{"id":16963,"date":"2021-02-22T18:40:23","date_gmt":"2021-02-22T11:40:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=16963"},"modified":"2021-02-22T18:40:23","modified_gmt":"2021-02-22T11:40:23","slug":"masyarakat-diminta-waspadai-kebakaran-musim-kemarau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/22\/masyarakat-diminta-waspadai-kebakaran-musim-kemarau\/","title":{"rendered":"Masyarakat Diminta Waspadai Kebakaran Musim Kemarau"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh diminta agar waspada terhadap potensi risiko bencana kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.<\/p>\n<p>Terlebih, saat ini Kota Banda Aceh dan sekitarnya tengah dilanda musim kemarau yang disertai angin kencang.<\/p>\n<p>\u201cOleh sebab itu, saya minta warga kota agar lebih waspada karena di saat seperti ini risiko kebakaran cenderung meningkat,\u201d kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Minggu, 21 Februari 2021.<\/p>\n<p>Sebagai langkah antisipasi, wali kota mengingatkan warga agar tak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.<\/p>\n<p>\u201cApalagi di dekat ilalang kering. Itu bahaya sekali karena bisa menjalar ke permukiman. Untuk sampah jangan lagi dibakar karena armada DLHK3 kita siap mengangkutnya setiap hari sesuai jadwal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kemudian ia juga mengharapkan warga mengecek jaringan kelistrikan di rumahnya masing-masing secara berkala.<\/p>\n<p>\u201cJika telah usang perlu segera diganti untuk menghindari terjadinya korsleting listrik. Dan jika mati lampu, pastikan lilin atau alat penerang lain terpasang di tempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.\u201d<\/p>\n<p>Pemeriksaan kompor, selang, dan tabung gas di dapur rumah juga penting dilakukan rutin. \u201cPastikan semuanya dalam kondisi baik, dan tidak tercium bau gas yang diakibatkan oleh kebocoran. Jika ada masalah segera hubungi teknisinya kalau kita tak ahli. Buat ibu-ibu, jangan lupa mematikan api kompor setiap selesai memasak,\u201d kata Aminullah.<\/p>\n<p>Wali kota pun menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk menggalakkan lagi pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cMinimal warga kita tahu cara memadamkan api dengan perlengkapan yang ada di rumah seperti handuk atau goni basah, cara menggunakan APAR, serta teknik memadamkan api akibat kebocoran selang tabung gas,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Ia turut mendorong penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap rumah penduduk, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjan, dan tempat publik lainnya.<\/p>\n<p>\u201cTaruh di tempat yang mudah terjangkau, dan kita harus bisa menggunakannya. APAR ini lebih \u2018mahal\u2019 dari rumah saat terjadi kebakaran,\u201d kata Aminullah.<\/p>\n<p>Di luar semua upaya antisipasi tersebut, jikalau terjadi kebakaran, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak berpikir menyelamatkan harta benda terlebih dahulu.<\/p>\n<p>\u201cTapi yang paling utama, amankan diri dan keluarga, lalu segera hubungi petugas pemadam kebakaran di nomor telepon 0651-113. Segera hubungi 0651-113 jika terjadi kebakaran,\u201d ujarnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16963?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh diminta agar waspada terhadap potensi risiko bencana kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Terlebih, saat ini Kota Banda Aceh dan sekitarnya tengah dilanda musim kemarau yang disertai angin kencang. \u201cOleh sebab itu, saya minta warga kota agar lebih waspada karena di saat seperti ini risiko kebakaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16964,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-16963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210222-WA0027.jpg?fit=1200%2C630&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=16963"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16963\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/16964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=16963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=16963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=16963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}