{"id":175478,"date":"2026-11-03T01:05:11","date_gmt":"2026-11-02T18:05:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=175478"},"modified":"2026-11-03T01:05:11","modified_gmt":"2026-11-02T18:05:11","slug":"uin-ar-raniry-kerja-sama-dengan-indosat-aceh-bersiap-masuk-peta-ai-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2026\/11\/03\/uin-ar-raniry-kerja-sama-dengan-indosat-aceh-bersiap-masuk-peta-ai-nasional\/","title":{"rendered":"UIN Ar-Raniry Kerja Sama dengan Indosat, Aceh Bersiap Masuk Peta AI Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggandeng PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk memperkuat ekosistem digital dan pengembangan talenta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Aceh.<\/p>\n<p>Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Ar-Raniry dan Indosat yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>MoU tersebut ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Head of Circle Sumatra PT Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, dalam rangkaian seminar terbuka bertajuk Aceh dalam Peta AI Nasional: Infrastruktur, Talenta, dan Ekosistem di Auditorium Prof Ali Hasymi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (2\/11\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria sebagai pembicara kunci.<\/p>\n<p>Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam berbagai sektor kehidupan.<\/p>\n<p>Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi transformasi digital.<\/p>\n<p>Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berpikir kritis, serta memahami aspek etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan AI.<\/p>\n<p>Dia berharap kerja sama dengan Indosat dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk meningkatkan kompetensi digital, mengembangkan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Mujiburrahman mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mengambil peran sebagai pencipta gagasan, pengembang inovasi, dan bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat harus dihadapi dengan kesiapan, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar. Mahasiswa juga diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring dengan praktisi maupun pemangku kebijakan.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, UIN Ar-Raniry ingin mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.<\/p>\n<p>Dengan kolaborasi tersebut, Aceh diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital nasional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi melalui pengembangan riset dan inovasi yang diperhitungkan di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Head of Circle Sumatra PT Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan pengembangan kecerdasan buatan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur jaringan, tetapi juga membutuhkan kesiapan talenta dan ekosistem kolaborasi.<\/p>\n<p>&#8220;AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, berbisnis, dan berinovasi. Kemajuan digital akan semakin bermakna ketika konektivitas didukung oleh talenta yang kompeten dan ekosistem kolaborasi yang kuat,&#8221; ujar Agus.<\/p>\n<p>Dia menilai Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital, didukung bonus demografi dan tingginya proporsi penduduk usia produktif.<\/p>\n<p>Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang melek digital, mampu berinovasi, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>&#8220;Indosat berkomitmen memperkuat infrastruktur dan ekosistem digital serta memberdayakan masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dalam seminar tersebut, Wamen Komdigi Nezar Patria mendorong perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam pengembangan ekosistem AI di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Nezar, Indonesia memiliki peluang untuk bersaing dalam perkembangan AI global. Namun, peluang tersebut tidak harus ditempuh dengan menciptakan model AI terbesar, melainkan melalui kemampuan mengadopsi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, peta persaingan AI dunia mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya kompetisi didominasi negara-negara besar yang berlomba mengembangkan model AI generasi terdepan (frontier AI), kini peluang juga terbuka melalui penerapan teknologi tersebut dalam berbagai sektor kehidupan.<\/p>\n<p>Pengembangan model AI mutakhir membutuhkan investasi besar, dukungan cip pemroses grafis (Graphics Processing Unit\/GPU) dalam jumlah masif, serta konsumsi energi yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi negara berkembang untuk terlibat langsung dalam kompetisi teknologi paling mutakhir.<\/p>\n<p>Namun, Nezar menilai Indonesia tidak harus memulai dari jalur yang sama. Keunggulan dapat dibangun melalui kecepatan mengadopsi AI untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong aktivitas ekonomi, dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Di perlombaan adaptasi, kita tidak start dari belakang. Kemenangan ditentukan oleh siapa yang paling berani memakai AI untuk pelayanan publik yang lebih manusiawi dan ekonomi yang lebih personal,&#8221; kata Nezar.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan empat aspek yang perlu diperhatikan Indonesia dalam membangun ekosistem AI, yakni akses terhadap teknologi dan kedaulatan digital, transformasi tata kelola pemerintahan, penguatan posisi dalam rantai nilai industri, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan dunia kerja akibat otomatisasi.<\/p>\n<p>Nezar juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap teknologi AI berkualitas tanpa ketergantungan pada satu penyedia teknologi.<\/p>\n<p>Selain itu, peningkatan keterampilan melalui program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan kompetensi (upskilling) diperlukan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.<\/p>\n<p><strong>AI untuk Pengembangan Potensi Daerah<\/strong><\/p>\n<p>Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry, Prof Muji Mulia, mengatakan Aceh perlu mengambil bagian dalam perkembangan AI nasional melalui penguatan infrastruktur, pengembangan talenta, dan pembentukan ekosistem digital.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemanfaatan AI dapat diarahkan untuk mendukung berbagai sektor di Aceh, mulai dari promosi usaha kopi dan produk lokal, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelayanan publik.<\/p>\n<p>Namun, dia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut perlu memperhatikan prinsip keadilan, keterbukaan, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab dalam penggunaannya.<\/p>\n<p>Seminar tersebut turut menghadirkan SVP Regulatory and Government Affairs PT Indosat Tbk Ajar Edi, Capability Building Lead PT Indosat Tbk Aris Budiyanto, serta Executive Director Catalyst Policy Works Wahyudi Djafar sebagai panelis.<\/p>\n<p>Melalui kerja sama UIN Ar-Raniry dan Indosat, penguatan infrastruktur digital diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan penelitian, dan lahirnya inovasi teknologi.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda Aceh untuk menguasai teknologi, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan demikian, Aceh tidak hanya menjadi pengguna teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem AI nasional.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175478?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, Infoaceh.net \u2013 Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggandeng PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk memperkuat ekosistem digital dan pengembangan talenta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Aceh. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Ar-Raniry dan Indosat yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":175479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[62230,66506,66505,4540,5926,66507,58181,5114,18066],"class_list":["post-175478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-artificial-intelligence","tag-ekosistem-digital","tag-indosat","tag-kerja-sama","tag-nezar-patria","tag-peta-nasional","tag-prof-dr-mujiburrahman-mag","tag-uin-ar-raniry","tag-wamen-komdigi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2026\/11\/IMG-20261103-WA0003.jpg?fit=1368%2C951&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=175478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175480,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/175478\/revisions\/175480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/175479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=175478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=175478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=175478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}