{"id":171447,"date":"2026-08-15T22:42:30","date_gmt":"2026-08-15T15:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=171447"},"modified":"2026-08-15T22:42:30","modified_gmt":"2026-08-15T15:42:30","slug":"massa-copot-lambang-garuda-dan-turunkan-merah-putih-di-pendopo-gubernur-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/15\/massa-copot-lambang-garuda-dan-turunkan-merah-putih-di-pendopo-gubernur-aceh\/","title":{"rendered":"Massa Copot Lambang Garuda dan Turunkan Merah Putih di Pendopo Gubernur Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh (HDA) yang seharusnya menjadi momentum refleksi atas berakhirnya konflik bersenjata di Aceh justru diwarnai kericuhan di Kota Banda Aceh pada Sabtu (15\/8\/2026).<\/p>\n<p>Situasi memanas setelah massa yang sebelumnya berkumpul di kawasan Masjid Raya Baiturrahman bergerak menuju kompleks Pendopo Gubernur Aceh menjelang sore.<\/p>\n<p>Di lokasi tersebut, sejumlah massa dilaporkan menurunkan bendera Merah Putih dan mengibarkan bendera Bulan Bintang.<\/p>\n<p>Kericuhan semakin serius setelah sejumlah orang memanjat bagian depan Pendopo Gubernur dan mencopot ornamen lambang burung Garuda yang terpasang pada bangunan tersebut.<\/p>\n<p>Lambang Garuda yang berhasil diturunkan kemudian dibawa ke jalan. Dalam sejumlah rekaman dan laporan dari lokasi kejadian, lambang tersebut tampak diperlakukan secara tidak semestinya oleh massa hingga diseret di jalanan.<\/p>\n<p>Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden paling mencolok dalam rangkaian peringatan 21 tahun perdamaian Aceh.<\/p>\n<p>Rangkaian peringatan Hari Damai Aceh pada Sabtu pagi awalnya berlangsung dengan suasana yang relatif tertib.<\/p>\n<p>Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, ribuan warga berkumpul di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Massa mengikuti doa bersama, zikir, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan refleksi 21 tahun perdamaian Aceh.<\/p>\n<p>Peringatan tersebut memiliki makna penting karena 15 Agustus menjadi tanggal penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut menjadi tonggak berakhirnya konflik bersenjata yang berlangsung selama puluhan tahun di Aceh.<\/p>\n<p>Namun, suasana berubah ketika sejumlah massa mulai membawa dan mengibarkan bendera Bulan Bintang di sekitar lokasi kegiatan.<\/p>\n<p>Ketegangan kemudian meningkat ketika aparat keamanan berupaya melakukan penertiban terhadap pengibaran bendera tersebut.<\/p>\n<p>Sekitar menjelang siang, situasi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman mulai tidak terkendali.<\/p>\n<p>Massa terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Ketegangan kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik.<\/p>\n<p>Aparat berupaya mengendalikan situasi dan memisahkan massa. Dalam perkembangan selanjutnya, aparat dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi massa.<\/p>\n<p>Kericuhan membuat sebagian warga yang berada di sekitar Masjid Raya memilih menjauh dari lokasi.<\/p>\n<p>Situasi tersebut juga menyebabkan akses di sejumlah ruas jalan pusat Kota Banda Aceh terganggu.<\/p>\n<p>Setelah bentrokan di kawasan Masjid Raya, konsentrasi massa kemudian terpecah. Sebagian massa bergerak meninggalkan kawasan masjid dan menuju kompleks Pendopo Gubernur Aceh.<\/p>\n<p><strong>Massa Bergerak ke Pendopo Gubernur<\/strong><\/p>\n<p>Sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan orang dilaporkan bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh dengan membawa sejumlah bendera, termasuk bendera Bulan Bintang.<\/p>\n<p>Kompleks Pendopo Gubernur Aceh merupakan rumah dinas resmi Gubernur Aceh dan salah satu objek penting pemerintahan di pusat Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Setibanya di lokasi, massa memasuki kawasan halaman pendopo.<\/p>\n<p>Situasi kemudian kembali memanas. Sejumlah massa menurunkan bendera Merah Putih yang sebelumnya berkibar di halaman pendopo.<\/p>\n<p>Bendera tersebut kemudian diganti dengan bendera Bulan Bintang. Aksi tersebut berlangsung ketika pengamanan di kompleks pendopo berada dalam kondisi tegang.