{"id":26946,"date":"2021-09-08T21:49:35","date_gmt":"2021-09-08T14:49:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=26946"},"modified":"2021-09-08T21:49:35","modified_gmt":"2021-09-08T14:49:35","slug":"waskita-karya-menangkan-tender-bendungan-rukoh-di-pidie-senilai-rp-456-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/09\/08\/waskita-karya-menangkan-tender-bendungan-rukoh-di-pidie-senilai-rp-456-miliar\/","title":{"rendered":"Waskita Karya Menangkan Tender Bendungan Rukoh di Pidie Senilai Rp 456 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA<\/b> &#8212; Perusahaan BUMN PT Waskita Karya memenangkan tender senilai Rp 456 miliar pada proyek strategis nasional (PSN). Waskita Karya membangun Tunnel Irigasi Bendungan Rukoh, Tiro di Kabupaten Pidie yang terpanjang di Aceh.<\/p>\n<p>Kontrak proyek pembangunan bangunan pengarah bendungan Rukoh tersebut ditandatangani oleh Senior Vice President (SVP) Infrastructure I Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Nyoman Agus Pastima dengan PPK Bendungan II SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera \u2013 I Arifiansyah.<\/p>\n<p>Menurut I Nyoman, penandatanganan kontrak ini membuktikan bahwa Waskita masih dipercaya pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek strategisnya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, adanya kontrak baru sangat berarti bagi Waskita.<\/p>\n<p>\u201cBersyukur sekali Waskita dipercaya mengerjakan pembangunan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie di Aceh dengan nilai kontrak Rp 456 miliar. Bendungan ini akan dikerjakan dalam waktu 810 hari kalender dan Waskita memiliki 8 lingkup pekerjaan,\u201d katanya, Selasa (7\/9).<\/p>\n<p>Nyoman menerangkan terkait fase pengerjaan Tunnel Irigasi terpanjang di Aceh tersebut. ia membagi delapan fase pekerjaan.<\/p>\n<p>\u201cLingkup pekerjaan yang pertama adalah pekerjaan bendungan pengarah dan kantong lumpur, lalu lingkup pekerjaan yang kedua adalah pekerjaan saluran suplesi Kr. Inong \u2013 Terowongan dengan panjang 5.150 meter kemudian lingkup yang ketiga adalah pekerjaan bangunan talang dengan panjang 368 meter,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Lingkup pekerjaan yang keempat dijelaskan I Nyoman Agus Pastima adalah pekerjaan saluran irigasi dengan panjang 3.275 meter, lalu lingkup pekerjaan yang kelima adalah pekerjaan terowongan pengarah dengan diameter 5 meter dan panjang 1.025 m.<\/p>\n<p>Berikutnya lingkup pekerjaan yang keenam pekerjaan jalan inspeksi saluran pengarah, lingkup pekerjaan yang ketujuh yaitu pekerjaan jalan akses dengan panjang 5.000 meter, dan lingkup pekerjaan kedelapan adalah pekerjaan bangunan fasilitas bendung.<\/p>\n<p>Nyoman optimistis pekerjaan pembangunan bendungan ini bisa berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan setelah selesai dibangun bisa bermanfaat untuk masyarakat Pidie khususnya dan umumnya masyarakat Aceh,\u201d ungkapnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26946?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8212; Perusahaan BUMN PT Waskita Karya memenangkan tender senilai Rp 456 miliar pada proyek strategis nasional (PSN). Waskita Karya membangun Tunnel Irigasi Bendungan Rukoh, Tiro di Kabupaten Pidie yang terpanjang di Aceh. Kontrak proyek pembangunan bangunan pengarah bendungan Rukoh tersebut ditandatangani oleh Senior Vice President (SVP) Infrastructure I Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26947,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-26946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/09\/IMG-20210908-WA0065.jpg?fit=750%2C500&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26946"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26946\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/26947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}