{"id":170224,"date":"2026-07-29T19:57:51","date_gmt":"2026-07-29T12:57:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=170224"},"modified":"2026-07-29T19:57:51","modified_gmt":"2026-07-29T12:57:51","slug":"rsud-cut-meutia-aceh-utara-dialihkan-jadi-milik-pemko-lhokseumawe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/07\/29\/rsud-cut-meutia-aceh-utara-dialihkan-jadi-milik-pemko-lhokseumawe\/","title":{"rendered":"RSUD Cut Meutia Aceh Utara Dialihkan Jadi Milik Pemko Lhokseumawe"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Pemerintah Aceh memfasilitasi proses pengalihan kepemilikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe.<\/p>\n<p>Langkah ini ditempuh agar kedua daerah dapat memperoleh manfaat maksimal dari program revitalisasi dan modernisasi rumah sakit yang digulirkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan.<\/p>\n<p>Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menegaskan bahwa proses penyelesaian pengalihan aset tersebut harus segera dituntaskan demi kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Semakin cepat selesai semakin baik, sehingga dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan,&#8221; kata Mualem, Rabu (29\/7\/2026).<\/p>\n<p>Menindaklanjuti arahan gubernur, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun memimpin rapat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta Kementerian Kesehatan yang mengikuti pembahasan secara daring. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Dalam rapat tersebut, Nasir menjelaskan wacana pengalihan kepemilikan RSUD Cut Meutia sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Namun hingga kini belum mencapai titik penyelesaian.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut kini menjadi persoalan mendesak karena berpotensi menghambat masuknya program revitalisasi rumah sakit yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau tidak segera diselesaikan, kondisi ini bisa berdampak pada peluang Aceh memperoleh bantuan revitalisasi fasilitas kesehatan dari pemerintah pusat,&#8221; ujar Nasir.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa skema bantuan Kementerian Kesehatan hanya diperuntukkan bagi satu rumah sakit daerah di setiap kabupaten atau kota. Sementara Kabupaten Aceh Utara saat ini memiliki dua RSUD, yakni RSUD Cut Meutia yang secara geografis berada di wilayah Kota Lhokseumawe dan RSUD dr. Muchtar Hasbi yang berada di Lhoksukon.<\/p>\n<p>Akibat kondisi tersebut, muncul kekhawatiran kedua rumah sakit justru tidak memperoleh dukungan maksimal dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi seperti ini bisa mengorbankan salah satu RSUD, atau bahkan dua-duanya tidak mendapatkan bantuan,&#8221; kata Nasir.<\/p>\n<p>Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Prof Dr Asnawi Abdullah, menyampaikan bahwa pengalihan RSUD Cut Meutia kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe merupakan solusi yang paling rasional.<\/p>\n<p>Menurut Asnawi, Kota Lhokseumawe hingga kini menjadi satu-satunya daerah di Aceh yang belum memiliki rumah sakit umum daerah milik pemerintah kota. Dengan adanya pengalihan aset, masing-masing daerah akan memiliki satu RSUD sehingga pemerintah pusat lebih mudah menyalurkan program revitalisasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau RSUD Cut Meutia dialihkan ke Kota Lhokseumawe, maka Kementerian Kesehatan lebih leluasa memberikan bantuan kepada kedua rumah sakit. Ini murni untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah pusat bukan sekadar memindahkan aset, melainkan memastikan masyarakat Aceh Utara maupun Kota Lhokseumawe sama-sama menikmati layanan kesehatan yang lebih baik melalui peningkatan fasilitas, peralatan medis, serta mutu pelayanan rumah sakit.<\/p>\n<p>Meski demikian, Asnawi mengakui bahwa pengalihan kepemilikan tentu memerlukan kompensasi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk kompensasi, Kementerian Kesehatan menyatakan siap mendorong pengembangan RSUD dr. Muchtar Hasbi, termasuk peningkatan sarana, fasilitas kesehatan, hingga penguatan akreditasi rumah sakit tersebut.<\/p>\n<p>Menanggapi usulan itu, Asisten II Setdakab Aceh Utara, M. Nasir, menyatakan pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak menolak skema kompensasi yang ditawarkan Kementerian Kesehatan.<\/p>\n<p>Namun, pihaknya menginginkan adanya kepastian terlebih dahulu melalui revitalisasi RSUD dr. Muchtar Hasbi sebelum proses penyerahan RSUD Cut Meutia benar-benar dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Aceh Utara menginginkan agar Kementerian Kesehatan terlebih dahulu melakukan revitalisasi RSUD dr. Muchtar Hasbi, baru kemudian diikuti penyerahan RSUD Cut Meutia kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pengalihan kepemilikan rumah sakit tersebut.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberadaan RSUD di bawah kewenangan pemerintah kota akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lhokseumawe.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik di Kota Lhokseumawe. Jika ada RSUD, maka kami bisa lebih maksimal memastikan pelayanan kepada masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sayuti menilai kondisi saat ini kurang ideal karena Lhokseumawe menjadi satu-satunya pemerintah kabupaten\/kota di Aceh yang belum memiliki rumah sakit umum daerah, sedangkan Aceh Utara memiliki dua rumah sakit.<\/p>\n<p>&#8220;Ini momentum yang tepat. Di saat Presiden Prabowo sedang menjalankan program revitalisasi pelayanan kesehatan, peluang ini jangan sampai terlewatkan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menutup rapat, Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan mencari formulasi terbaik terkait skema kompensasi yang diminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.<\/p>\n<p>Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pemberian jaminan dari Pemerintah Aceh yang turut diketahui oleh Kementerian Kesehatan sehingga proses pengalihan aset dapat segera direalisasikan tanpa menghambat pembangunan sektor kesehatan di kedua daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau skema itu bisa disepakati, maka proses ini harus segera kita selesaikan demi kepentingan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,&#8221; tutup Nasir.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170224?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Pemerintah Aceh memfasilitasi proses pengalihan kepemilikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Langkah ini ditempuh agar kedua daerah dapat memperoleh manfaat maksimal dari program revitalisasi dan modernisasi rumah sakit yang digulirkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":170225,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[97],"tags":[3740,62935,14979,49861,4187,3146],"class_list":["post-170224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-gaya-hidup","tag-aceh-utara","tag-dialihkan-jadi-milik-pemko-lhokseumawe","tag-m-nasir-syamaun","tag-rsud-cut-meutia","tag-sekda-aceh","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/07\/IMG-20260729-WA0368.jpg?fit=1116%2C744&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=170224"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170224\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/170225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=170224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=170224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=170224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}