{"id":172556,"date":"2026-09-05T22:29:04","date_gmt":"2026-09-05T15:29:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=172556"},"modified":"2026-09-05T22:29:04","modified_gmt":"2026-09-05T15:29:04","slug":"ai-masuk-ruang-redaksi-smsi-aceh-ingatkan-wartawan-tetap-andalkan-verifikasi-lapangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/09\/05\/ai-masuk-ruang-redaksi-smsi-aceh-ingatkan-wartawan-tetap-andalkan-verifikasi-lapangan\/","title":{"rendered":"AI Masuk Ruang Redaksi, SMSI Aceh Ingatkan Wartawan Tetap Andalkan Verifikasi Lapangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Aceh membekali wartawan dan pengelola media siber dengan pengetahuan serta keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kerja jurnalistik.<\/p>\n<p>Pelatihan bertajuk \u201cTransformasi Media Siber Berbasis AI Menuju Organisasi Profesional, Adaptif, dan Kolaboratif\u201d tersebut berlangsung di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Sabtu (5\/9\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan itu diikuti puluhan wartawan dari berbagai kabupaten\/kota di Aceh.<\/p>\n<p>Hadir Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Ketua SMSI Aceh Aldin NL, serta Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerja Sama, Dr Husnan ST MP yang sekaligus membuka kegiatan.<\/p>\n<p>Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, mengatakan perkembangan AI harus disikapi secara bijak oleh insan pers.<\/p>\n<p>Menurutnya, teknologi tersebut harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja jurnalistik, bukan menggantikan kemampuan berpikir wartawan.<\/p>\n<p>Aldin menilai kehadiran AI justru harus mendorong wartawan semakin mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan soft skill.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya AI, ini seharusnya lebih mengasah soft skill yang kita miliki, sehingga otak kita tidak dimakan teknologi yang kita ciptakan sendiri,\u201d kata Aldin dalam pembukaan pelatihan.<\/p>\n<p>Ia mengatakan SMSI Aceh ingin berkontribusi meningkatkan kapasitas para penyedia informasi, khususnya wartawan dan pengelola media siber, agar mampu memanfaatkan AI secara tepat tanpa menghilangkan hakikat fungsi kecerdasan manusia.<\/p>\n<p>Menurut Aldin, kemampuan menggunakan AI juga harus dibarengi dengan pemahaman terhadap etika jurnalistik.<\/p>\n<p>Sebab, sebuah berita tidak cukup hanya memiliki bahasa yang baik, tetapi harus memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan, independensi dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>\u201cBanyak produksi jurnalistik yang dikemas dengan bahasa yang apik, tetapi setelah ditelaah dari sisi etika jurnalistik, ternyata menggunakan AI,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman wartawan mengenai batas-batas penggunaan AI dalam proses produksi berita.<\/p>\n<p><strong>AI Bukan Pengganti Wartawan<\/strong><\/p>\n<p>Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengingatkan wartawan agar tidak menyerahkan sepenuhnya pekerjaan jurnalistik kepada teknologi AI.<\/p>\n<p>Menurutnya, AI dapat membantu wartawan dalam berbagai pekerjaan, mulai dari mengolah data, mencari informasi awal, membuat transkrip, menyusun kerangka tulisan hingga membantu mengembangkan materi pemberitaan.<\/p>\n<p>Namun, seluruh informasi yang dihasilkan AI tetap harus diperiksa dan diverifikasi oleh wartawan.<\/p>\n<p>\u201cAI dibuat oleh manusia, maka jangan sampai kita yang dikendalikan oleh AI. Manfaatkan teknologi ini sebagai alat pendukung,\u201d kata Firdaus.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, profesi wartawan memiliki karakter yang tidak dapat sepenuhnya digantikan mesin. Wartawan tetap harus turun ke lapangan, menemui narasumber, melihat fakta secara langsung dan melakukan verifikasi.<\/p>\n<p>\u201cKerja jurnalis itu tidak bisa hanya di belakang meja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Firdaus mengatakan kekuatan utama jurnalistik tetap terletak pada kemampuan manusia dalam memahami konteks, menggali fakta, mempertanyakan informasi dan memastikan kebenaran sebuah peristiwa.<\/p>\n<p>Karena itu, menurut dia, AI seharusnya diposisikan sebagai partner yang membantu pekerjaan wartawan, bukan sebagai pengganti wartawan.