{"id":175081,"date":"2026-10-25T21:40:31","date_gmt":"2026-10-25T14:40:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=175081"},"modified":"2026-10-25T21:40:31","modified_gmt":"2026-10-25T14:40:31","slug":"kepala-sman-1-simpang-ulim-dicopot-pasca-demo-dan-mogok-belajar-siswa-akibat-tebang-pohon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/10\/25\/kepala-sman-1-simpang-ulim-dicopot-pasca-demo-dan-mogok-belajar-siswa-akibat-tebang-pohon\/","title":{"rendered":"Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Dicopot Pasca Demo dan Mogok Belajar Siswa Akibat Tebang Pohon"},"content":{"rendered":"<p><strong>ACEH TIMUR, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur mengambil langkah tegas dengan mencopot Laina Fariyani SE MM dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Simpang Ulim.<\/p>\n<p>Keputusan krusial ini diambil menyusul gelombang aksi unjuk rasa massal dan mogok belajar yang dilakukan oleh ratusan siswa sejak Jum&#8217;at, 23 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Guna memastikan roda operasional sekolah dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak lumpuh total, pihak Cabdisdik menunjuk Henny Mahera Siregar SPd MPd Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah baru yang mulai bertugas pada Senin, 26 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Ketegangan bermula pada Kamis, 22 Oktober 2026. Saat itu, pengurus OSIS menyebutkan bahwa para siswa diminta untuk pulang lebih cepat dari jadwal biasanya. Pihak manajemen sekolah beralasan akan dilakukan pengerjaan saluran pembuangan air guna mengantisipasi banjir di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Namun, keesokan harinya pada Jum&#8217;at pagi, para siswa beserta jajaran guru dibuat terkejut saat mendapati lanskap sekolah mereka berubah drastis. Menggunakan alat berat, pihak kepala sekolah kedapatan telah menebang habis pohon-pohon peneduh besar yang tersebar di area sekolah.<\/p>\n<p>Padahal, pepohonan tersebut telah tumbuh selama 10 hingga 15 tahun dan menjadi pelindung alami dari terik matahari. Kondisi lingkungan sekolah yang mendadak gersang langsung memicu kemarahan kolektif para siswa.<\/p>\n<p><strong>Konflik Komunikasi dan Masalah Internal Sekolah<\/strong><\/p>\n<p>Aksi demonstrasi yang kemudian viral di media sosial (seperti TikTok dan Instagram) ini rupanya tidak hanya disulut oleh masalah lingkungan semata. Para siswa menegaskan ada akumulasi kekecewaan mendalam terhadap gaya kepemimpinan Laina Fariyani.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan yang diterima serta serapan aspirasi oleh Wakil Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Abdul Muthalib, sang kepala sekolah ditengarai memiliki pola komunikasi yang sangat buruk.<\/p>\n<p>Ia dituduh kerap melontarkan intimidasi, ancaman jabatan, rencana mutasi guru secara sepihak, hingga dugaan tindakan penghinaan verbal terhadap para guru di hadapan publik sekolah.<\/p>\n<p>Ketiadaan musyawarah, mufakat, serta kebiasaan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan warga sekolah membuat situasi internal semakin memanas dan puncaknya meledak saat aksi penebangan pohon dilakukan.<\/p>\n<p>Sebelum resmi dicopot, Laina Fariyani sempat membuka suara dan memberikan pembelaan terkait kebijakannya tersebut. Menurut penjelasannya, penebangan pohon berumur itu terpaksa dilakukan demi keselamatan infrastruktur sekolah.<\/p>\n<p>Kerusakan Bangunan: Akar pohon yang kian membesar dikhawatirkan merusak lantai dan fondasi gedung sekolah.<\/p>\n<p>Masalah Kebersihan &amp; Banjir: Sampah dedaunan yang menumpuk dituding menyumbat parit dan menyebabkan banjir saat hujan turun.<\/p>\n<p>Potensi Bahaya Listrik: Cabang pohon yang menjulang tinggi berisiko mengganggu instalasi kabel listrik.<\/p>\n<p>Laina juga mengklaim bahwa tindakan tersebut mengacu pada arahan penataan dari Cabdisdik Aceh Timur dan rencananya lahan yang kosong akan direvitalisasi menjadi lapangan olahraga (futsal) serta ditanami kembali dengan pohon buah-buahan yang produktif (seperti mangga dan rambutan).<\/p>\n<p>Kendati terdapat alasan infrastruktur, Kepala Cabdisdik Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, meluruskan informasi yang beredar.<\/p>\n<p>Pihaknya membenarkan adanya instruksi penataan saluran air, namun ia menyayangkan cara eksekusi kepala sekolah yang tidak berkomunikasi dengan baik serta menyembunyikan fakta bahwa warga sekolah sebenarnya menolak keras penebangan tersebut.<\/p>\n<p>Kecaman keras juga datang dari akademisi, salah satunya Antropolog Universitas Malikussaleh (Unimal), Teuku Kemal Fasya. Ia menyebut tindakan membabat habis pohon pelindung di institusi pendidikan sebagai langkah yang merusak kenyamanan belajar dan bertentangan dengan gerakan pelestarian lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Atas desakan publik, jajaran guru, siswa, serta rekomendasi dari DPRK Aceh Timur, Dinas Pendidikan Aceh bergerak cepat dengan menonaktifkan Laina Fariyani demi mengembalikan kondusivitas, ketenangan, serta kenyamanan belajar-mengajar di SMAN 1 Simpang Ulim.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175081?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH TIMUR, Infoaceh.net \u2014 Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur mengambil langkah tegas dengan mencopot Laina Fariyani SE MM dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Simpang Ulim. Keputusan krusial ini diambil menyusul gelombang aksi unjuk rasa massal dan mogok belajar yang dilakukan oleh ratusan siswa sejak Jum&#8217;at, 23 Oktober 2026. Guna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":175083,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[66211,66209,964,66206,66207,66210,66208],"class_list":["post-175081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-cabang-dinas-pendidikan-wilayah-kabupaten-aceh-timur","tag-demo-siswa","tag-dicopot","tag-kepala-sman-1-simpang-ulim","tag-laina-fariyani-se-mm","tag-mogok-belajar","tag-tebang-pohon"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/10\/IMG-20261025-WA0545.jpg?fit=1600%2C973&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=175081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175084,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175081\/revisions\/175084"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/175083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=175081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=175081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=175081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}