{"id":171586,"date":"2026-08-18T08:57:19","date_gmt":"2026-08-18T01:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=171586"},"modified":"2026-08-18T08:57:19","modified_gmt":"2026-08-18T01:57:19","slug":"rs-regional-langsa-mangkrak-rp169-miliar-telah-dikucurkan-sejak-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/08\/18\/rs-regional-langsa-mangkrak-rp169-miliar-telah-dikucurkan-sejak-2016\/","title":{"rendered":"RS Regional Langsa Mangkrak, Rp169 Miliar Telah Dikucurkan Sejak 2016"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Langsa kini menjadi sorotan publik karena mangkrak.<\/p>\n<p>Proyek pelayanan kesehatan yang sejak awal dirancang sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah timur Aceh itu telah menyerap anggaran dalam jumlah besar, namun hingga kini belum sepenuhnya dapat difungsikan sebagaimana tujuan awal pembangunannya.<\/p>\n<p>Transparansi Tender Indonesia (TTI) kini mulai menelusuri jejak anggaran proyek tersebut dari tahun ke tahun. Berdasarkan penelusuran awal, pemerintah diduga telah mengucurkan dana sekitar Rp169 miliar untuk pembangunan rumah sakit tersebut.<\/p>\n<p>Angka Rp169 miliar itu antara lain pernah disampaikan Kantor Staf Presiden (KSP) pada 2023 ketika membahas upaya penyelesaian pembangunan RS Regional Langsa.<\/p>\n<p>Namun, besarnya anggaran yang telah dikucurkan berbanding terbalik dengan kondisi proyek yang hingga kini masih menyisakan pekerjaan besar.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dinilai TTI tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai persoalan keterbatasan anggaran. Pemerintah Aceh, aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), BPK maupun aparat penegak hukum dinilai perlu membuka kembali seluruh perjalanan proyek, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, tender, pelaksanaan pekerjaan hingga pembayaran.<\/p>\n<p>Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan pihaknya tidak ingin hanya melihat kondisi fisik rumah sakit saat ini. TTI, kata dia, akan menelusuri satu per satu penggunaan anggaran sejak proyek tersebut mulai masuk dalam APBA.<\/p>\n<p>\u201cPertanyaannya sederhana. Kalau benar sekitar Rp169 miliar sudah dikucurkan, uang tersebut digunakan untuk pekerjaan apa saja, siapa kontraktornya, berapa nilai kontraknya, bagaimana hasil pekerjaannya, dan mengapa sampai hari ini rumah sakit regional tersebut belum selesai?\u201d kata Nasruddin.<\/p>\n<p><strong>Jejak Anggaran Dimulai Sejak 2016<\/strong><\/p>\n<p>Penelusuran awal TTI menunjukkan pembangunan RS Regional Langsa telah mendapatkan alokasi anggaran secara bertahap sejak sekitar 2016.<\/p>\n<p>Pada 2016, terdapat alokasi pembangunan sekitar Rp19,5 miliar. Setahun kemudian, pada 2017, kembali dialokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar.<\/p>\n<p>Kemudian pada 2018, pembangunan RS Rujukan Regional Langsa kembali masuk proses tender melalui LPSE Aceh dengan pagu sekitar Rp40 miliar dan HPS sekitar Rp39,99 miliar.<\/p>\n<p>Tender pada 2018 tersebut bahkan kemudian menjadi objek perkara di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan persekongkolan tender.<\/p>\n<p>Bagi TTI, fakta tersebut menjadi alasan tambahan mengapa riwayat pembangunan rumah sakit perlu diperiksa secara lebih mendalam.<\/p>\n<p>Persoalannya bukan semata-mata berapa besar anggaran yang tersedia setiap tahun, tetapi apakah sejak awal perencanaan proyek sudah disusun secara matang, apakah proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan, dan apakah pekerjaan yang dibayarkan benar-benar menghasilkan bangunan serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit regional.<\/p>\n<p>Pembangunan Berlanjut, Anggaran Terus Mengalir<\/p>\n<p>Pembangunan RS Regional Langsa ternyata tidak berhenti pada paket-paket awal.<\/p>\n<p>Pada tahun-tahun berikutnya kembali muncul berbagai pekerjaan lanjutan dengan nilai miliaran rupiah.<\/p>\n<p>TTI mencatat adanya pekerjaan lanjutan pada 2022 dengan nilai sekitar Rp17,8 miliar, serta pekerjaan lainnya sekitar Rp9,8 miliar.<\/p>\n<p>Sebagian pekerjaan lanjutan tersebut juga pernah menjadi perhatian dalam pemeriksaan terkait volume maupun mutu pekerjaan.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut Nasruddin, pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan angka total anggaran pembangunan.<\/p>\n<p>Publik, katanya, berhak mengetahui secara rinci bagaimana uang tersebut dibelanjakan.<\/p>\n<p>\u201cPublik harus mengetahui daftar lengkapnya. Mulai dari paket perencanaan, pekerjaan konstruksi, lanjutan pembangunan, mekanikal elektrikal, utilitas sampai pengawasan. Jangan sampai satu bangunan terus-menerus mendapat anggaran tetapi masyarakat tidak pernah mendapat gambaran utuh berapa uang yang sebenarnya sudah masuk,\u201d ujar Nasruddin, Senin (17\/8).<\/p>\n<p>Salah satu persoalan yang kini ikut dipertanyakan TTI adalah perbedaan angka total anggaran pembangunan.<\/p>\n<p>Sejumlah informasi menyebut dana yang telah terserap sekitar Rp163 miliar. Sementara keterangan yang pernah disampaikan KSP menyebut angka sekitar Rp169 miliar. Terdapat selisih sekitar Rp6 miliar.<\/p>\n<p>Menurut TTI, perbedaan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Justru angka yang berbeda itu harus menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk membuka seluruh dokumen anggaran agar publik dapat mengetahui angka sebenarnya.<\/p>\n<p>\u201cDengan data itu baru dapat diketahui angka sebenarnya. Jangan hanya berdebat apakah Rp163 miliar atau Rp169 miliar. Kita harus mengetahui ke mana setiap rupiah uang publik itu dibelanjakan,\u201d tegas Nasruddin.