{"id":18755,"date":"2021-03-22T22:37:08","date_gmt":"2021-03-22T15:37:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=18755"},"modified":"2021-03-22T22:37:08","modified_gmt":"2021-03-22T15:37:08","slug":"kemenag-aceh-sebut-kepastian-haji-menunggu-keputusan-arab-saudi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/03\/22\/kemenag-aceh-sebut-kepastian-haji-menunggu-keputusan-arab-saudi\/","title":{"rendered":"Kemenag Aceh Sebut Kepastian Haji Menunggu Keputusan Arab Saudi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1442 Hijriah\/2021 Masehi hingga kini masih menunggu keputusan dari pihak kerajaan Arab Saudi.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal MSi, Senin (22\/3)<\/p>\n<p>&#8220;Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah itu keputusannya Pemerintah Saudi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Arijal mengatakan, meskipun demikian, pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan karena masa pelaksanaan ibadah haji sudah dekat.<\/p>\n<p>&#8220;Berapa persen pun diizinkan jemaah kita yang akan berangkat, pemerintah terus persiapkan haji,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Beberapa bulan yang lalu, kata Arijal, pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun kembali dihentikan karena penyebaran wabah Covid-19 di sejumlah negara yang meluas.<\/p>\n<p>Sejauh ini, menurut Arijal, pemerintah juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi jamaah haji mulai 1-31 Maret untuk tahap pertama, dan akan menyusul tahap kedua.<\/p>\n<p>&#8220;Perkembangan haji masa kini, setiap jemaah pergunakan aplikasi dan perangkat android\/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan atau istitha&#8217;ah, penggunaan IT, dan ibadah,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Drs H Arijal MSi menyampaikan sejumlah perkembangan kesiapan haji, baik di tanah air, maupun di Tanah Suci.<\/p>\n<p>Dalam apel pagi Senin (22\/3), Kabid PHU mengajak jajarannya bisa meneruskan informasi perhajian pada masyarakat, terutama jemaah atau keluarganya.<\/p>\n<p>&#8220;Di antara tugas dan fungsi (tupoksi) Kementerian Agama ialah layanan informasi dan layanan bagi jemaah haji, dan umrah,&#8221; kata Arijal dalam apel di halaman Kanwil.<\/p>\n<p>Di hadapan Kabag TU, para Kabid, para Pembimas dan peserta apel, Kabid PHU sampaikan, bahwa kira-kira dua pekan lagi kita sosong Ramadhan. Ini sama dengan kerinduan kita akan fadhilah Ramadhan akan segera kita temui.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ingin dapatkan fadhilah Ramadhan. Dekat dengan Ramadhan dekat pula dengan bulan-bulan haji,&#8221; sambung Arijal.<\/p>\n<p>Bulan haji ialah Syawal, Dzulqa&#8217;idah dan Dzulhijjah.<\/p>\n<p>Meskipun puncak haji itu, Arafah dalam Dzulhijjah, tapi persiapan haji beberapa bulan sebelum itu, sejak jemaah sebelumnya pulang.<\/p>\n<p>&#8220;Maret tahun lalu, pemerintah sudah persiapkan diri berangkat jemaah. Karena musibah mendunia, ban sigom dunia, covid-19, maka pemerintah menetapkan tidak memberangkat jemaah, karena pemerintah Arab Saudi tidak membuka pintu untuk kedatangan jemaah dari luar,&#8221; rincinya.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini, satu tahun lalu, covid-19 meradang, semua kita mengalami perubahan baik pola ibadah, sosial, ekonomi, maupun juga perubahan dalam pola kerja dan hubungan pertetanggaan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat sudah rindu dengan ibadah normal. Juga kerinduan kita akan kenormalan haji 2021 M\/1442 H. Namun kita menunggu keputusan otoritas kerajaan Saudi Arabia,&#8221; kata Arijal, yang pernah diamanahkan sebagai Kakankemenag Aceh Barat Daya dan Kakankemenag Aceh Timur.<\/p>\n<p>Sebutnya, bahwa baru-baru ini, Saudi baru saja mengganti Kementerian Haji dan Umrah. Kini urusan haji dan umrah di tangan seorang pelaksana tugas di Saudi.<\/p>\n<p>&#8220;Pun demikian otoritas haji tetap di tangan Raja. Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah itu keputusannya Pemerintah Saudi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lanjut Arijal, dalam negeri, institusi lintas terkait perhajian, misalnya Kemenag, Kemenkes, Kemenlu, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan lainnya, terus jajaki kemitraan. Juga dengan elemen di DPR.<\/p>\n<p>&#8220;Berapa persen pun diizinkan jemaah kita yang akan berangkat, pemerintah terus persiapkan haji,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan kita, mudah-mudahan jika jemaah Aceh saat berangkat, bisa tetap melalui Embarkasi Haji Aceh (BTJ),&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Beberapa bulan lalu, Saudi telah pernah mengizinkan umrah, termasuk dari nusantara. Itupun cuma bagi jemaah berusia 18-50 tahun. Lalu, karena faktor pandemi, dari beberapa negara, termasuk dari Indonesia, pengiriman jemaah pun dihentikan.<\/p>\n<p>Sambungnya, untuk musim haji ini, jemaah yang diperkirakan berangkat, semua harus sudah divaksin covid-19. Vaksinasi tahap pertama berlangsung,1-31 Maret. Dan tahap kedua berlangsung 15 hari setelah tahap pertama.<\/p>\n<p>&#8220;Perkembangan haji masa kini, setiap jemaah pergunakan aplikasi dan perangkat android\/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan, penggunaan IT, dan ibadah,&#8221; pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/18755?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1442 Hijriah\/2021 Masehi hingga kini masih menunggu keputusan dari pihak kerajaan Arab Saudi. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal MSi, Senin (22\/3) &#8220;Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-18755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/03\/IMG-20210322-WA0054.jpg?fit=672%2C456&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/18755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=18755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/18755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/18756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=18755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=18755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=18755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}