-perbankan-syariah","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/WhatsApp-Image-2026-07-08-at-130322.webp?fit=1000%2C750&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=169007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169007\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/169009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=169007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=169007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=169007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}