{"id":16985,"date":"2021-02-23T06:50:55","date_gmt":"2021-02-22T23:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=16985"},"modified":"2021-02-23T06:50:55","modified_gmt":"2021-02-22T23:50:55","slug":"gubernur-nova-ikuti-rakornas-pengendalian-karhutla-ini-arahan-presiden-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/23\/gubernur-nova-ikuti-rakornas-pengendalian-karhutla-ini-arahan-presiden-jokowi\/","title":{"rendered":"Gubernur Nova Ikuti Rakornas Pengendalian Karhutla, Ini Arahan Presiden Jokowi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> \u2013 Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin (22\/02\/2021), mengikuti rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2021 bersama sejumlah Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Dandim dan Kapolres dari berbagai daerah rawan bencana Karhutla di Indonesia.<\/p>\n<p>Presiden Jokowi menekankan kepada semua pihak beberapa hal dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Terutama daerah yang rawan terjadinya kebakaran lahan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPertama prioritas upaya pencegahan, jangan terlambat. Karena kalau terlambat water bombing sebanyak apapun akan terlalu sulit untuk mengatasi,\u201d kata Jokowi.<\/p>\n<p>Ia meminta manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisir, artinya di desa kalau ada api yang kecil harus memberitahukan, agar bisa tertangani secara dini.<\/p>\n<p>\u201cMonitoring di daerah rawan hotspot, dan update informasi setiap hari, sehingga kondisi di lapangan terpantau dalam seharian,\u201d kata Jokowi.<\/p>\n<p>Kedua, sebut Presiden, infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Dengan melibatkan Babinsa, Babinkantibmas, dan kepala desa dalam pencegahan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAjak tokoh agama, tokoh masyarakat agar ikut menjelaskan kepada warga akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan dan dampak ekonomi bagi rakyat kecil,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kata Jokowi poin ketiga adalah perlunya mencari solusi yang permanen dalam mencegah dan menangani Karhutla untuk tahun ke depan.<\/p>\n<p>\u201cKarena 99 persen kebakaran hutan itu ulah manusia, baik disengaja, maupun tidak sengaja, yang motif utama selalu ekonomi,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Keempat, tambah Jokowi, penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjut. Lalu kelima, jangan membiarkan api membesar, jangan terlambat hingga sulit dikendalikan.<\/p>\n<p>\u201cDan terakhir, langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik milik konsesi dan korporasi perusahaan, maupun di masyarakat,\u201d kata Presiden.<\/p>\n<p>Ia meminta menerapkan sanksi yang tegas bagi pembakaran hutan dan lahan. Baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16985?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin (22\/02\/2021), mengikuti rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2021 bersama sejumlah Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Dandim dan Kapolres dari berbagai daerah rawan bencana Karhutla di Indonesia. Presiden Jokowi menekankan kepada semua pihak beberapa hal dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Terutama daerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16986,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-16985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210223-WA0001.jpg?fit=768%2C513&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=16985"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/16985\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/16986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=16985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=16985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=16985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}