{"id":170602,"date":"2026-08-04T23:44:24","date_gmt":"2026-08-04T16:44:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=170602"},"modified":"2026-08-04T23:44:24","modified_gmt":"2026-08-04T16:44:24","slug":"aceh-darurat-narkoba-tempat-rehab-belum-memadai-korban-harus-berobat-ke-luar-provinsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/04\/aceh-darurat-narkoba-tempat-rehab-belum-memadai-korban-harus-berobat-ke-luar-provinsi\/","title":{"rendered":"Aceh Darurat Narkoba, Tempat Rehab Belum Memadai: Korban Harus Berobat ke Luar Provinsi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Abdya, Infoaceh.net \u2013<\/strong> Desakan agar Pemerintah Aceh segera membangun pusat rehabilitasi narkoba kembali mengemuka. Di tengah ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus menghantui generasi muda, Aceh justru masih menghadapi persoalan mendasar, yakni minimnya fasilitas rehabilitasi yang memadai bagi para korban penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n<p>Akibat keterbatasan tersebut, tidak sedikit warga Aceh yang membutuhkan rehabilitasi harus dirujuk ke luar provinsi. Kondisi ini dinilai menjadi ironi karena proses pemulihan justru terkendala jarak, biaya, hingga dukungan keluarga.<\/p>\n<p>Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani secara terbuka meminta Pemerintah Aceh mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi pembangunan lembaga rehabilitasi narkoba yang representatif di Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Aceh untuk dapat memfasilitasi terbangunnya lembaga rehabilitasi di Aceh. Saat ini kebutuhan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi sangat besar, sementara akses layanan yang tersedia masih terbatas,&#8221; kata Brigjen Dedy saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Unit Layanan Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (ULT P4GN) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (4\/8\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa penanganan narkotika di Aceh belum sepenuhnya menyentuh aspek pemulihan korban. Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada penindakan terhadap pengedar, sementara kebutuhan rehabilitasi bagi penyalahguna masih menghadapi berbagai keterbatasan.<\/p>\n<p>Menurut Brigjen Dedy, masyarakat yang seharusnya memperoleh kesempatan untuk pulih justru sering kali terhambat karena fasilitas rehabilitasi berada di luar Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi masyarakat. Penyalahguna yang sebenarnya membutuhkan pertolongan rehabilitasi terkadang terkendala karena layanan berada di luar Aceh. Jarak, biaya, serta keterbatasan dukungan keluarga dapat menjadi hambatan bagi mereka untuk mendapatkan layanan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Padahal, dalam pendekatan penanganan narkotika, rehabilitasi merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus ketergantungan dan mencegah mantan penyalahguna kembali terjerumus ke dalam lingkaran narkoba.<\/p>\n<p>BNNP Aceh menilai pembangunan pusat rehabilitasi bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sebuah keharusan apabila Aceh ingin memiliki sistem penanganan narkotika yang utuh, mulai dari pencegahan, penindakan hingga pemulihan.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan kita, masyarakat Aceh yang membutuhkan rehabilitasi dapat memperoleh layanan yang mudah dijangkau, berkualitas dan berkesinambungan tanpa harus keluar dari Aceh. Ini bukan hanya untuk membantu penyalahguna, tetapi juga menyelamatkan keluarga dan masa depan generasi kita,&#8221; tegas Dedy.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, BNNP Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menandatangani MoU pembentukan ULT P4GN yang ditandatangani langsung oleh Kepala BNNP Aceh dan Bupati Abdya Safaruddin.<\/p>\n<p>Keberadaan ULT P4GN diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat melalui edukasi, konsultasi, deteksi dini, pemberdayaan masyarakat hingga mempermudah akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.<\/p>\n<p>Sementara Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh operasional ULT P4GN.<\/p>\n<p>Menurutnya, perang melawan narkoba telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah yang dipimpinnya.<\/p>\n<p>&#8220;Komitmen kita untuk memberantas narkoba sudah sejak lama menjadi prioritas dalam masa kepemimpinan saya. Karena itu, pembentukan ULT P4GN ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat langkah-langkah yang selama ini sudah dilakukan,&#8221; ujar Safaruddin.<\/p>\n<p>Penandatanganan MoU ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni administratif semata. Yang jauh lebih penting adalah tindak lanjut nyata berupa penyediaan fasilitas rehabilitasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>Sebab tanpa dukungan infrastruktur rehabilitasi yang memadai, upaya memerangi narkotika akan terus timpang. Penindakan terhadap pelaku memang penting, tetapi menyelamatkan korban melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses merupakan bagian yang tidak kalah menentukan dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di Aceh.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170602?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abdya, Infoaceh.net \u2013 Desakan agar Pemerintah Aceh segera membangun pusat rehabilitasi narkoba kembali mengemuka. Di tengah ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus menghantui generasi muda, Aceh justru masih menghadapi persoalan mendasar, yakni minimnya fasilitas rehabilitasi yang memadai bagi para korban penyalahgunaan narkoba. Akibat keterbatasan tersebut, tidak sedikit warga Aceh yang membutuhkan rehabilitasi harus dirujuk ke luar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":170603,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[62079],"tags":[16986,57977,63206,20,63205],"class_list":["post-170602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunitas","tag-bnnp-aceh","tag-brigjen-pol-dedy-tabrani","tag-korban-berobat-ke-luar-provinsi","tag-pemerintah-aceh","tag-tempat-rehab-narkoba"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/IMG-20260804-WA0437.jpg?fit=1536%2C1024&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=170602"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170602\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/170603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=170602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=170602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=170602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}