{"id":25134,"date":"2021-08-02T16:10:18","date_gmt":"2021-08-02T09:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=25134"},"modified":"2021-08-02T16:12:43","modified_gmt":"2021-08-02T09:12:43","slug":"memalukan-sumbangan-rp-2-triliun-dari-pengusaha-asal-aceh-ke-sumsel-ternyata-bohong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/08\/02\/memalukan-sumbangan-rp-2-triliun-dari-pengusaha-asal-aceh-ke-sumsel-ternyata-bohong\/","title":{"rendered":"Memalukan, Sumbangan Rp 2 Triliun dari Pengusaha Asal Aceh ke Sumsel Ternyata Bohong"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG<\/b> &#8212; Akhirnya heboh soal uang sumbangan Rp 2 triliun dari Almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Kota Langsa, Aceh ke Polda Sumatera Selatan untuk penanganan Covid-19 memasuki babak akhir.<\/p>\n<p>Heriyanti anak bungsu Akidi Tio dibawa ke Polda Sumsel. Kuat dugaan Heriyanti akan menjadi tersangka kasus hoax uang Rp 2 Triliun.<\/p>\n<p>Saat ini Heriyanti telah berada di Mapolda Sumsel dan langsung dibawa ke ruangan pemeriksaan<\/p>\n<p>Sumbangan Rp 2 Triliun itu diduga pepesan kosong atau yang belakangan sering diistilahkan dengan Prank.<\/p>\n<p>Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio dijemput langsung Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel Senin (2\/8\/2019).<\/p>\n<p>Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas.<\/p>\n<p>Menggunakan batik biru dengan celana panjang hitam, Heriyanti berusaha menghindari awak media dengan terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.<\/p>\n<p>Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. &#8220;Nanti saja ya,&#8221; ujarnya seperti dilansir dari Tribunsumsel.com.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, Heriyanti masih berada di Mapolda Sumsel.<\/p>\n<p>Setelah Heriyanti tiba, giliran Prof Hardi tiba di Mapolda Sumsel. Prof Hardi dijemput oleh Dirintelkam Kombes Pol Ratno Kuncoro.<\/p>\n<p>Kombes Ratno dalam saat menggiring Prof Hardy sempat bertanya ke Profesor Hardy tentang duduk perkaranya.<\/p>\n<p>Profesor Hardy menjelaskan Heriyati berjanji tapi sampai saat ini uang itu belum juga ada.<\/p>\n<p>Kemungkinan besar Heriyati bakal jadi tersangka.<\/p>\n<p>Awal Mula Hibah 2 Triliun<\/p>\n<p>Kasus ini bermula saat Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp 2 Triliun, Senin (26\/7\/2021).<\/p>\n<p>Bantuan ini diberikan oleh keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan<\/p>\n<p>Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044\/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.<\/p>\n<p>&#8220;Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Bantuan berupa uang sebesar Rp. 2 triliun,&#8221; ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.<\/p>\n<p>Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepada dirinya bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19.<\/p>\n<p>Meski Kapolda sendiri tak menampik sempat sedikit dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan.<\/p>\n<p>&#8220;Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi saya yakin kalau amanah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, InsyaAllah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya,&#8221; ujar Kapolda.<\/p>\n<p>Terkait alokasi, Kapolda mengatakan, nantinya akan dibentuk tim ahli yang akan mengalokasikan dana bantuan tersebut sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p>Kapolda menyebut dirinya hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke pemprov sumsel.<\/p>\n<p>Namun ia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan covid-19 termasuk masyarakat terdampak pandemi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya hanya makelar kebaikan saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan steakholder terkait lainnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi covid-19 ini.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti bagaimana masyarakat mencegah COVID-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya, apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Makanya nanti harus ada komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Awal Kecurigaan<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/Tribunsumsel.com\">Tribunsumsel.com<\/a> menyambangi kediaman Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio yang tinggal di salah satu kawasan Kecamatan Ilir Timur I, Sabtu (31\/7\/2021).