{"id":173467,"date":"2026-09-19T19:57:36","date_gmt":"2026-09-19T12:57:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=173467"},"modified":"2026-09-19T19:57:36","modified_gmt":"2026-09-19T12:57:36","slug":"pawai-budaya-meriahkan-uroe-lahe-pidie-ke-515-2-000-peserta-tampilkan-ragam-tradisi-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/09\/19\/pawai-budaya-meriahkan-uroe-lahe-pidie-ke-515-2-000-peserta-tampilkan-ragam-tradisi-aceh\/","title":{"rendered":"Pawai Budaya Meriahkan Uroe Lahe Pidie ke-515, 2.000 Peserta Tampilkan Ragam Tradisi Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>SIGLI, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Suasana Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (19\/9\/2026), semarak dengan pelaksanaan pawai budaya dalam rangka memperingati Uroe Lahe Pidie ke-515.<\/p>\n<p>Sekitar 2.000 peserta dari kalangan pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum ambil bagian dalam pawai yang menampilkan beragam pakaian adat, kesenian serta tradisi masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>Pawai tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan hari lahir Kabupaten Pidie yang tahun ini mengusung tema \u201cMeutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat\u201d.<\/p>\n<p>Peserta tampil mengenakan busana adat Aceh maupun pakaian kreasi bernuansa tradisional. Sejumlah kelompok juga membawa perlengkapan dan simbol budaya, termasuk hidang dalong, sementara seniman dari berbagai sanggar menampilkan permainan alat musik tradisional rapai.<\/p>\n<p>Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie, Mahdiana, mengatakan peserta pawai berasal dari berbagai unsur masyarakat. \u201cPesertanya ada siswa, ada guru, ada masyarakat umum,\u201d kata Mahdiana.<\/p>\n<p>Pawai ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memeriahkan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperlihatkan keberagaman budaya Pidie sekaligus mengenalkan warisan adat kepada generasi muda.<\/p>\n<p>Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 memiliki kaitan erat dengan sejarah kawasan Pedir. Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan 18 September 1511 sebagai tanggal yang menjadi landasan peringatan hari lahir Pidie.<\/p>\n<p>Dengan perhitungan tersebut, pada 18 September 2026 usia Pidie diperingati mencapai 515 tahun. Peringatan ini diarahkan bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenalkan sejarah, adat, budaya dan identitas masyarakat Pidie kepada generasi muda.<\/p>\n<p>Bupati Pidie Sarjani Abdullah sebelumnya menyampaikan bahwa Uroe Lahe Pidie ke-515 hendaknya menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah serta nilai-nilai yang diwariskan para indatu.<\/p>\n<p>Pesan tersebut juga disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Pidie yang menjadi salah satu rangkaian peringatan hari lahir Pidie.<\/p>\n<p>Pawai budaya tahun ini menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan unsur sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini.<\/p>\n<p>Pelajar dari tingkat SMP dan SMA, ASN serta masyarakat umum berjalan bersama dengan mengenakan pakaian adat dan busana kreasi bernuansa Aceh.<\/p>\n<p>Kehadiran para pelajar juga menjadi bagian penting karena kegiatan tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menampilkan budaya daerah secara langsung.<\/p>\n<p>Di sepanjang rangkaian pawai, masyarakat dapat menyaksikan berbagai bentuk ekspresi budaya, mulai dari busana tradisional, kesenian hingga alat musik khas Aceh.<\/p>\n<p>Pawai tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta. Warga dan seniman dari berbagai sanggar mengenakan kostum adat serta membawa hidang dalong.<\/p>\n<p>Pawai tersebut menampilkan busana adat dan tradisi masyarakat Pidie, dengan peserta yang berasal dari pelajar, ASN hingga masyarakat.<\/p>\n<p>Uroe Lahe Pidie ke-515 tidak hanya diisi pawai budaya. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 16 September 2026 tersebut mencakup pentas seni dan budaya, pameran pembangunan dan Expo UMKM, sidang paripurna DPRK, ziarah ke makam Raja Pedir Sultan Ma&#8217;rufsyah, perlombaan keagamaan, Khanduri Raya, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga malam puncak.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Pidie juga memasukkan olahraga tradisional seperti geudeu-geudeu serta berbagai kegiatan olahraga masyarakat dalam rangkaian peringatan.<\/p>\n<p>Pada Jum&#8217;at (18\/9\/2026), Bupati Pidie Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati Alzaizi Umar dan unsur Forkopimda juga telah melakukan ziarah ke makam Raja Pedir Sultan Ma\u2019rufsyah di Gampong Dayah Tanoh Klibeut Kecamatan Pidie.<\/p>\n<p>Ziarah tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan peringatan hari lahir Pidie dengan sejarah dan tokoh yang memiliki kaitan dengan perjalanan kawasan Pedir.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada Sabtu (19\/9\/2026), rangkaian peringatan juga diisi Khanduri Raya dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Fazli, mengatakan kegiatan tersebut memadukan tradisi adat dan syariat Islam. Pemerintah bahkan menyiapkan sekitar 10 ribu hidangan, terdiri dari hampir 5.000 hidangan Maulid dan sekitar 5.000 hidangan kuah beulangong.<\/p>\n<p>Pawai budaya menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan bahwa kebudayaan daerah tidak hanya berada dalam catatan sejarah, tetapi tetap hidup melalui masyarakat.<\/p>\n<p>Keterlibatan pelajar, guru, ASN, seniman dan masyarakat umum memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan partisipasi lintas generasi.<\/p>\n<p>Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 juga diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Momentum tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas daerah, memperkenalkan sejarah Pedir kepada generasi muda serta mendorong masyarakat agar tetap menjaga adat dan budaya Aceh.<\/p>\n<p>Selain pawai budaya, Expo UMKM yang menjadi bagian rangkaian kegiatan juga memberikan ruang bagi produk dan potensi dari 23 kecamatan di Kabupaten Pidie untuk diperkenalkan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan demikian, peringatan 515 tahun Pidie tidak hanya menjadi perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, agama, ekonomi masyarakat dan generasi muda.<\/p>\n<p>Pawai budaya yang berlangsung di Kota Sigli pun menjadi salah satu gambaran bagaimana warisan budaya Pidie terus dihidupkan melalui partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p>Rangkaian Uroe Lahe Pidie ke-515 ditutup dengan berbagai kegiatan masyarakat dan olahraga pada Ahad (20\/9\/2026), termasuk sepeda santai dan senam massal.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173467?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIGLI, Infoaceh.net \u2014 Suasana Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (19\/9\/2026), semarak dengan pelaksanaan pawai budaya dalam rangka memperingati Uroe Lahe Pidie ke-515. Sekitar 2.000 peserta dari kalangan pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum ambil bagian dalam pawai yang menampilkan beragam pakaian adat, kesenian serta tradisi masyarakat Aceh. Pawai tersebut menjadi salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":173468,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[62079],"tags":[65080,65077,65079,65078],"class_list":["post-173467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunitas","tag-bupati-sarjani-abdullah","tag-pawai-budaya","tag-ragam-tradisi-aceh","tag-uroe-lahe-pidie-ke-515"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/09\/Screenshot_20260919_194740_Lite.jpg?fit=1080%2C992&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=173467"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173469,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/173467\/revisions\/173469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/173468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=173467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=173467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=173467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}