{"id":171483,"date":"2026-08-16T12:06:47","date_gmt":"2026-08-16T05:06:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=171483"},"modified":"2026-08-16T12:06:47","modified_gmt":"2026-08-16T05:06:47","slug":"kemana-mualem-dan-wali-nanggroe-menghilang-saat-aceh-ricuh-hari-damai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/16\/kemana-mualem-dan-wali-nanggroe-menghilang-saat-aceh-ricuh-hari-damai\/","title":{"rendered":"Kemana Mualem dan Wali Nanggroe Menghilang Saat Aceh Ricuh Hari Damai?"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, pada Sabtu (15\/8\/2026) berakhir dengan kericuhan besar.<\/p>\n<p>Di tengah situasi yang mencekam dan eskalasi massa yang terus memanas, publik sempat mempertanyakan keberadaan dua tokoh kunci spiritual dan politik daerah: Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar.<\/p>\n<p>Ketidakhadiran kedua pemimpin mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini dinilai menjadi salah satu pemicu hilangnya kendali atas massa di lapangan.<\/p>\n<p>Mualem adalah mantan Panglima GAM, sedangkan Malik Mahmud Al Haythar adalah mantan Perdana Menteri GAM yang juga ketua tim perunding pihak GAM yang menandatangani MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam di Finlandia.<\/p>\n<p>Tanpa adanya tokoh kharismatik yang dihormati oleh eks-kombatan, aksi protes damai berubah menjadi bentrokan anarkis.<\/p>\n<p>Menanggapi isu miring yang menyebut kedua pimpinan tersebut sengaja bersembunyi atau menghilang, mantan Wakil Presiden RI sekaligus mediator damai MoU Helsinki, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, Gubernur Mualem dan Wali Nanggroe dipastikan tidak menghilang, melainkan sedang menjalani perawatan medis intensif di luar negeri:<\/p>\n<p>Gubernur Muzakir Manaf (Mualem): Sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin berkala.<\/p>\n<p>Wali Nanggroe Malik Mahmud: Sedang berada di Penang, Malaysia dalam rangka pengobatan medis.<\/p>\n<p>&#8220;Hampir tidak ada pimpinan yang berpengaruh berada di Banda Aceh pada saat itu. Hanya Wakil Gubernur (Fadhlullah) dan pihak kepolisian (Kapolda Aceh) yang turun menemui massa,&#8221; ungkap Jusuf Kalla, Sabtu (15\/8).<\/p>\n<p>Absennya kedua tokoh utama ini membuat aparat keamanan di lapangan kehilangan figur penengah yang mampu meredam emosi kelompok massa yang berdemonstrasi.<\/p>\n<p>Sebelumnya, rangkaian acara zikir dan doa bersama semula berjalan khidmat sejak pagi hari. Namun, suasana mendadak berubah menjadi anarkis menjelang siang hari akibat rentetan peristiwa.<\/p>\n<p>Pengibaran Bendera Bulan Bintang: Sekelompok massa mencoba memanjat tiang bendera di pelataran Masjid Raya Baiturrahman untuk mengibarkan bendera Bulan Bintang dan menurunkan bendera Merah Putih.<\/p>\n<p>Langkah ini langsung dihadang oleh aparat TNI\/Polri karena dinilai bertentangan dengan regulasi simbol negara yang berlaku.<\/p>\n<p>Tembakan Peringatan dan Gas Air Mata: Untuk memecah konsentrasi massa yang mulai agresif dan mengepung petugas, aparat terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara serta menembakkan gas air mata.<\/p>\n<p>Kecewa karena pengibaran dihalangi, massa meluapkan kemarahan dengan merobek spanduk, baliho dan atribut kampanye bergambar Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fad).<\/p>\n<p>Kerusakan merembet hingga ke area luar masjid, termasuk ruang depan Pendopo Gubernur Aceh serta sejumlah kendaraan.<\/p>\n<p>Jusuf Kalla menganalisis bahwa kericuhan ini mencerminkan adanya akumulasi ketidakpuasan internal dari kelompok tertentu terhadap sistem kepemimpinan dan pembagian kesejahteraan di Aceh setelah dua dekade perdamaian.<\/p>\n<p>Menurut JK, protes ini tidak ditujukan kepada pemerintah pusat di Jakarta, melainkan bentuk friksi politik lokal antar-kelompok di Aceh yang merasa hak atau aspirasi mereka belum terakomodasi dengan baik oleh pemerintah daerah saat ini.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171483?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014 Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, pada Sabtu (15\/8\/2026) berakhir dengan kericuhan besar. Di tengah situasi yang mencekam dan eskalasi massa yang terus memanas, publik sempat mempertanyakan keberadaan dua tokoh kunci spiritual dan politik daerah: Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":171484,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[63735,12516,20903,26935,10634,58405,63734,3146,26934],"class_list":["post-171483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-berobat-di-malaysia","tag-gubernur-aceh","tag-jusuf-kalla","tag-malik-mahmud-al-haythar","tag-menghilang","tag-muzakir-manaf-atau-mualem","tag-ricuh-hari-damai-aceh-ke-21","tag-utama","tag-wali-nanggroe-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/IMG-20260815-WA0467.jpg?fit=1280%2C591&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=171483"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171483\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/171484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=171483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=171483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=171483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}