{"id":25781,"date":"2021-08-15T18:42:27","date_gmt":"2021-08-15T11:42:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=25781"},"modified":"2021-08-15T18:42:27","modified_gmt":"2021-08-15T11:42:27","slug":"gubernur-16-tahun-damai-aceh-alami-banyak-kemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/08\/15\/gubernur-16-tahun-damai-aceh-alami-banyak-kemajuan\/","title":{"rendered":"Gubernur: 16 Tahun Damai, Aceh Alami Banyak Kemajuan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan, perdamaian yang dirasakan seluruh elemen rakyat di Aceh saat ini perlu dimaknai dengan rasa syukur agar pintu nikmat lainnya dibuka Allah SWT.<\/p>\n<p>Selama 16 tahun perdamaian pasca konflik, Aceh telah mengalami banyak kemajuan di berbagai sektor pembangunan, baik ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan berbagai sektor penting lainnya.<\/p>\n<p>Hal itu tertuang dalam sambutan tertulis Gubernur Nova Iriansyah yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Aceh Dr Iskandar, dalam peringatan 16 tahun damai Aceh yang digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di GOR Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh, Minggu (15\/8).<\/p>\n<p>\u201cDalam mengisi damai hendaknya kita tidak boleh melupakan Allah yang telah memberi kita nikmat tersebut,\u201d tulis Nova dalam sambutan tertulisnya itu.<\/p>\n<p>Iskandar menjelaskan, perdamaian benar-benar menjadi fondasi dalam menyukseskan pembangunan menuju Aceh yang bermartabat. Meskipun berbagai tantangan kerap muncul selama 16 tahun usia perdamaian.<\/p>\n<p>\u201cTerutama sejak dua tahun terakhir ketika pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Aceh,\u201d ujar Iskandar.<\/p>\n<p>Iskandar mengatakan, untuk merawat perdamaian, maka aspek bina damai perlu menjadi tanggung jawab berbagai elemen penting di Aceh.<\/p>\n<p>Kolaborasi berbagai pihak dalam menanggulangi wabah covid-19 juga menjadi salah satu bagian dalam melaksanakan bina damai di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cDalam hal ini Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dan SKPA terkait lainnya harus mampu mengintegrasikan pendekatan yang terbaik terhadap permasalahan yang terjadi dalam upaya penanganan pandemi di masa damai,\u201d ujar Iskandar.<\/p>\n<p>Selain itu, menurut Iskandar, optimalisasi penggunaan sumber daya yang ada<br \/>\nsaat ini merupakan hal penting dalam upaya membina perdamaian di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi.<\/p>\n<p>\u201cKita patut bersyukur, bahwa kesuksesan bina damai yang berkelanjutan pasca konflik di Aceh telah mendapat perhatian dan dijadikan model bagi beberapa kawasan negara di Asia Tenggara, seperti Myanmar dan Filipina,\u201d kata Iskandar.<\/p>\n<p>\u201cBahkan tak sedikit para peneliti dunia menjadikan Aceh sebagai laboratorium dalam melakukan riset dan studi kajian terkait konflik dan perdamaian,\u201d lanjutnya lagi.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, mewakili Pemerintah Aceh, Iskandar menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh tokoh perdamaian Aceh, baik nasional maupun di tingkat lokal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Aceh, agar terus bersatu padu, bahu membahu menjaga dan merawat perdamaian dengan kebersamaan. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25781?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan, perdamaian yang dirasakan seluruh elemen rakyat di Aceh saat ini perlu dimaknai dengan rasa syukur agar pintu nikmat lainnya dibuka Allah SWT. Selama 16 tahun perdamaian pasca konflik, Aceh telah mengalami banyak kemajuan di berbagai sektor pembangunan, baik ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan berbagai sektor penting lainnya. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25782,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-25781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/08\/IMG-20210815-WA0016.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=25781"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/25781\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/25782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=25781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=25781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=25781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}