{"id":173147,"date":"2026-09-14T22:59:41","date_gmt":"2026-09-14T15:59:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=173147"},"modified":"2026-09-14T22:59:41","modified_gmt":"2026-09-14T15:59:41","slug":"banjir-longsor-terjang-tiga-kabupaten-wilayah-tengah-aceh-satu-warga-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/09\/14\/banjir-longsor-terjang-tiga-kabupaten-wilayah-tengah-aceh-satu-warga-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Banjir-Longsor Terjang Tiga Kabupaten Wilayah Tengah Aceh, Satu Warga Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Tengah, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di kawasan tengah Aceh dalam dua hari terakhir, 13-14 September 2026. Bencana tersebut terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Musibah tersebut mendapat perhatian Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Ia mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya potensi hujan dalam beberapa waktu ke depan.<\/p>\n<p>\u201cBencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,\u201d kata Mualem dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan setelah Gubernur menerima laporan mengenai banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan di tiga kabupaten tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Aceh dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Gayo Lues pada Ahad siang, 13 September 2026.<\/p>\n<p>Banjir melanda Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Pada waktu yang sama, tanah longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung.<\/p>\n<p>Material longsor menutup ruas jalan Blangkejeren-Kutacane sehingga akses transportasi tidak dapat dilalui.<\/p>\n<p>Selain merendam rumah warga, bencana tersebut juga mengganggu akses jalan. Petugas bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor.<\/p>\n<p>Pendataan terhadap dampak banjir dan longsor juga dilakukan, termasuk koordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mempercepat pembukaan kembali akses jalan.<\/p>\n<p><strong>Banjir Melanda Lima Kecamatan di Aceh Tenggara<\/strong><\/p>\n<p>Bencana kemudian terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara pada Minggu malam, 13 September 2026.<\/p>\n<p>Banjir dilaporkan melanda 12 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Babussalam, Lawe Sigala-gala, Semadam, Bukit Tusam, dan Babul Makmur.<\/p>\n<p>Banjir membawa material lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga. Selain itu, jembatan ikut terdampak, tanggul dilaporkan jebol, sementara akses jalan dan sejumlah fasilitas umum mengalami gangguan.<\/p>\n<p>BPBD Aceh Tenggara bersama aparat desa dilaporkan telah melakukan pendataan, mengevakuasi warga terdampak, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan bencana.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir.<\/p>\n<p><strong>Longsor di Aceh Tengah, Satu Orang Anak Meninggal<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada Senin dini hari, 14 September 2026.<\/p>\n<p>Lokasi longsor berada di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Bencana tersebut menyebabkan 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.<\/p>\n<p>Dalam musibah tersebut, seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Nazila meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat keluarganya tengah mengadakan acara arisan keluarga.<\/p>\n<p>Seluruh korban luka telah mendapat perawatan di RSUD Datu Beru.<\/p>\n<p>Selain korban jiwa, longsor juga berdampak terhadap empat rumah warga. Material longsor turut menutup akses jalan sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.<\/p>\n<p>Tim gabungan telah melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsor. Petugas juga melakukan pemantauan kondisi wilayah serta pendataan lanjutan terhadap dampak bencana.<\/p>\n<p>Mualem mengingatkan bahwa kondisi tanah di sejumlah kawasan masih rentan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya. Karena itu, hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pada 3 September 2026, Mualem juga telah mengingatkan seluruh pihak mengenai potensi bencana memasuki musim hujan.<\/p>\n<p>\u201cKondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,\u201d ujar Mualem.<\/p>\n<p>Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Aceh memasuki periode dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat mulai September hingga Februari mendatang.<\/p>\n<p>Aceh sebelumnya sempat dicantumkan sebagai wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat kategori Siaga. Namun, status tersebut kemudian berubah menjadi Waspada.<\/p>\n<p>Mualem menegaskan bahwa kondisi tersebut harus diantisipasi melalui penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.<\/p>\n<p>Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten\/kota dan seluruh unsur terkait diminta memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana, termasuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respons ketika bencana terjadi.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, termasuk TNI dan Polri, pemerintah kabupaten\/kota, serta instansi terkait.<\/p>\n<p>Selain itu, perguruan tinggi negeri dan swasta juga diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.<\/p>\n<p>Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperkuat mitigasi, mempercepat penanganan di lapangan, serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.<\/p>\n<p>Dengan meningkatnya potensi hujan, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berlangsung dengan intensitas tinggi dan dalam waktu lama.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173147?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tengah, Infoaceh.net \u2013 Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di kawasan tengah Aceh dalam dua hari terakhir, 13-14 September 2026. Bencana tersebut terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Musibah tersebut mendapat perhatian Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Ia mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":173148,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[9707,64851,64849,3146,64850],"class_list":["post-173147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-banjir-longsor","tag-seorang-anak-meninggal-dunia","tag-terjang-tiga-kabupaten","tag-utama","tag-wilayah-tengah-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/09\/IMG-20260914-WA0523.jpg?fit=1600%2C749&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=173147"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173149,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173147\/revisions\/173149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/173148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=173147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=173147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=173147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}