{"id":24854,"date":"2021-07-27T20:00:52","date_gmt":"2021-07-27T13:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=24854"},"modified":"2021-07-27T20:00:52","modified_gmt":"2021-07-27T13:00:52","slug":"profil-akidi-tio-pengusaha-asal-aceh-penyumbang-rp-2-triliun-untuk-warga-sumsel-terdampak-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/07\/27\/profil-akidi-tio-pengusaha-asal-aceh-penyumbang-rp-2-triliun-untuk-warga-sumsel-terdampak-covid-19\/","title":{"rendered":"Profil Akidi Tio, Pengusaha Asal Aceh Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG<\/b> &#8212; Keluarga almarhum Akidi Tio menyumbangkan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).<\/p>\n<p>Keluarga Akidi Tio terkenal dengan kedermawanannya. Mereka sering membantu warga yang kesulitan, khususnya saat pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>Lalu, siapa sebenarnya Akidi Tio?<\/p>\n<p>Prof dr Hardi Darmawan, dokter dari keluarga Akidi mengatakan, almarhum Akidi merupakan pengusaha asal Kota Langsa, Aceh, yang bergerak di bidang kontainer.<\/p>\n<p>Akidi mempunyai tujuh orang anak, di mana enam di antaranya tinggal di Jakarta dan satu di Palembang. Semua anak Akidi berprofesi sebagai pengusaha.<\/p>\n<p>Selama hidup, Akidi selalu berpesan kepada anak-anaknya agar selalu membantu masyarakat miskin.<\/p>\n<p>&#8220;Mendiang bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya, jika sukses dalam bidang usaha apa pun agar membantu orang miskin. Almarhum itu pengusaha di bidang pembesian dan kontainer,&#8221; kata Hardi, saat menyerahkan bantuan Rp 2 triliun di Mapolda Sumsel, Senin (26\/7\/2021).<\/p>\n<p>Hardi menjelaskan, bantuan ini bukan kali pertama diberikan keluarga Akidi.<\/p>\n<p>Selama pandemi Covid-19, keluarga almarhum selalu membantu warga yang terdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi memang bantuan itu tidak pernah di-publish (dipublikasikan). Keluarga ini sering membantu warga yang isolasi mandiri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pernah tinggal di Palembang<\/p>\n<p>Selain karena kedermawanannya, keluarga Akidi tergerak membantu warga Sumsel lantaran dulunya almarhum pernah tinggal di Palembang.<\/p>\n<p>Ikatan tersebut membuatnya menyumbang dana bantuan yang begitu fantastis.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga kaget saat ditelpon anaknya untuk menyerahkan bantuan ini, karena memang nilainya besar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, keluarga mendiang Akidi Tio, pengusaha asal Kota Langsa, Aceh menarik perhatian publik.<\/p>\n<p>Pasalnya, mereka menyumbangkan Rp 2 triliun untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).<\/p>\n<p>Bantuan tersebut diberikan keluarga mendiang Akidi Tio melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan.<\/p>\n<p>Keluarga konglomerat itu menyumbangkan jumlah yang fantastis karena Akidi Tio pernah tinggal di Palembang.<\/p>\n<p>Ada peran sahabat lama<\/p>\n<p>Mengutip <a href=\"http:\/\/TribunSumsel.com\">TribunSumsel.com<\/a>, bantuan Rp 2 triliun tersebut diberikan kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, bantuan itu diberikan kepada Irjen Eko Indra Heri secara pribadi. Bukan dalam kapasitas dia sebagai Kapolda Sumsel.<\/p>\n<p>Kisah itu berawal saat Eko bertugas di Kota Langsa pada 1990, ia bertemu dengan seorang penjual es, Johan alias Ahok.<\/p>\n<p>Johan merupakan keturunan Tionghoa Palembang yang menetap di kawasan Veteran.<\/p>\n<p>Dia merupakan putra dari Akidi Tio.<\/p>\n<p>Pertemanan antara Eko dan Johan berlanjut hingga terjalin seperti saudara.<\/p>\n<p>Sekira 12 tahun lalu, Akidi Tio meninggal dunia, kemudian Johan juga meninggal.<br \/>\nHubungan dengan Eko pun sempat terputus.<\/p>\n<p>Sering berjalannya waktu, keluarga Akidi Tio menjadi orang kaya.<\/p>\n<p>Akidi Tio mempercayai Prof dr Hardi Darmawan sebagai dokter keluarga selama 48 tahun.<\/p>\n<p>Kepada Hardi, keluarga Akidi mengungkapkan keinginan untuk memberi bantuan, tetapi tidak tahu bagaimana caranya.