{"id":16915,"date":"2021-02-21T18:52:45","date_gmt":"2021-02-21T11:52:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=16915"},"modified":"2021-02-21T18:54:42","modified_gmt":"2021-02-21T11:54:42","slug":"sudah-19-tahun-aceh-bertahan-sebagai-provinsi-termiskin-di-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/21\/sudah-19-tahun-aceh-bertahan-sebagai-provinsi-termiskin-di-sumatera\/","title":{"rendered":"Sudah 19 Tahun Aceh Bertahan Sebagai Provinsi Termiskin di Sumatera"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> &#8212; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh sudah menjadi daerah termiskin dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera sejak 2002.<\/p>\n<p>Pada 2002, Aceh secara persentase penduduk miskinnya sebesar 29,83%. Tertinggi dibandingkan daerah lain seperti Sumatra Selatan 22,32%, Bengkulu 22,7%, dan yang paling sedikit angka kemiskinannya yakni Bangka Belitung 11,62%.<\/p>\n<p>Terlihat memang dari tahun ke tahun menunjukkan angka penurunan, tapi tidak signifikan. Sehingga tidak menggeserkan Aceh sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Sumatera.<\/p>\n<p>Sejak 2002 sampai September 2012, Aceh daerah nomor satu yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak di Sumatera. Pada 2012, persentase penduduk miskin di Aceh mencapai 18,58%.<\/p>\n<p>Pada 2013, angka penduduk miskin di Aceh sempat turun pada angka 17,72% per September 2013 dan tidak lagi berpredikat sebagai daerah miskin di Sumatera, karena pada periode itu Bengkulu yang menjadi daerah termiskin dengan persentase 17,75%.<\/p>\n<p>Namun 6 bulan kemudian atau tepatnya Maret 2014 Aceh kembali tercatat naik jumlah penduduknya dengan persentase 18,05%.<\/p>\n<p>Dilihat dari data tahunan, selama 5 tahun ini jumlah penduduk miskin di Aceh masih tinggi. Pada September 2015 misalnya, persentasenya mencapai 17,11%<\/p>\n<p>Persentase itu turun jadi 16,43% pada September 2016 dan berlanjut lagi menjadi 15,92% pada September 2017 dan 15,68% pada September 2018.<\/p>\n<p>Pada September 2019, angka kemiskinan berhasil turun lagi menjadi 15,01% dan turun lagi menjadi 14,99% pada Maret 2020.<\/p>\n<p>Kemudian naik lagi menjadi 15,43% atau sebanyak 833,91 ribu orang pada September 2020 seperti yang dilaporkan oleh Kepala BPS Suhariyanto belum lama ini. Jumlah itu bertambah 19.000 orang dibandingkan dengan Maret 2020 yakni 814,91 orang.<\/p>\n<p>Pada September 2020, garis kemiskinan Aceh Rp 524.208 per kapita, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 2,847, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sebesar 0,831 dan Gini Ratio 0,319.<\/p>\n<p>Secara total penduduk miskin di Indonesia per September 2020 sebanyak 2,76 juta jiwa. Secara persentase kemiskinan ini naik 0,97% dari 9,22% di September 2019 menjadi 10,19% per September 2020. Dari data BPS, salah satu provinsi paling miskin di Indonesia adalah Papua.<\/p>\n<p>&#8220;Rakyat miskin di Indonesia bertambah 2,76 juta jiwa selama pandemi Covid-19. Sehingga jumlah kemiskinan menjadi 27,55 juta orang per September 2020,&#8221; jelas Suhariyanto saat konferensi pers, Senin (15\/2\/2021). (IA\/CNBC Indonesia)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16915?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8212; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh sudah menjadi daerah termiskin dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera sejak 2002. Pada 2002, Aceh secara persentase penduduk miskinnya sebesar 29,83%. Tertinggi dibandingkan daerah lain seperti Sumatra Selatan 22,32%, Bengkulu 22,7%, dan yang paling sedikit angka kemiskinannya yakni Bangka Belitung 11,62%. Terlihat memang dari tahun ke tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16916,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-16915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210221-WA0036.jpg?fit=700%2C393&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=16915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/16916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=16915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=16915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=16915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}