{"id":26320,"date":"2021-08-26T16:51:03","date_gmt":"2021-08-26T09:51:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=26320"},"modified":"2021-08-26T16:51:03","modified_gmt":"2021-08-26T09:51:03","slug":"pertanyakan-jalan-peunaron-lokop-kadis-pupr-aceh-tolak-temui-perwakilan-keuchik-serbajadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/08\/26\/pertanyakan-jalan-peunaron-lokop-kadis-pupr-aceh-tolak-temui-perwakilan-keuchik-serbajadi\/","title":{"rendered":"Pertanyakan Jalan Peunaron-Lokop, Kadis PUPR Aceh Tolak Temui Perwakilan Keuchik Serbajadi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>\u2013 Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA mengaku kesal dan geram dengan sikap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi.<\/p>\n<p>Pasalnya, anak buah Nova Iriansyah itu disinyalir ogah menemui para keuchik yang jauh-jauh datang dari Serbajadi, Aceh Timur, untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan Jalan Multiyears Peureulak- Peunaron-Lokop Serbajadi hingga perbatasan Aceh Timur-Gayo Lues.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Syech Fadhil dalam pertemuan dengan para Keuchik Serbajadi Aceh Timur, di kediamannya, Rukoh, Banda Aceh, Selasa (24\/8) malam.<\/p>\n<p>\u201cKita datang untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan jalam yang masuk dalam program multiyears. Ini aspirasi warga di sana. Karena hingga akhir Agustus, jalan tersebut, terutama yang masuk dalam segmen 1 dan 3, belum juga dibangun,\u201d kata Sahbirin Amin, selaku ketua Forum Keuchik Serbajadi, Aceh Timur.<\/p>\n<p>\u201cNamun berjam-jam kita tunggu, Pak Kadis tidak mau bertemu. Malah meninggalkan ruangan tanpa memberitahu,\u201d ujar dia lagi.<\/p>\n<p>\u201cKami datang ke dinas PUPR untuk meminta kejelasan. Siapapun kontraktornya gak masalah, yang penting jalannya dibangun. Tapi jauh-jauh ke sini, untuk bertemu sama Kadis saja tidak bisa,\u201d kata Sahbirin lagi.<\/p>\n<p>Pihaknya, kata Sahbirin, akan pulang ke kampung-kampung masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cNanti kita turun dalam jumlah yang lebih banyak. Kepentingan kami cuma satu, jalan dibangun. Kami ingin daerah kami merdeka, terutama dalam akses transportasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, terkait laporan tadi, Syech Fadhil mengaku geram.<\/p>\n<p>\u201cHarusnya ditemuilah, pelayan rakyat kok begitu? Para keuchik ini jauh-jauh datang dari daerah, tapi malah ditinggalkan. Terlalu arogan,\u201d kata Syech Fadhil.<\/p>\n<p>\u201cJabatan itu amanah dan titipan Allah SWT. Harusnya, selama memegang amanah, dijalankan dengan baik. Memuliakan tamu itu sudah keharusan. Apalagi para keuchik datang dengan mambawa aspirasi dari ribuan warga di pedalaman Aceh, terutama Serbajadi. Mereka bukan mau neror atau minta proyek,&#8221; kata Syech Fadhil.<\/p>\n<p>Syech Fadhil juga berharap pembangunan jalan Peunaron Aceh Timur hingga ke perbatasan Gayo Lues dimulai segera dalam tahun ini.<\/p>\n<p>\u201cAda banyak warga dia kabupaten Gayo Lues dan Aceh Timur khususnya yang menaruh harapan pada pembangunan ini. Idealnya, jalur Peureulak-Blangkejeren harus sekelas Bireuen-Takengon,\u201d kata Syech Fadhil.<\/p>\n<p>\u201cKita tunggu klarifikasi dan penjelasan dari Kadis\/pemerintah Aceh. Dari dulu hingga kini, kita bersama kekuatan yg lain akan terus mengadvokasi pembangunan jalan ini,\u201d ujarnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26320?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA mengaku kesal dan geram dengan sikap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi. Pasalnya, anak buah Nova Iriansyah itu disinyalir ogah menemui para keuchik yang jauh-jauh datang dari Serbajadi, Aceh Timur, untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan Jalan Multiyears Peureulak- Peunaron-Lokop [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26321,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/08\/IMG-20210826-WA0049.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/26321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}