{"id":23532,"date":"2021-06-28T01:30:54","date_gmt":"2021-06-27T18:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=23532"},"modified":"2021-06-28T01:30:54","modified_gmt":"2021-06-27T18:30:54","slug":"pemerintah-aceh-selesaikan-persoalan-39-segmen-batas-kabupaten-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/06\/28\/pemerintah-aceh-selesaikan-persoalan-39-segmen-batas-kabupaten-kota\/","title":{"rendered":"Pemerintah Aceh Selesaikan Persoalan 39 Segmen Batas Kabupaten\/Kota"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Pemerintah Aceh bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil menyelesaikan persoalan segmen batas daerah di sejumlah Kabupaten\/Kota di Aceh. Penyelesaian itu ditandai dengan penandatanganan berita acara dan peta kesepakatan antarkepala daerah kabupaten\/kota di wilayah Aceh di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jum&#8217;at (25\/6).<\/p>\n<p>Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Syakir, dalam keterangannya Sabtu (26\/6) menyebutkan, penandatanganan itu dilakukan saat Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Segmen Batas Daerah di Jakarta.<\/p>\n<p>Syakir menjelaskan, penyelesaian persoalan segmen batas daerah di Aceh dilakukan menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar segmen batas daerah di Indonesia yang jumlahnya tersisa 311 dari 900 lebih segera diselesaikan.<\/p>\n<p>Khusus Aceh yang memiliki 39 segmen batas, pada 25 Juni 2021 telah disepakati 20 segmen untuk ditetapkan melalui Permendagri, karena sebelumnya 16 segmen telah ditetapkan Permendagri &amp; 3 segmen dlm proses finalisasi Permendagri.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah ke 39 batas kabupaten\/kota di Aceh telah tuntas semua, berkat dukungan semua pihak khususnya para bupati\/walikota dan arahan Bapak Gubernur,\u201d kata Syakir.<\/p>\n<p>Syakir juga menambahkan, dalam kegiatan yang berlangsung di Kemendagri itu, Mendagri melalui Plh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Dr Suhajar Diantoro menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian persoalan segmen batas daerah di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah juga, keberhasilan penyelesaian persoalan segmen batas daerah di Aceh mendapat apresiasi dari Kemendagri,\u201d ujar Syakir.<\/p>\n<p>Sebelumnya Mendagri telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan segmen batas daerah. Tim tersebut selanjutnya diturunkan langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan.<\/p>\n<p>Adapun segmen batas daerah di Aceh yang berhasil diselesaikan yaitu: Aceh Tengah \u2013 Bireuen, Aceh Timur \u2013 Aceh Tamiang, Aceh Timur \u2013 Kota Langsa, Aceh Barat \u2013 Aceh Tengah, Aceh Tamiang \u2013 Langsa.<\/p>\n<p>Kemudian Banda Aceh \u2013 Aceh Besar, Pidie \u2013 Aceh Tengah, Aceh Barat \u2013 Aceh Jaya, Aceh Timur \u2013 Aceh Tengah, Aceh Besar \u2013 Aceh Jaya, Aceh Barat \u2013 Nagan Raya<\/p>\n<p>Nagan Raya \u2013 Aceh Tengah, Aceh Barat \u2013 Pidie, Bener Meriah \u2013 Aceh Tengah, Aceh Utara \u2013 Lhokseumawe, Aceh Timur &#8211; Bener Meriah, Aceh Utara &#8211; Bener Meriah, Bireuen \u2013 Bener Meriah, Aceh Besar \u2013 Pidie. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23532?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Pemerintah Aceh bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil menyelesaikan persoalan segmen batas daerah di sejumlah Kabupaten\/Kota di Aceh. Penyelesaian itu ditandai dengan penandatanganan berita acara dan peta kesepakatan antarkepala daerah kabupaten\/kota di wilayah Aceh di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jum&#8217;at (25\/6). Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Syakir, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23533,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-23532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/06\/IMG-20210628-WA0003.jpg?fit=660%2C330&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=23532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/23532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/23533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=23532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=23532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=23532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}