{"id":170120,"date":"2026-07-28T00:16:29","date_gmt":"2026-07-27T17:16:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=170120"},"modified":"2026-07-28T00:16:29","modified_gmt":"2026-07-27T17:16:29","slug":"kementan-siapkan-rp25-triliun-untuk-pulihkan-sawah-kebun-rusak-dampak-bencana-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/28\/kementan-siapkan-rp25-triliun-untuk-pulihkan-sawah-kebun-rusak-dampak-bencana-di-aceh\/","title":{"rendered":"Kementan Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Pulihkan Sawah-Kebun Rusak Dampak Bencana di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk mendukung pemulihan lahan sawah dan perkebunan yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>Total lahan sawah dan kebun yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh mencapai 117.923 hektare.<\/p>\n<p>Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat rehabilitasi sektor pertanian pascabencana.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian, dan saya harap anggaran ini dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun yang terdampak bencana,&#8221; kata Mualem di Banda Aceh, Senin (27\/7\/2026).<\/p>\n<p>Gubernur telah menerima laporan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, mengenai perkembangan pemanfaatan anggaran tersebut pada Kamis (23\/7\/2026).<\/p>\n<p>Dalam laporannya, Azanuddin menyebutkan alokasi anggaran Rp2,5 triliun tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang diajukan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten\/kota kepada Kementerian Pertanian.<\/p>\n<p>Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai program pemulihan, mulai dari rehabilitasi lahan pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengadaan benih padi dan benih jagung guna mempercepat produksi kembali.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pendataan pemerintah, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh telah menyebabkan sekitar 57.485 hektare lahan sawah mengalami kerusakan.<\/p>\n<p>Saat ini proses optimalisasi dan pemulihan telah berjalan pada 40.852 hektare lahan.<\/p>\n<p>Sementara itu, sektor perkebunan juga mengalami dampak yang cukup besar. Tercatat sekitar 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak bencana, dengan proses pemulihan yang kini telah berlangsung pada 40.418 hektare.<\/p>\n<p>Menanggapi laporan tersebut, Mualem berharap proses rehabilitasi dapat dipercepat sehingga para petani dan pekebun segera kembali berproduksi.<\/p>\n<p>&#8220;Gubernur berpesan agar seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di Aceh bekerja keras serta membangun komunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan memudahkan setiap ikhtiar yang dilakukan,&#8221; ujar Gubernur.<\/p>\n<p>Mualem juga menegaskan bahwa percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan merupakan prioritas karena sebagian besar masyarakat Aceh menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut.<\/p>\n<p>Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, sekitar 38 hingga 41 persen penduduk yang bekerja di Aceh berada pada sektor pertanian.<\/p>\n<p>Selain menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sektor ini juga memberikan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.<\/p>\n<p>Komitmen Pemerintah Aceh terhadap pembangunan sektor pertanian sebelumnya juga ditegaskan Mualem saat Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten\/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025\u20132030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25\/7\/2026).<\/p>\n<p>Dalam sambutan yang dibacakan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, Mualem menegaskan sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh. Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,&#8221; demikian pesan gubernur.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170120?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk mendukung pemulihan lahan sawah dan perkebunan yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh. Total lahan sawah dan kebun yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":170121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[252,62858,57678,16939,18136,12453,55178],"class_list":["post-170120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-aceh","tag-anggaran-pemulihan-pascabencana","tag-azanuddin-kurnia","tag-gubernur-mualem","tag-kementerian-pertanian","tag-muzakir-manaf","tag-sawah-dan-kebun-terdampak-bencana"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/IMG-20260728-WA0000.jpg?fit=1536%2C1024&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=170120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/170121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=170120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=170120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=170120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}