<\/p>\n<p>Digelarlah rapat keluarga. Hasil rapat, bantuan akan diberikan kepada orang yang dipercaya.<\/p>\n<p>Orang itu adalah Irjen Pol Eko Indra Heri, yang sekarang menjabat Kapolda Sumsel.<\/p>\n<p>Kapolda Kaget<\/p>\n<p>Eko mengaku kaget saat mengetahui nominal bantuan yang akan diberikan keluarga mendiang Akidi Tio.<\/p>\n<p>&#8220;Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi saya yakin kalau manah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, Insyaallah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya,&#8221; ungkap Eko dilansir TribunSumsel.com.<\/p>\n<p>Eko menuturkan, dirinya hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.<\/p>\n<p>Kendati demikian, ia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan Covid-19, termasuk masyarakat terdampak pandemi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya hanya makelar kebaikan saja, terkait alokasi nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan steakholder terkait lainnya,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Dikenal dermawan<\/p>\n<p>Hardi menjelaskan, Akidi Tio adalah seorang pengusaha sukses di bidang pembangunan dan kontraktor.<\/p>\n<p>Semasa hidup, Akidi Tio kerap memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.<\/p>\n<p>Kebiasaan itu juga diwariskan kepada tujuh anaknya yang kini juga sukses menjadi pengusaha dan mayoritas menetap di Jakarta.<\/p>\n<p>Keluarga Akidi Tio juga kerap memberikan bantuan rutin ke masyarakat.<\/p>\n<p>Mereka melakukan itu tanpa ada publikasi ke media.<\/p>\n<p>&#8220;Bahkan sebelum pandemi mereka juga sering membantu, misalnya panti-panti jompo di Palembang ini banyak yang dibantunya. Apalagi dalam pandemi ini, jelas sekali banyak orang kesusahan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Bahkan, kata Hardi, sudah banyak bantuan yang diberikan oleh keluarga mendiang Akidi Tio dalam penanganan Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti kepada orang-orang yang melakukan isolasi mandiri, mereka banyak membantu misalnya kirim makanan. Hanya saja memang tidak dipublikasi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Usaha keluarga Akidi Tio<\/p>\n<p>Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, mendiang Akidi Tio merupakan pengusaha yang salah satunya bergerak di bidang kontainer.<\/p>\n<p>Akidi Tio mempunyai tujuh orang anak.<\/p>\n<p>Di mana enam di antaranya tinggal di Jakarta dan satu di Palembang.<\/p>\n<p>Semua anak Akidi Tio merupakan pengusaha.<\/p>\n<p>Kepada anaknya, Akidi selalu memberikan pesan agar membantu warga kurang mampu.<\/p>\n<p>&#8220;Mendiang Bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya, jika suskes dalam bidang usaha apapun agar membantu orang miskin.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Almarhum itu pengusaha di bidang pembesian dan kontainer,&#8221; kata Hardi. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24854?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG &#8212; Keluarga almarhum Akidi Tio menyumbangkan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel). Keluarga Akidi Tio terkenal dengan kedermawanannya. Mereka sering membantu warga yang kesulitan, khususnya saat pandemi Covid-19. Lalu, siapa sebenarnya Akidi Tio? Prof dr Hardi Darmawan, dokter dari keluarga Akidi mengatakan, almarhum Akidi merupakan pengusaha asal Kota Langsa, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24855,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-24854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/07\/IMG-20210727-WA0028.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=24854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/24854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/24855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=24854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=24854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=24854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}