{"id":17041,"date":"2021-02-23T22:58:15","date_gmt":"2021-02-23T15:58:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=17041"},"modified":"2021-02-23T22:58:15","modified_gmt":"2021-02-23T15:58:15","slug":"kejari-pidie-jaya-tahan-tiga-tersangka-korupsi-jembatan-pangwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/02\/23\/kejari-pidie-jaya-tahan-tiga-tersangka-korupsi-jembatan-pangwa\/","title":{"rendered":"Kejari Pidie Jaya Tahan Tiga Tersangka Korupsi Jembatan Pangwa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pidie Jaya<\/strong> &#8212; Tim jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan rekonstruksi\/pembangunan jembatan Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya (Pijay).<\/p>\n<p>Jembatan Pangwa yang merupakan jembatan penghubung Kecamatan Trienggadeng &#8211; Meureudu dibangun pasca-bencana alam gempa bumo Pidie Jaya tahun 2016 pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Tahun anggaran 2017- 2018 sebesar Rp 11.217.385.000.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Pijay), Mukhzan SH MH pada konferensi pers penetapan tiga tersangka korupsi jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Selasa (23\/02\/2021) di Kota Meureudu.<\/p>\n<p>Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik pada Kejari Pidie Jaya langsung melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka. Ketiga tersangka resmi ditahan di dalam sel tahanan Polres Pidie Jaya.<\/p>\n<p>Adapun para tersangka yang ditahan yaitu MAH (Direktur PT Zarnita Abadi), AZH (Konsultan Pengawas dari CV Trikarya Pratama Consultan), dan MUR (Direktur CV Trikarya Pratama Consultant).<\/p>\n<p>&#8220;Ketiga tersangka mulai hari ini resmi ditahan di sel tahanan Mapolres Pijay selama 20 hari ke depan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,&#8221; ujar Mukhzan didampingi Kasi Pidsus, Wahyu Ibrahim SH MH.<\/p>\n<p>Menurut Kajari Pijay, ketiga tersangka ini ditahan tiga pekan ke depan guna memperlancar proses penyidikan ini sebagai dimaksud dalam ketentuan pasal 21 ayat (1) da (4) KUHP dengan pertimbangan subyektif.<\/p>\n<p>Dari penyidikan Kejari Pijay dugaan korupsi dalam pembangunan Jembatan Pangwa Trienggadeng &#8211; Rhieng Krueng Meureudu yang berada persis di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, disebabkan konstruksinya diduga tidak sesuai spesifikasi kontrak.<\/p>\n<p>Akibat perbuatan para tersangka telah menimbulkan kerugian keuangan negara yakni mencapai sebesar Rp 1.049.766.589<\/p>\n<p>Perbuatan para tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka diancam dengan kurungan maksimal 20 tahun penjara. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/17041?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pidie Jaya &#8212; Tim jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan rekonstruksi\/pembangunan jembatan Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Jembatan Pangwa yang merupakan jembatan penghubung Kecamatan Trienggadeng &#8211; Meureudu dibangun pasca-bencana alam gempa bumo Pidie Jaya tahun 2016 pada Badan Penanggulangan Bencana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17042,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-17041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/02\/IMG-20210223-WA0055.jpg?fit=1280%2C720&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/17041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=17041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/17041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/17042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=17041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=17041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=17041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}