{"id":169243,"date":"2026-07-12T14:32:55","date_gmt":"2026-07-12T07:32:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=169243"},"modified":"2026-07-12T14:32:55","modified_gmt":"2026-07-12T07:32:55","slug":"jangan-jadikan-aceh-hanya-penghasil-gas-hilirisasi-harus-berlangsung-di-tanah-rencong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/12\/jangan-jadikan-aceh-hanya-penghasil-gas-hilirisasi-harus-berlangsung-di-tanah-rencong\/","title":{"rendered":"Jangan Jadikan Aceh Hanya Penghasil Gas, Hilirisasi Harus Berlangsung di Tanah Rencong"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Pengembangan gas alam dari Blok Andaman tidak boleh hanya menjadikan Aceh sebagai daerah penghasil bahan baku.<\/p>\n<p>Hilirisasi gas harus dilakukan di Tanah Rencong agar nilai tambah ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan industri benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut pemerintah masih mengkaji usulan pembangunan fasilitas pengolahan gas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional sekaligus memberikan keadilan bagi daerah penghasil.<\/p>\n<p>Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, mengatakan apabila gas dari Blok Andaman hanya diproses melalui fasilitas terapung (offshore) atau dikirim keluar Aceh tanpa melalui proses hilirisasi di dalam daerah, maka sebagian besar manfaat ekonomi akan dinikmati wilayah lain.<\/p>\n<p>&#8220;Hilirisasi bukan sekadar persoalan lokasi pengolahan gas, tetapi menyangkut masa depan ekonomi Aceh. Jangan sampai Aceh hanya menjadi pemasok sumber daya alam, sementara manfaat terbesar justru dinikmati di luar daerah,&#8221; ujar Nasruddin Bahar, Ahad (12\/7\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, KEK Arun memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat hilirisasi gas nasional di wilayah barat Indonesia. Kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri migas, didukung infrastruktur yang masih dapat dikembangkan, serta berada pada posisi strategis untuk menarik investasi di sektor energi dan industri hilir.<\/p>\n<p>TTI menilai pembangunan fasilitas pengolahan gas di KEK Arun akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan apabila gas hanya diproduksi dan diekspor sebagai bahan baku.<\/p>\n<p>Hilirisasi diyakini mampu menghidupkan kembali kawasan industri Arun, membuka ribuan lapangan kerja baru, meningkatkan penerimaan daerah, serta mendorong tumbuhnya industri petrokimia, pupuk, pembangkit listrik, manufaktur, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Selain itu, TTI meminta Pemerintah Pusat memastikan sebagian produksi gas Blok Andaman dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, khususnya industri yang berkembang di Aceh.<\/p>\n<p>Langkah tersebut dinilai penting agar proyek strategis nasional itu tidak hanya menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>Di sisi lain, TTI mengingatkan bahwa pengelolaan proyek migas berskala besar harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat.<\/p>\n<p>Mulai dari penetapan skema pengembangan (Plan of Development), pembangunan fasilitas hilirisasi, hingga proses pengadaan proyek pendukung harus dilakukan secara terbuka sehingga dapat diawasi publik.<\/p>\n<p>&#8220;Prinsip win-win yang disampaikan pemerintah harus diwujudkan dalam kebijakan yang memberikan keuntungan bagi negara, investor, dan terutama rakyat Aceh. Jangan sampai Aceh kembali mengalami paradoks sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, tetapi miskin manfaat ekonomi,&#8221; tegas Nasruddin.<\/p>\n<p>TTI berharap keputusan akhir pemerintah mengenai pengembangan Blok Andaman tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan keekonomian proyek, tetapi juga memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap pemerataan pembangunan, penguatan industri nasional, dan kesejahteraan masyarakat Aceh sebagai daerah penghasil gas.<\/p>\n<p>Menurut TTI, hilirisasi di Aceh bukan sekadar tuntutan daerah, melainkan bagian dari strategi membangun kemandirian energi nasional sekaligus memastikan kekayaan alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169243?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013 Pengembangan gas alam dari Blok Andaman tidak boleh hanya menjadikan Aceh sebagai daerah penghasil bahan baku. Hilirisasi gas harus dilakukan di Tanah Rencong agar nilai tambah ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan industri benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh. Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":169244,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[62238,12665,18626,30967,37797],"class_list":["post-169243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-aceh-penghasil-gas","tag-blok-andaman","tag-hilirisasi","tag-nasruddin-bahar","tag-transparansi-tender-indonesia-tti"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/1783837183917329-0.jpg?fit=1066%2C728&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=169243"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/169243\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/169244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=169243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=169243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=169243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}