{"id":23299,"date":"2021-06-23T19:14:40","date_gmt":"2021-06-23T12:14:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=23299"},"modified":"2021-06-23T19:22:10","modified_gmt":"2021-06-23T12:22:10","slug":"ma-hukum-ayah-perkosa-anak-kandung-di-aceh-besar-200-bulan-penjara-setelah-dibebaskan-ms-jantho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/06\/23\/ma-hukum-ayah-perkosa-anak-kandung-di-aceh-besar-200-bulan-penjara-setelah-dibebaskan-ms-jantho\/","title":{"rendered":"MA Hukum Ayah Perkosa Anak Kandung di Aceh Besar 200 Bulan Penjara Setelah Dibebaskan MS Jantho"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar atas dibebaskannya terdakwa ayah pemerkosa anak kandung oleh Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah (MS) Jantho beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Hakim MA membatalkan putusan MS Jantho tersebut dan memvonis ayah pemerkosa anak di Lhoknga, Aceh Besar, berinisial M dengan hukuman 200 bulan atau sekitar 16 tahun 6 bulan penjara.<\/p>\n<p>&#8220;Putusan terdakwa yang dibebaskan oleh MS Jantho dibatalkan oleh Mahkamah Agung, dan permohonan kasasi dari penuntut umum dikabulkan dengan pidana penjara 200 bulan,&#8221; kata JPU Kejari Aceh Besar, Muhadir saat dimintai konfirmasi, Rabu (23\/6) seperti dilansir dari detikcom.<\/p>\n<p>Muhadir termasuk salah satu JPU yang menangani kasus itu hingga pengajuan kasasi. Namun saat ini dia sudah bertugas di Kejari Bireuen.<\/p>\n<p>Menurut Muhadir, jaksa menerima pemberitahuan putusan kasasi pada Selasa (22\/6). Namun jaksa belum menerima putusan lengkap. &#8220;Dua hari ke depan sudah diterima oleh JPU Jantho,&#8221; jelas Muhadir.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Aceh Besar Wahyu Ibrahim, membenarkan adanya putusan kasasi tersebut. Dia menyebut, JPU bakal segera menindaklanjutinya. &#8220;Segera kita eksekusi Insyaallah,&#8221; ujar Wahyu saat dikonfirmasi terpisah.<\/p>\n<p>Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur itu diduga dilakukan ayah kandung korban berinisial MA dan paman korban, DP. Kedua terdakwa diadili dalam berkas terpisah.<\/p>\n<p>Dalam persidangan, jaksa menuntut MA dan DP dengan hukuman 200 bulan penjara. Namun hakim menjatuhkan vonis berbeda untuk keduanya.<\/p>\n<p>Majelis hakim MS Jantho memvonis bebas MA dan memerintahkan dia dikeluarkan dari penjara. Hakim berpendapat, MA tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah &#8216;Pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram&#8217; atau &#8216;pelecehan seksual terhadap anak&#8217; sebagaimana dalam dakwaan pertama ataupun kedua.<\/p>\n<p>&#8220;Membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum; Memulihkan hak terdakwa (rehabilitasi) dalam kemampuan, kedudukan dan martabatnya,&#8221; ketuk hakim, Selasa (30\/3) lalu. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23299?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar atas dibebaskannya terdakwa ayah pemerkosa anak kandung oleh Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah (MS) Jantho beberapa waktu lalu. Hakim MA membatalkan putusan MS Jantho tersebut dan memvonis ayah pemerkosa anak di Lhoknga, Aceh Besar, berinisial M dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23300,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-23299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/06\/IMG_20210623_191343.jpg?fit=257%2C453&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=23299"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23299\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/23300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=23299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=23299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=23299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}