{"id":22104,"date":"2021-06-02T21:16:14","date_gmt":"2021-06-02T14:16:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=22104"},"modified":"2021-06-02T21:16:14","modified_gmt":"2021-06-02T14:16:14","slug":"polisi-ringkus-pelaku-perampasan-hp-di-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/06\/02\/polisi-ringkus-pelaku-perampasan-hp-di-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Polisi Ringkus Pelaku Perampasan HP di Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil meringkus empat orang pelaku perampasan handphone yang terjadi di seputaran Taman Kota di jalan Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Senin (3\/5) silam.<\/p>\n<p>Masing \u2013 masing pelaku berinisial YSS (19) dan MOL (18) merupakan warga Kuta Alam, MH (19) warga Lambhuk dan MDA (18) warga lorong Sibayak, Seutui, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Sementara itu, hasil kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku dijual kepada LHC (34) warga Keudah yang berprofesi sebagai teknisi perbaikan HP.<\/p>\n<p>Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan penangkapan para pelaku berdasarkan laporan polisi dari orang tua korban.<\/p>\n<p>\u201cKorban bernama Faronza saat itu sedang melintasi TKP menggunakan sepeda motor. Namun secara tiba \u2013 tiba diberhentikan oleh para pelaku dengan menggunakan dua unit sepeda motor jenis Honda Beat seraya memeriksa HP yang dimilikinya,\u201d tutur AKP Ryan.<\/p>\n<p>Kemudian, saat salah satu pelaku melihat dan memeriksa HP milik korban dengan merk Vivo Y30 warna Moonstone White dan Vivo Y12 warna Aqua Blue, para pelaku langsung mengambil dan melarikan diri menggunakan sepeda motornya.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan orang tua korban, Tim Rimueng melakukan penyelidikan serta melengkapi bukti \u2013 bukti dan memeriksa saksi korban, pada hari Selasa (1\/6) berhasil melakukan penangkapan terhadap LHC (34) penadah hasil kejahatan yang dilakukan oleh pelaku di Keudah, Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201cSaat dilakukan pemeriksaan terhadap LHC, ia mengakui HP yang dibeli dari salah satu pelaku kejahatan seharga Rp 2 juta untuk dua unit HP tersebut. Kemudian setelah dilakukan pembobolan password, pelaku LHC menjual kembali kepada masyarakat dengan harga standar serta menggunakan kotak palsu,\u201d sebut Kasatreskrim.<\/p>\n<p>Saat polisimenanyakan ciri \u2013 ciri pelaku dan kenal dengan pelaku, ia menyebutkan kenal dan menyebutkan identitas pelaku yang menjual HP dari hasil kejahatan.<\/p>\n<p>Setelah memiliki data akurat, lanjut Kasatreskrim, Tim Rimueng yang dipimpin Ipda Pulung Nur Hidayatullah berhasil meringkus satu persatu para pelaku di rumahnya masing \u2013 masing, Rabu (2\/6) dinihari.<\/p>\n<p>Selain pelaku, Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh juga mengamankan berupa barang bukti hasil aksi perampasan yang dilakukan pelaku serta alat bantu berupa dua unit sepeda motor jenis Honda Beat.<\/p>\n<p>\u201cAda dua unit handphone yang turut diamankan yaitu Handphone Android merk Vivo Y12 dan Vivo Y30,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Banda Aceh guna dilakukan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan Pasal 368 ayat (I) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/22104?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil meringkus empat orang pelaku perampasan handphone yang terjadi di seputaran Taman Kota di jalan Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Senin (3\/5) silam. Masing \u2013 masing pelaku berinisial YSS (19) dan MOL (18) merupakan warga Kuta Alam, MH (19) warga Lambhuk dan MDA [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22105,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-22104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/06\/IMG-20210602-WA0060.jpg?fit=554%2C554&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/22104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=22104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/22104\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/22105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=22104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=22104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=22104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}