{"id":170701,"date":"2026-08-06T08:53:25","date_gmt":"2026-08-06T01:53:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=170701"},"modified":"2026-08-06T10:15:08","modified_gmt":"2026-08-06T03:15:08","slug":"anggaran-pemulihan-pertanian-rp16-triliun-mengendap-gubernur-didesak-evaluasi-tapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/06\/anggaran-pemulihan-pertanian-rp16-triliun-mengendap-gubernur-didesak-evaluasi-tapa\/","title":{"rendered":"Anggaran Pemulihan Pertanian Rp1,6 Triliun Mengendap, Gubernur Didesak Evaluasi TAPA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net &#8211;<\/strong>\u00a0Sentilan dan teguran keras Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman terkait belum terserapnya anggaran pemulihan sektor pertanian Aceh senilai Rp1,6 triliun dinilai menjadi alarm serius atas lemahnya tata kelola pemerintahan dan rendahnya kapasitas eksekusi birokrasi Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>Analis Kebijakan Publik sekaligus akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Nasrul Zaman, menilai persoalan tersebut bukan sekadar keterlambatan administratif, tetapi mencerminkan kegagalan sistemik Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam menerjemahkan komitmen politik menjadi program yang benar-benar berjalan di lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Sentilan Menteri Pertanian harus dipandang sebagai kritik terhadap kualitas manajemen pemerintahan Aceh. Ketika dana sebesar Rp1,6 triliun tidak mampu diserap di tengah kebutuhan mendesak petani pascabencana, maka yang dipertanyakan bukan hanya prosedur, tetapi juga kepemimpinan dan kemampuan eksekusi birokrasi,&#8221; ujar Nasrul Zaman, Kamis (6\/8\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, secara struktural Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sebagai Ketua TAPA memegang peran sentral dalam mengoordinasikan perencanaan, penganggaran, hingga percepatan realisasi program pemerintah.<\/p>\n<p>Karena itu, kegagalan menyerap anggaran dalam jumlah besar tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab kepemimpinan teknis yang mengendalikan proses tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Diplomasi politik anggaran yang dibangun Gubernur Aceh di Jakarta menjadi sia-sia ketika mesin birokrasi di bawah pimpinan Sekda tidak memiliki sense of urgency dan kapasitas eksekusi yang memadai,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Nasrul menilai, keberhasilan memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat seharusnya menjadi momentum mempercepat pemulihan sektor pertanian, bukan justru meninggalkan dana mengendap tanpa manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Padahal, ribuan petani di berbagai kabupaten masih berjuang memulihkan lahan pertanian, irigasi, hingga sarana produksi yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>&#8220;Keberhasilan pemerintah bukan diukur dari besarnya anggaran yang diperoleh, tetapi dari seberapa cepat anggaran itu hadir dalam bentuk bantuan nyata kepada masyarakat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, lemahnya penyerapan anggaran juga berpotensi mengurangi tingkat kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan Aceh dalam mengelola program-program strategis pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi peluang daerah memperoleh dukungan anggaran yang lebih besar di tahun-tahun berikutnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Nasrul Zaman mendesak Gubernur Aceh segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), termasuk menilai efektivitas koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas.<\/p>\n<p>&#8220;Momentum ini harus menjadi titik balik. Reformasi kepemimpinan birokrasi, khususnya di jajaran TAPA, menjadi kebutuhan mendesak agar pembangunan tidak berhenti pada tataran wacana dan lobi politik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Nasrul, tata kelola pemerintahan yang baik menuntut birokrasi yang responsif, adaptif, dan mampu bekerja cepat, terutama ketika menyangkut kepentingan masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan intervensi pemerintah secara segera.<\/p>\n<p>&#8220;Kebijakan publik yang baik tidak berhenti pada dokumen perencanaan atau keberhasilan melobi anggaran di Jakarta. Ujian sesungguhnya adalah kemampuan mengeksekusi setiap rupiah anggaran menjadi solusi bagi masyarakat. Jika itu gagal dilakukan, maka evaluasi total terhadap kepemimpinan teknis pemerintahan menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi ditunda,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170701?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Diplomasi politik anggaran yang dibangun Gubernur Aceh di Jakarta menjadi sia-sia ketika mesin birokrasi di bawah pimpinan Sekda tidak memiliki sense of urgency dan kapasitas eksekusi yang memadai,&#8221; katanya.<\/p>\n","protected":false},"author":400000,"featured_media":170702,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[61170,63268,63269,12516,56956],"class_list":["post-170701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-analis-kebijakan-publik","tag-anggaran-pemulihan-pertanian-mengendap","tag-evaluasi-tapa","tag-gubernur-aceh","tag-nasrul-zaman"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/nasrul-zaman-tokoh-masyarakat.jpg?fit=731%2C664&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400000"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=170701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/170701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/170702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=170701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=170701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=170701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}