{"id":2448,"date":"2020-04-08T21:46:04","date_gmt":"2020-04-08T14:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=2448"},"modified":"2020-04-08T21:46:07","modified_gmt":"2020-04-08T14:46:07","slug":"idi-aceh-hasil-rapid-test-belum-tentu-positif-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/04\/08\/idi-aceh-hasil-rapid-test-belum-tentu-positif-covid-19\/","title":{"rendered":"IDI Aceh: Hasil Rapid Test Belum Tentu Positif Covid-19"},"content":{"rendered":"\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes Sp.OT<\/h6>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh sangat menyesalkan penyebaran informasi yang menyebutkan seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, positif Coronavirus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sehubungan dengan maraknya beredar pesan WhatsApp terkait seorang dokter spesialis yang positif Covid-19 hasil rapid test di Aceh Utara, IDI Wilayah Aceh menyampaikan sangat menyesalkan penyebaran informasi tersebut,&#8221; ujar Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes Sp.OT, Rabu (8\/4).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Safrizal, informasi tersebut sangat merugikan sejawat yang bersangkutan dan meresahkan masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditegaskannya, hasil pemeriksaan rapid test positif bukan berarti pasien terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, melainkan perlu tahapan pemeriksaan lanjutan yaitu swab tenggorokan dan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Bahwa selama ini, banyak pasien yang positif rapid test, namun justru negatif saat dilakukan pemeriksaaan swab tenggorokan dan RT-PCR,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan tersebut, dr. Safrizal Rahman juga meminta kepada aparat kepolisian melakukan upaya peringatan, bila perlu melakukan proses hukum terhadap mereka yang menyebarkan informasi tersebut ke ranah publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kejadian ini dapat berdampak pada dokter yang merupakan benteng utama dalam berjuang melawan wabah Covid-19,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua IDI Wilayah Aceh menjelaskan, sekitar 80-85% pasien terindikasi Covid-19 tidak bergejala, berarti sebenarnya banyak pasien Covid-19 di masyarakat yang bila dilakukan test akan positif, meskipun tanpa keluhan dan mereka malah membawa serta menyebarkan virus tersebut kemana-mana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Inilah dasar kenapa Pemerintah kita justru meminta masyarakat untuk tetap di rumah dengan aturan pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing),&#8221; sebut Safrizal seraya menambahkan terkena Covid-19 bukanlah aib, sehingga tidak perlu menimbulkan keresahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disebutkannya, IDI Wilayah Aceh juga mendukung sepenuhnya setiap program pemerintah dalam upaya menghadapi wabah Wovid-19 ini. (m)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2448?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes Sp.OT Banda Aceh &#8212; Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh sangat menyesalkan penyebaran informasi yang menyebutkan seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, positif Coronavirus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test. &#8220;Sehubungan dengan maraknya beredar pesan WhatsApp terkait seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2449,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/04\/whatsapp-image-2020-04-08-at-214427.jpeg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=2448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/2448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/2449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=2448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=2448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=2448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}