<\/p>\n<p>TTI meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh membuka seluruh data pembangunan RS Regional Langsa sejak awal.<\/p>\n<p>Data tersebut antara lain meliputi seluruh paket dan tahun anggaran, pagu serta HPS setiap paket, nilai penawaran dan kontrak, nama perusahaan pemenang, konsultan perencana dan pengawas, seluruh addendum kontrak, progres fisik dan pembayaran, hasil pemeriksaan APIP maupun BPK, hingga kondisi terakhir setiap pekerjaan.<\/p>\n<p>TTI menilai pemeriksaan terhadap proyek tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p>Audit tidak cukup hanya memeriksa kondisi bangunan yang ada sekarang.<\/p>\n<p>Pemeriksaan harus dimulai dari perencanaan awal, penentuan kebutuhan anggaran, desain, proses tender, kontrak, pembayaran termin, pekerjaan tambah-kurang hingga kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis.<\/p>\n<p>Selain audit administrasi dan keuangan, TTI juga meminta dilakukan audit teknis terhadap seluruh bangunan yang telah berdiri.<\/p>\n<p>Hal tersebut penting karena sebagian pekerjaan telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Pemerintah harus memastikan bangunan yang akan dilanjutkan masih memenuhi standar struktur, keselamatan bangunan serta kebutuhan teknis sebuah rumah sakit.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada bangunan yang sudah lama terbengkalai, tentu harus diperiksa kembali kualitas konstruksinya. Jangan sampai pemerintah mengeluarkan anggaran baru yang besar untuk melanjutkan bangunan, tetapi pekerjaan lama ternyata harus diperbaiki lagi,\u201d kata Nasruddin.<\/p>\n<p><strong>Jangan Sampai Menjadi Proyek Abadi<\/strong><\/p>\n<p>Menurut TTI, pembangunan RS Regional Langsa seharusnya menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah timur Aceh.<\/p>\n<p>Rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjadi pusat rujukan bagi masyarakat Langsa dan kabupaten sekitarnya sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke Banda Aceh atau daerah lain.<\/p>\n<p>Namun, harapan tersebut akan sulit terwujud jika pembangunan terus berjalan tanpa kejelasan kapan proyek benar-benar selesai dan dapat beroperasi secara optimal.<\/p>\n<p>TTI mengingatkan pemerintah agar RS Regional Langsa tidak berubah menjadi \u201cproyek abadi\u201d\u2014proyek yang terus memperoleh alokasi anggaran setiap tahun, tetapi manfaatnya tidak kunjung dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p>Setiap tambahan anggaran, menurut TTI, harus memiliki dasar yang jelas, target pekerjaan yang terukur dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>TTI menyatakan akan melanjutkan penelusuran terhadap data LPSE Aceh, SIRUP, dokumen APBA serta laporan pemeriksaan yang berkaitan dengan pembangunan RS Regional Langsa.<\/p>\n<p>Penelusuran tersebut akan digunakan untuk menyusun rekonstruksi anggaran sejak proyek pertama kali dibiayai hingga kondisi terakhir.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin membuka semuanya secara terang. Berapa sebenarnya total uang yang sudah dihabiskan, perusahaan mana saja yang menikmati kontrak, berapa progres setiap tahap dan apa penyebab utama proyek ini belum selesai,\u201d ujar Nasruddin.<\/p>\n<p>Menurutnya, keterbukaan data merupakan langkah pertama untuk memastikan tidak ada persoalan yang tersembunyi di balik proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.<\/p>\n<p>TTI menegaskan penelusuran itu bukan dimaksudkan untuk menuduh pihak tertentu melakukan tindak pidana. Namun, besarnya uang negara yang telah dikucurkan dan belum optimalnya hasil pembangunan menjadi alasan kuat untuk memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>\u201cIni uang rakyat. Kalau sudah puluhan bahkan ratusan miliar dikeluarkan, masyarakat berhak tahu apa yang mereka dapatkan,\u201d pungkas Nasruddin.<\/p>\n<p>Kini pertanyaannya bukan lagi sekadar kapan RS Regional Langsa selesai, tetapi juga berapa sebenarnya uang yang telah dibelanjakan, ke mana seluruh anggaran itu mengalir, dan mengapa setelah bertahun-tahun proyek tersebut belum juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171586?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014 Pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Langsa kini menjadi sorotan publik karena mangkrak. Proyek pelayanan kesehatan yang sejak awal dirancang sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah timur Aceh itu telah menyerap anggaran dalam jumlah besar, namun hingga kini belum sepenuhnya dapat difungsikan sebagaimana tujuan awal pembangunannya. Transparansi Tender Indonesia (TTI) kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400002,"featured_media":171587,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[97],"tags":[5611,30967,63801,15477,63800,37797],"class_list":["post-171586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan-gaya-hidup","tag-mangkrak","tag-nasruddin-bahar","tag-rp-169-miliar-dikucurkan","tag-rs-regional-langsa","tag-sudah-10-tahun-dibangun","tag-transparansi-tender-indonesia-tti"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/08\/IMG-20260818-WA0179.jpg?fit=800%2C725&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=171586"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/171586\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/171587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=171586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=171586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=171586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}