{"id":26079,"date":"2021-08-20T21:44:42","date_gmt":"2021-08-20T14:44:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=26079"},"modified":"2021-08-20T21:44:42","modified_gmt":"2021-08-20T14:44:42","slug":"tangkap-53-terduga-teroris-di-11-provinsi-polri-ungkap-sumber-pendanaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/08\/20\/tangkap-53-terduga-teroris-di-11-provinsi-polri-ungkap-sumber-pendanaan\/","title":{"rendered":"Tangkap 53 Terduga Teroris di 11 Provinsi, Polri Ungkap Sumber Pendanaan"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA<\/b> &#8212; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 53 orang terduga teroris di 11 provinsi Indonesia. Operasi penindakan dilakukan sejak 12-17 Agustus 2021.<\/p>\n<p>Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dari jumlah itu, 50 di antaranya merupakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan tiga diantaranya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).<\/p>\n<p>&#8220;Dari 53 orang ini, dari jaringan Jamaah Islamiyah sebanyak 50 orang, itu yang kami amankan di 10 provinsi. Sedangkan yang satu provinsi ini jaringan dari Ansharut Daulah, pendukung ISIS 3 orang itu di Kaltim,&#8221; kata Argo saat jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jum&#8217;at (20\/8).<\/p>\n<p>Argo merinci 11 wilayah yang dilakukan penangkapan yakni, Sumatera Utara (Sumut) 8 orang, Jambi 3 orang. Lalu, Kalimantan Barat 1 orang, Kalimantan Timur 3 orang, Sulawesi Selatan 3 orang, Maluku 1 orang, Banten 6 orang, Jawa Barat empat orang, Jawa Tengah 11 orang, Jawa Timur 6 orang dan Lampung 7 orang.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam penindakan kemarin, sekitar satu minggu kami bisa mengamankan lebih kurang 53 orang yang kami amankan,&#8221; ujar Argo.<\/p>\n<p>Argo menyebut, 53 terduga teroris yang ditangkap di 11 provinsi Indonesia, ingin melancarkan aksi terornya saat Hari Kemerdekaan Indonesia atau 17 Agustus 2021.<\/p>\n<p>Menurut Argo, hal itu diketahui dari keterangan para tersangka saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik detasemen berlambang burung hantu tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Ini sesuai keterangan dari beberapa tersangka yang kami tangkap memang kelompok JI dia ingin menggunakan momen 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan RI,&#8221; ucap Argo.<\/p>\n<p>Selain itu, Argo mengungkapkan, sumber pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah berasal dari iuran-iuran wajib para anggotanya, dan juga yayasan yang dibentuk oleh jaringan terorisme tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pengumpulan uang yang dibentuk oleh JI yaitu Baitul Maal Abdurahman Bin Auf (BM ABA), Syam Organizer (SO), Madina, dan One Care,&#8221; tutur Argo.<\/p>\n<p>Dalam penangkapan tersebut, Argo menyatakan, penyidik Densus 88 juga mengamankan kotak amal dan celengan yang dimanfaatkan oleh kelompok Jamaah Islamiyah dalam mencari dana.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian barang bukti yang kami amankan ada kotak amalnya, kemudian ada kotak infaq ini ada. Kemudian, ada beberapa kaleng-kaleng tempat untuk menyimpan uang itu yang untuk infaq yang tidak bisa kami bawa karena banyak sekali. Ada foto yang kami sita, kami gunakan sebagai alat bukti,&#8221; tutup Argo. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26079?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8212; Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 53 orang terduga teroris di 11 provinsi Indonesia. Operasi penindakan dilakukan sejak 12-17 Agustus 2021. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dari jumlah itu, 50 di antaranya merupakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan tiga diantaranya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). &#8220;Dari 53 orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26080,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-26079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/08\/IMG-20210820-WA0081.jpg?fit=1368%2C912&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26079"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26079\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/26080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}