<\/p>\n<p>Dari pantauan di lapangan sejak pukul 09.00 WIB rumah Heriyanti dalam keadaan sepi.<\/p>\n<p>Hanya terlihat sedikit aktivitas penghuni rumah yang sesekali keluar dari pintu teras samping untuk mengambil sesuatu dari halaman depan.<\/p>\n<p>Baru sekira pukul 11.58 WIB Heriyanti terlihat turun dari mobil Daihatsu Sigra warna hitam dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah.<\/p>\n<p>Menggunakan kemeja biru tua lengkap dengan masker, langkah Heriyanti jadi begitu cepat saat wartawan berusaha mendekatinya.<\/p>\n<p>Seorang pria paruh baya juga bergegas menutup pintu pagar depan di rumah bercat coklat ini.<\/p>\n<p>Alhasil tidak ada statemen yang berhasil diperoleh dari Heriyanti.<\/p>\n<p>Pantauan di lapangan rumah keluarga Heriyanti anak bungsu Akidi Tio yang tinggal di kawasan Jl Tugu Mulyo Kecamatan IT I Palembang terlihat tidak ada aktivitas sama sekali yang mencolok di rumah berlantai dua tersebut.<\/p>\n<p>Selain itu, kondisi rumah gelap. Lampu penerangan di kediaman Heriyanti tidak ada yang menyala. Semua lampu baik teras rumah maupun di dalam rumah padam.<\/p>\n<p>Warga sekitar sendiri, tidak mengetahui secara pasti keluarga mendiang Akidi Tio tersebut, dan selama ini tidak terlalu terbuka.<\/p>\n<p>&#8220;Nunggu apa mas,&#8221; tanya salah satu warga kepada sejumlah wartawan yang ada di lokasi, yang langsung berlalu mengetahui yang ditanya wartawan.<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Usman salah satu penjaga keamanan kampung, jika keluarga Heriyanti tinggal bersama sang suami (Rudi Sutadi) dan seorang anaknya.<\/p>\n<p>&#8220;Iya, mereka tinggal bertiga selama ini,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, dari pantauan, Sabtu (31\/7\/2021) sekira pukul 14.56 WIB, nampak seorang pria yang mengaku bernama Darwin (45) keluar dari kediaman Heriyanti di kawasan Kecamatan Ilir Timur I Palembang.<\/p>\n<p>Darwin mengaku sebagai pekerja yang baru beberapa bulan bekerja di kediaman Heriyanti.<\/p>\n<p>Lagi tidak ada orang di rumah,&#8221; kata Darwin sembari berusaha mengunci pagar besi dengan gembok yang dibawanya dari dalam rumah.<\/p>\n<p>Padahal sebelumnya, wartawan melihat langsung Heriyanti terlihat turun dari mobil Daihatsu Sigra warna hitam dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah pada pukul 11.32 WIB.<\/p>\n<p>Selanjutnya dari pantauan di lapangan, Heriyanti sama sekali tidak keluar dari rumahnya.<\/p>\n<p>Saat disampaikan terkait pantauan tersebut, Darwin sempat terdiam sesaat dan tak lama kemudian kembali menegaskan bahwa tidak ada orang di dalam rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Ibu pergi dari pagi, belum pulang,&#8221; ucapnya sembari terus berusaha mengunci pagar dari luar.<\/p>\n<p>Setelah berhasil, Darwin lantas pergi meninggalkan kediaman Heriyanti dengan menggunakan sepeda motornya.<\/p>\n<p>&#8220;Wah saya tidak tahu apa-apa. Sudah ya, saya mau pulang. Saya cuma kerja bantu memperbaiki rumah. Kalau ada yang rusak-rusak, ya saya perbaiki,&#8221; ucap Darwin seraya melajukan sepeda motornya.<\/p>\n<p>Dari pantauan sejak pukul 09.00 hingga 19.00 WIB kediaman Heriyanti terpantau sepi.<\/p>\n<p>Warga juga tak banyak yang keluar rumah. Hanya terlihat dan terdengar suara keras dari pekerja bangunan yang sedang membangun rumah persis di sebelah kediaman Heriyanti. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25134?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG &#8212; Akhirnya heboh soal uang sumbangan Rp 2 triliun dari Almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Kota Langsa, Aceh ke Polda Sumatera Selatan untuk penanganan Covid-19 memasuki babak akhir. Heriyanti anak bungsu Akidi Tio dibawa ke Polda Sumsel. Kuat dugaan Heriyanti akan menjadi tersangka kasus hoax uang Rp 2 Triliun. Saat ini Heriyanti telah berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-25134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/08\/IMG-20210802-WA0013.jpg?fit=1200%2C750&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=25134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/25136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=25134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=25134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=25134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}