<\/p>\n<p><strong>Verifikasi Tetap Menjadi Kunci<\/strong><\/p>\n<p>Pesan serupa disampaikan wartawan senior Mohsa El Ramadan. Ia mengingatkan jurnalis agar tetap kritis ketika menggunakan berbagai perangkat AI dalam pekerjaan jurnalistik.<\/p>\n<p>Menurutnya, AI memang memberikan banyak kemudahan, termasuk dalam mengolah data, menyusun tulisan dan memperkaya pilihan kata.<\/p>\n<p>Namun, teknologi tersebut tetap memiliki keterbatasan dan tidak boleh menjadi satu-satunya sumber kebenaran.<\/p>\n<p>\u201cGunakan secerdas mungkin AI ini untuk menjadi partner kita di dalam menulis berita,\u201d kata Mohsa.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya verifikasi karena AI dapat menghasilkan informasi yang keliru apabila data atau perintah yang diberikan tidak tepat.<\/p>\n<p>Dengan demikian, wartawan tetap memiliki tanggung jawab editorial terhadap seluruh informasi yang dipublikasikan.<\/p>\n<p>Pelatihan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, antara lain wartawan senior Masykur Abdullah dan CEO sekaligus Co-Founder Props serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Digital, Ilona Juwita.<\/p>\n<p>Pelatihan AI dan jurnalisme yang digelar SMSI Aceh berlangsung di tengah perubahan besar industri media akibat perkembangan teknologi digital.<\/p>\n<p>AI generatif kini semakin mudah digunakan untuk menghasilkan teks, gambar, audio hingga video. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi media untuk mempercepat produksi dan mengembangkan berbagai bentuk konten.<\/p>\n<p>Namun, perkembangan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi palsu, deepfake, manipulasi konten, plagiarisme, serta semakin kaburnya batas antara konten yang dibuat manusia dan mesin.<\/p>\n<p>Karena itu, kemampuan wartawan tidak cukup hanya menguasai teknik menggunakan perangkat AI.<\/p>\n<p>Jurnalis juga dituntut memiliki kemampuan memverifikasi fakta, memahami konteks, menjaga independensi, melindungi sumber, serta mempertahankan standar etika jurnalistik.<\/p>\n<p>SMSI Aceh melalui kegiatan tersebut mendorong perusahaan media dan wartawan di Aceh agar tidak gagap menghadapi perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>Namun, adaptasi terhadap AI tetap harus berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme pers.<\/p>\n<p>Teknologi boleh berubah cepat, tetapi prinsip dasar jurnalistik\u2014akurasi, verifikasi, independensi, keberimbangan dan tanggung jawab kepada publik\u2014tidak boleh ditinggalkan.<\/p>\n<p>Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari sehingga media siber di Aceh mampu menghasilkan karya yang lebih cepat, kreatif dan berkualitas tanpa kehilangan sentuhan manusia.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/172556?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2014 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Aceh membekali wartawan dan pengelola media siber dengan pengetahuan serta keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kerja jurnalistik. Pelatihan bertajuk \u201cTransformasi Media Siber Berbasis AI Menuju Organisasi Profesional, Adaptif, dan Kolaboratif\u201d tersebut berlangsung di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Sabtu (5\/9\/2026). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":172557,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[62079],"tags":[62230,59262,64455,64454,49078],"class_list":["post-172556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunitas","tag-artificial-intelligence","tag-firdaus","tag-ilona-juwita","tag-pelatihan-ai","tag-smsi-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/09\/IMG-20260905-WA0320.jpg?fit=1280%2C776&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/172556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=172556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/172556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/172557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=172556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=172556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=172556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}