{"id":24772,"date":"2021-07-25T22:37:31","date_gmt":"2021-07-25T15:37:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=24772"},"modified":"2021-07-25T22:37:31","modified_gmt":"2021-07-25T15:37:31","slug":"who-nilai-kasus-covid-19-aceh-paling-rendah-ditandai-kuning-di-peta-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/07\/25\/who-nilai-kasus-covid-19-aceh-paling-rendah-ditandai-kuning-di-peta-indonesia\/","title":{"rendered":"WHO Nilai Kasus Covid-19 Aceh Paling Rendah, Ditandai Kuning di Peta Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2014 Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), menilai kasus kumulatif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh periode 15 \u2013 21 Juli 2021 paling rendah di Indonesia. Aceh satu-satunya daerah yang ditandai warna kuning pada peta Indonesia dalam Situation Report-64 WHO terbaru, tanggal 21 Juli 2021.<\/p>\n<p>\u201cWHO membuat klasifikasi kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 Indonesia periode 15 \u2013 21 Juli 2021 dalam tiga kelas warna, kuning, oranye dan warna merah,\u201d ujar Juru Bicara Sagas Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Minggu (25\/7).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, warna kuning untuk kumulatif 101 \u2013 500 kasus, warna oranye 501 \u2013 1000 kasus, dan warna merah lebih dari 1000 kasus. Aceh satu-satunya daerah yang diwarnai kuning. Sulawesi Barat, Gorontalo dan Maluku warna oranye. Tiga puluh provinsi lainnya berwarna merah.<\/p>\n<p>Kemudian, Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menuturkan, meski apa yang dimuat dalam laporan WHO itu merupakan situasi Pandemi Covid-19 sepekan silam namun patut diketahui publik. Capaian tersebut hasil ikhtiar masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro Aceh dan PPKM skala Mikro Level 4 Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Selama PPKM Mikro berlangsung, ruang gerak sosial dibatasi baik di birokrasi dengan work from home (WFH), pembatasan kegiatan pada malam hari maupun penyekatan-penyekatan di titik tertentu. Semua pembatasan kegiatan tersebut semata-mata untuk memutuskan rantai penularan virus corona dan peningkatan kasus Covid-19 di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPengorbanan kita mengurangi aktifitas sosial maupun mobilitas antardaerah terbukti tidak sia-sia, WHO mencatat kasus akumulatif Covid-19 Aceh paling rendah di Indonesia dalam periode PPKM Mikro, 3 \u2013 20 Juli 2021,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selanjutnya SAG menambahkan, apa pun keputusan pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19, termasuk pembatasan kegiatan masyarakat, selayaknya diikuti demi kemaslahatan bersama. Selanjutnya, masyarakat tetap melanjutkan perilaku normal baru (new normal) dengan mentaati protokol kesehatan, dan melakukan vaksinasi Covid-19 sesegera mungkin.<\/p>\n<p>Selanjutnya ia melaporkan kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh yang telah mencapai 21.781 orang, per 25 Juli 2021. Jumlah penderita yang sedang dirawat dan menjalani isolasi mandiri di rumah sebanyak 4.355 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak 16.422 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif mencapai 941 orang.<\/p>\n<p>Data kasus Covid-19 tersebut sudah termasuk kasus positif baru harian yang bertambah lagi sebanyak 200 orang, pasien yang sembuh 47 orang dan penderita meninggal dunia yang bertambah lima orang di Aceh.<\/p>\n<p>Penderita baru meliputi warga Banda Aceh mencapai 105 orang, Aceh Besar 28 orang, Aceh Tengah 16 orang, warga Aceh Utara dan Pidie, sama-sama 6 orang. Kemudian warga Bireuen 5 orang, Sabang 4 orang, warga Nagan Raya, Aceh Barat Daya dan warga Aceh Timur, masing-masing 3 orang.<\/p>\n<p>Selanjutnya warga Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Langsa, Lhokseumawe, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan dan warga Subulussalam sama-sama 2 orang. Sedangkan warga Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Simeulue, masing-masing 1 orang.<\/p>\n<p>Sementara pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 47 orang, meliputi warga Bireuen 10 orang, Banda Aceh dan Aceh Besar sama-sama 9 orang. Warga Aceh Tamiang 8 orang, Pidie 7 orang, warga Pidie Jaya dan Sabang masing-masing 2 orang.<\/p>\n<p>Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi lima orang. Kelimanya yakni warga Pidie 2 orang, warga Aceh Tamiang, Bireuen dan warga Sabang, masing-masing 1 orang. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24772?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2014 Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), menilai kasus kumulatif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh periode 15 \u2013 21 Juli 2021 paling rendah di Indonesia. Aceh satu-satunya daerah yang ditandai warna kuning pada peta Indonesia dalam Situation Report-64 WHO terbaru, tanggal 21 Juli 2021. \u201cWHO membuat klasifikasi kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24773,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/07\/IMG-20210725-WA0029.jpg?fit=1599%2C695&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=24772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/24773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=24772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=24772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=24772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}