{"id":25127,"date":"2021-08-02T14:52:13","date_gmt":"2021-08-02T07:52:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=25127"},"modified":"2021-08-02T14:52:13","modified_gmt":"2021-08-02T07:52:13","slug":"greysia-apriyani-rebut-medali-emas-pertama-indonesia-di-olimpiade-tokyo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/08\/02\/greysia-apriyani-rebut-medali-emas-pertama-indonesia-di-olimpiade-tokyo\/","title":{"rendered":"Greysia\/Apriyani Rebut Medali Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo"},"content":{"rendered":"<p><b>TOKYO<\/b> &#8212; Ganda putri Greysia Polii\/Apriyani Rahayu merebut medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan Chen Qing Chen\/Jia Yi Fan 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2\/8).<\/p>\n<p>Greysia\/Apriyani tampil luar biasa untuk melawan unggulan kedua Olimpiade Tokyo dan merebut medali emas pertama Indonesia.<\/p>\n<p>Defense dan permainan bola depan Greysia\/Apriyani sukses membawa ganda putri Indonesia sempat memimpin hingga 4-1 di awal gim pertama.<\/p>\n<p>Greysia\/Apriyani kemudian menjauh 7-3 berkat pengamatan bola yang cerdas setelah pukulan ganda China keluar arena lapangan.<\/p>\n<p>Perolehan poin Greysia\/Apriyani tersendat setelah Chen\/Jia mendekat 8-7 lewat permainan agresif. Greysia\/Apriyani kemudian menutup interval 11-8 setelah smes Chen menyangkut net.<\/p>\n<p>Laga semakin sengit setelah Chen\/Jia menyamakan kedudukan 11-11 setelah Greysia\/Apriyani tiga kali melakukan kesalahan rotasi posisi. Namun, ganda Indonesia kembali menjauh 13-11 setelah raket Jia sempat patah dan smes Apriyani membuat ganda China kesulitan.<\/p>\n<p>Selisih empat poin pada 16-12 membuat Greysia\/Apriyani sedikit di atas angin. Chen\/Jia sempat mendekat 14-16, tapi Greysia\/Apriyani tetap tenang dan kembali menjauh 18-14.<\/p>\n<p>Di poin-poin kritis Greysia\/Apriyani sempat lengah hingga Chen\/Jia mendekat 17-19. Titik balik bagi ganda Indonesia terjadi saat smes Jia menyangkut net hingga posisi game point 20-18.<\/p>\n<p>Greysia\/Apriyani akhirnya merebut gim pertama 21-19 setelah pukulan Chen keluar.<\/p>\n<p>Di awal gim kedua Greysia\/Apriyani kembali tampil baik dengan unggul 3-1. Momen luar biasa Greysia\/Apriyani terjadi saat merebut poin 5-2 setelah pertahanan ganda putri Indonesia itu tidak mampu ditembus Chen\/Jia.<\/p>\n<p>Perlahan Greysia\/Apriyani sempat menjauh 8-3, tapi kemudian Chen\/Jia mendekat hingga 6-8. Lagi-lagi Greysia\/Apriyani mampu bangkit dan memimpin 11-7 saat interval setelah Chen beberapa kali melakukan kesalahan.<\/p>\n<p>Usai interval Greysia\/Apriyani sudah bisa bermain lebih tenang dan memiliki keunggulan cukup besar hingga 15-9 karena Chen\/Jia lebih sering melakukan kesalahan sendiri.<\/p>\n<p>Greysia\/Apriyani terus memimpin jauh hingga 19-10 karena permainan sabar yang luar biasa. Padahal di satu titik Greysia sempat mengganti raket karena senarnya putus.<\/p>\n<p>Chen\/Jia sempat mendekat 14-19, tapi Greysia\/Apriyani kemudian memastikan kemenangan 21-15 setelah pukulan Jia melebar.<\/p>\n<p>Greysia\/Apriyani akhirnya mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama Indonesia yang merebut medali emas Olimpiade sekaligus memberi emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (IA\/CNN Indonesia)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25127?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TOKYO &#8212; Ganda putri Greysia Polii\/Apriyani Rahayu merebut medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan Chen Qing Chen\/Jia Yi Fan 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2\/8). Greysia\/Apriyani tampil luar biasa untuk melawan unggulan kedua Olimpiade Tokyo dan merebut medali emas pertama Indonesia. Defense dan permainan bola depan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25128,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-25127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/08\/IMG-20210802-WA0011.jpg?fit=650%2C366&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=25127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/25128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=25127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=25127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=25127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}