{"id":19675,"date":"2021-04-13T00:48:15","date_gmt":"2021-04-12T17:48:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=19675"},"modified":"2021-04-13T00:48:15","modified_gmt":"2021-04-12T17:48:15","slug":"masyarakat-belum-paham-muncul-stigma-negatif-terhadap-lks-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/04\/13\/masyarakat-belum-paham-muncul-stigma-negatif-terhadap-lks-di-aceh\/","title":{"rendered":"Masyarakat Belum Paham, Muncul Stigma Negatif Terhadap LKS di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Seluruh pemangku kebijakan dan semua pihak yang terlibat pada Lembaga Keuangan Syari\u2019ah (LKS) harus menyosialisasikan penerapan LKS secara lebih masif kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan keberadaan LKS di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, saat menjadi narasumber pada acara bertajuk &#8216;Peluang Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Aceh melalui Produk Lembaga Keuangan Syariah Berbasis Pemberdayaan Keluarga&#8217;, di sebuah televisi swasta daerah, Senin (12\/4).<\/p>\n<p>\u201cSistem keuangan di Aceh baru saja bertransformasi dari konvensional menjadi keuangan syari\u2019ah. Banyak masyarakat yang belum memahami prosedurnya, karena selama bertahun-tahun kita hidup dalam sistem konvensional. Karenanya, para pemangku kebijakan yang terlibat di LKS harus jemput bola, terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mensosialisasikan apa dan bagaimana LKS itu yang sebenarnya,\u201d ujar Dyah Erti.<\/p>\n<p>Dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) ini meyakini, sosialisasi masif dan menyeluruh akan membuat masyarakat paham tentang LKS secara lebih mendalam.<\/p>\n<p>\u201cKetidakpahaman masyarakat akan sistem keuangan pada LKS, memberi stigma negatif dan salah paham. Kesan yang timbul saat ini, berurusan dengan LKS itu rumit dan susah. Karena itu solusinya adalah, sosialisasi dengan bahasa sesederhana mungkin menjadi suatu hal yang penting dilakukan,\u201d kata Dyah Erti.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti berharap LKS turut membantu kebangkitan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 saat ini.<\/p>\n<p>\u201cUMKM sangat merasakan imbas Covid-19. Karenanya kami berharap para pemangku kebijakan di LKS, memberi perhatian serius sektor ini. Para penjual gorengan, kios-kios kecil, dan industri kreatif rumahan sangat membutuhkan bantuan modal usaha, tidak banyak, mungkin hanya Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta saja. Untuk kami harap, bantuan-bantuan mikro seperti ini digencarkan untuk membantu UMKM,\u201d kata Dyah Erti.<\/p>\n<p>Dyah meyakini, dengan sosialisasi yang baik, maka masyarakat akan mudah memahami dan mengerti pentingnya penerapan keuangan syariah.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah berada di jalur yang benar, maju terus pantang mundur kepada semua pihak yang terlibat di Lembaga Keuangan Syari\u2019ah. Sosialisasikan dan beri pemahaman sesederhana mungkin kepada masyarakat. Dan, kepada masyarakat, mari kita dukung bersama agar LKS dapat berjalan secara baik di Aceh, menuju kesejahteraan dunia akhirat,\u201d pungkas Dyah Erti. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/19675?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Seluruh pemangku kebijakan dan semua pihak yang terlibat pada Lembaga Keuangan Syari\u2019ah (LKS) harus menyosialisasikan penerapan LKS secara lebih masif kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan keberadaan LKS di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati, saat menjadi narasumber pada acara bertajuk &#8216;Peluang Peningkatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19676,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-19675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/04\/IMG-20210413-WA0001.jpg?fit=660%2C330&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/19675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=19675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/19675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/19676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=19675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=19675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=19675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}