<\/p>\n<p><strong>Lambang Garuda Dicopot dari Bangunan Pendopo<\/strong><\/p>\n<p>Kericuhan semakin menjadi perhatian setelah sejumlah pemuda terlihat memanjat bagian depan bangunan Pendopo Gubernur Aceh.<\/p>\n<p>Mereka kemudian mencopot ornamen berbentuk lambang burung Garuda yang terpasang pada bagian depan atau atap bangunan.<\/p>\n<p>Lambang tersebut berhasil dilepaskan dari tempatnya dan dibawa turun ke halaman. Tindakan itu kemudian berlanjut ke jalan raya.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan dari lokasi dan sejumlah rekaman yang beredar, lambang Garuda tersebut dibawa massa dan diperlakukan secara kasar. Lambang negara itu bahkan dilaporkan diikat menggunakan kain atau bendera Merah Putih, kemudian diinjak-injak dan diseret di sepanjang jalan.<\/p>\n<p>Aksi tersebut sontak menjadi perhatian warga yang berada di sekitar kawasan Pendopo Gubernur.<\/p>\n<p>Perusakan terhadap simbol negara tersebut juga menambah eskalasi kericuhan yang sebelumnya telah terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.<\/p>\n<p>Setelah berada di kompleks pendopo, massa kemudian melanjutkan pergerakan menuju kawasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).<\/p>\n<p>Sepanjang perjalanan, sejumlah atribut kemerdekaan yang terpasang di depan rumah warga dan pertokoan dilaporkan turut dirusak atau diturunkan.<\/p>\n<p>Situasi membuat warga dan pemilik usaha di sepanjang jalur pergerakan massa memilih menutup sementara toko dan mengamankan barang-barang mereka.<\/p>\n<p>Aparat keamanan kemudian memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis untuk mencegah kericuhan meluas.<\/p>\n<p>Kericuhan yang terjadi sejak siang hari menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas.<\/p>\n<p>Halaman kompleks Pendopo Gubernur Aceh dilaporkan mengalami kerusakan. Sejumlah ornamen, papan bunga, dan perlengkapan yang berada di sekitar lokasi tampak berserakan.<\/p>\n<p>Aparat juga sempat mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.<\/p>\n<p>Informasi mengenai jumlah orang yang diamankan dan status hukum mereka masih menunggu keterangan resmi aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dilaporkan turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan berkomunikasi dengan massa.<\/p>\n<p>Kehadiran pimpinan kepolisian di lokasi dilakukan di tengah meningkatnya eskalasi setelah massa bergerak dari kawasan Masjid Raya menuju Pendopo Gubernur dan sejumlah ruas jalan lainnya.<\/p>\n<p>Personel gabungan TNI-Polri juga disiagakan di sejumlah lokasi strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.<\/p>\n<p>Pengamanan diperketat di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Pendopo Gubernur Aceh, Gedung DPRA, serta jalur-jalur yang menjadi konsentrasi massa.<\/p>\n<p>Sejumlah bendera Bulan Bintang yang sebelumnya dipasang massa di beberapa lokasi kemudian diturunkan oleh petugas.<\/p>\n<p>Aparat berupaya mengembalikan situasi agar kembali terkendali serta mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171447?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014 Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh (HDA) yang seharusnya menjadi momentum refleksi atas berakhirnya konflik bersenjata di Aceh justru diwarnai kericuhan di Kota Banda Aceh pada Sabtu (15\/8\/2026). Situasi memanas setelah massa yang sebelumnya berkumpul di kawasan Masjid Raya Baiturrahman bergerak menuju kompleks Pendopo Gubernur Aceh menjelang sore. Di lokasi tersebut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":171448,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[63645,46235,63708,12174,63709,3146],"class_list":["post-171447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-hari-damai-aceh-ke-21","tag-kericuhan","tag-massa-copot-lambang-garuda","tag-pendopo-gubernur-aceh","tag-turunkan-merah-putih","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/IMG-20260815-WA0836.jpg?fit=1600%2C738&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=171447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/171448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=171447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=171447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=171447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}