{"id":171487,"date":"2026-08-16T14:38:50","date_gmt":"2026-08-16T07:38:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=171487"},"modified":"2026-08-16T14:38:50","modified_gmt":"2026-08-16T07:38:50","slug":"jk-kericuhan-hari-damai-aceh-dipicu-konflik-internal-eks-gam-bukan-melawan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/16\/jk-kericuhan-hari-damai-aceh-dipicu-konflik-internal-eks-gam-bukan-melawan-pemerintah\/","title":{"rendered":"JK: Kericuhan Hari Damai Aceh Dipicu Konflik Internal Eks GAM, Bukan Melawan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, Infoaceh.net \u2014<\/strong> Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), merespons kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15\/8\/2026).<\/p>\n<p>JK menilai aksi pengibaran bendera Bulan Bintang dalam kericuhan tersebut tidak ditujukan untuk menentang pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan ketidakpuasan internal di kalangan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).<\/p>\n<p>\u201cIni hanya ada ketidaksenangan kelompok internal. Jadi menujunya bukan ke pusat ini tuntutan, tapi menujunya adanya suatu perbaikan-perbaikan internal di Aceh itu,\u201d kata JK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15\/8\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan JK tersebut disampaikan menyusul memanasnya suasana peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang awalnya berlangsung dalam suasana khidmat melalui doa bersama dan zikir untuk mengenang penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.<\/p>\n<p>Namun, situasi berubah setelah sejumlah warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di tiang Masjid Raya Baiturrahman, dan menurunkan bendera Merah Putih.<\/p>\n<p>Aksi tersebut kemudian memicu ketegangan dan bentrokan antara massa dengan aparat keamanan.<\/p>\n<p><strong>Bukan Gerakan Menentang Pemerintah Pusat<\/strong><\/p>\n<p>JK menegaskan, kericuhan yang terjadi tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai bentuk perlawanan masyarakat Aceh terhadap pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Menurut mantan Wakil Presiden tersebut, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan perbedaan pandangan di antara kelompok-kelompok internal Aceh, khususnya di kalangan eks GAM.<\/p>\n<p>\u201cNah sehingga menimbulkan justru bukan mendemo pemerintah pusat, tidak. Dia mendemo antarpimpinan eks GAM di sana,\u201d ujar JK.<\/p>\n<p>JK juga menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan. Menurutnya, masyarakat Aceh telah menikmati manfaat perdamaian selama 21 tahun sejak konflik bersenjata berakhir melalui kesepakatan Helsinki.<\/p>\n<p>Ia menilai keberlangsungan perdamaian Aceh selama lebih dari dua dekade menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh pada dasarnya menginginkan situasi yang aman dan stabil.<\/p>\n<p><strong>Perdamaian Aceh Tidak Terancam<\/strong><\/p>\n<p>JK juga menepis anggapan bahwa kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 menjadi tanda bahwa perdamaian Aceh berada dalam ancaman.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa selama 21 tahun terakhir, Aceh telah melewati berbagai momentum politik penting, termasuk beberapa kali pemilihan kepala daerah, tanpa kembali terjerumus ke dalam konflik bersenjata.<\/p>\n<p>\u201cPertama perdamaiannya sudah 21 tahun, sudah sangat, sudah sangat dan sudah empat kali pemilihan gubernur tidak ada masalah,\u201d kata JK.<\/p>\n<p>Karena itu, JK menilai pengibaran bendera Bulan Bintang dalam peristiwa tersebut lebih tepat dipahami sebagai simbol ketidakpuasan sebagian kelompok daripada sebagai upaya menghidupkan kembali konflik bersenjata di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira tidak. Seluruh masyarakat termasuk eks GAM sudah menikmati kedamaian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>JK Minta Pemimpin Aceh Segera Redam Situasi<\/strong><\/p>\n<p>JK berharap para pemimpin Aceh dapat segera mengambil langkah untuk meredam situasi dan menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber ketidakpuasan.<\/p>\n<p>Menurutnya, penyelesaian persoalan secara internal menjadi penting agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan mengganggu perdamaian yang telah terjaga selama lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p>Ia juga berharap Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wali Nanggroe Aceh dapat segera kembali ke Banda Aceh untuk ikut menyelesaikan persoalan yang berkembang.<\/p>\n<p>\u201cKalau masalah sekali lagi masalah Banda Aceh, ini lebih banyak unsur perbedaan pendapat internal sehingga kita harapkan mereka mempunyai pandangan mengikuti langkah-langkah pemimpin Gubernur, Wali Nanggroe, mudah-mudahan Gubernur dan Wali Nanggroe segera kembali ke Banda Aceh untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,\u201d kata JK.<\/p>\n<p>Sebelumnya, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15\/8\/2026), berlangsung dalam rangkaian doa bersama dan zikir.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan perdamaian Aceh setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 yang mengakhiri konflik bersenjata antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM.<\/p>\n<p>Namun, suasana berubah setelah sejumlah warga membawa dan mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman masjid.<\/p>\n<p>Aksi tersebut kemudian memicu ketegangan dengan aparat keamanan. Massa dan polisi terlibat aksi saling dorong hingga situasi di sekitar lokasi menjadi ricuh.<\/p>\n<p>Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat sejumlah warga membawa bendera Bulan Bintang. Selain itu, terdapat pula massa yang membawa bendera putih serta bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).<\/p>\n<p>Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi tepat pada momentum peringatan 21 tahun perdamaian Aceh.<\/p>\n<p>Meski demikian, JK menekankan bahwa insiden tersebut tidak serta-merta menunjukkan kembalinya konflik Aceh. Ia justru melihatnya sebagai persoalan internal yang perlu segera diselesaikan oleh para pemimpin Aceh.<\/p>\n<p>Bagi JK, menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun merupakan kepentingan bersama seluruh masyarakat Aceh. Karena itu, perbedaan politik maupun kepentingan kelompok diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme damai tanpa berkembang menjadi konflik terbuka.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171487?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Infoaceh.net \u2014 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), merespons kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15\/8\/2026). JK menilai aksi pengibaran bendera Bulan Bintang dalam kericuhan tersebut tidak ditujukan untuk menentang pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":171488,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[63739,20903,63737,63738,63736,15393,3146],"class_list":["post-171487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bukan-melawan-pemerintah","tag-jusuf-kalla","tag-kericuhan-hari-damai-aceh-ke-21","tag-konflik-internal-eks-gam","tag-mantan-wakil-presiden-ri","tag-masjid-raya-baiturrahman","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/5dad8267a636d.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=171487"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171487\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/171488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=171487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=171487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=171487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}