{"id":175346,"date":"2026-10-30T22:52:24","date_gmt":"2026-10-30T15:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=175346"},"modified":"2026-10-30T22:52:24","modified_gmt":"2026-10-30T15:52:24","slug":"usk-dan-disnak-aceh-perkuat-riset-selamatkan-sapi-aceh-dan-ternak-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/10\/30\/usk-dan-disnak-aceh-perkuat-riset-selamatkan-sapi-aceh-dan-ternak-lokal\/","title":{"rendered":"USK dan Disnak Aceh Perkuat Riset Selamatkan Sapi Aceh dan Ternak Lokal"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal (PRSATL) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Dinas Peternakan (Disnak) Aceh memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya genetik ternak lokal dan peningkatan kesehatan hewan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA).<\/p>\n<p>Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Ketua PRSATL USK, Prof Dr Ir Eka Meutia Sari MSc dan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal di Kantor Dinas Peternakan Aceh, Kamis (29\/10\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah Pejabat Fungsional Pengawas Bibit Ternak Dinas Peternakan Aceh.<\/p>\n<p>Kerja sama ini mencakup penguatan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang peternakan dan kesehatan hewan.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berupaya mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian agar dapat dikembangkan menjadi inovasi dan program aplikatif yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan sektor peternakan di Aceh.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Peternakan Aceh, Safridhal, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan peternakan yang berbasis ilmu pengetahuan, data, dan inovasi.<\/p>\n<p>Ia menyambut baik kerja sama dengan PRSATL USK tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan peternakan di Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap hasil penelitian yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lapangan, sehingga memberikan manfaat bagi petugas peternakan dan para peternak,&#8221; ujar Safridhal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua PRSATL USK, Prof Eka Meutia Sari mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan sumber daya genetik hewan (SDGH) ternak lokal Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, sejumlah ternak lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dilestarikan antara lain Sapi Aceh, Kerbau Simeulue, Kerbau Gayo dan Kuda Gayo.<\/p>\n<p>Pengembangan ternak lokal tersebut membutuhkan dukungan penelitian berkelanjutan, pengelolaan pembibitan yang terarah, peningkatan mutu genetik, serta penerapan teknologi peternakan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.<\/p>\n<p>Dalam konteks tersebut, PRSATL USK memiliki peran strategis dalam menyediakan data ilmiah, kajian teknis, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan peternakan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Dinas Peternakan Aceh berperan mendorong implementasi hasil penelitian melalui program pembinaan, pendampingan teknis, serta peningkatan kapasitas petugas dan pelaku usaha peternakan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita memiliki potensi ternak lokal yang menjadi kekayaan dan identitas Aceh. Potensi ini harus dijaga dan dikembangkan secara terencana agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,&#8221; kata Prof Eka.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, sinergi antara kegiatan riset dan pelaksanaan program di lapangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas ternak, penguatan sistem pembibitan, pelestarian sumber daya genetik, serta peningkatan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Ke depan, kolaborasi PRSATL USK dan Dinas Peternakan Aceh diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai inovasi di sektor peternakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan usaha peternakan rakyat.<\/p>\n<p>Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian plasma nutfah ternak lokal sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di Aceh.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175346?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2013 Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal (PRSATL) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Dinas Peternakan (Disnak) Aceh memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya genetik ternak lokal dan peningkatan kesehatan hewan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA). Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Ketua PRSATL USK, Prof Dr Ir Eka Meutia Sari MSc [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400001,"featured_media":175347,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[49931,66406,66405,3925],"class_list":["post-175346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-dinas-peternakan-aceh","tag-plasma-nutfah","tag-pusat-riset-sapi-aceh-dan-ternak-lokal","tag-universitas-syiah-kuala"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/10\/IMG_1026.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=175346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175348,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175346\/revisions\/175348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/175347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=175346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=175346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=175346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}