{"id":26971,"date":"2021-09-09T01:24:38","date_gmt":"2021-09-08T18:24:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=26971"},"modified":"2021-09-09T01:24:38","modified_gmt":"2021-09-08T18:24:38","slug":"boat-terdampar-di-pulo-nasi-yang-ditemukan-mayat-tak-utuh-diduga-dari-srilanka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/09\/09\/boat-terdampar-di-pulo-nasi-yang-ditemukan-mayat-tak-utuh-diduga-dari-srilanka\/","title":{"rendered":"Boat Terdampar di Pulo Nasi yang Ditemukan Mayat Tak Utuh Diduga dari Srilanka"},"content":{"rendered":"<p><b>ACEH BESAR<\/b> &#8212; Sebuah boat serta sesosok mayat tak utuh ditemukan warga terdampar di bibir pantai kawasan Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (5\/9) pagi.<\/p>\n<p>Mayat lelaki dalam kondisi tanpa kepala serta telapak tangan dan telapak kaki yang hilang tersebut ditemukan di bawah boat yang terbalik.<\/p>\n<p>Setelah sempat dikebumikan di pemakaman umum Pulo Nasi, jasad yang tak dapat dikenali itu dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk divisum sekaligus autopsi oleh pihak kepolisian.<\/p>\n<p>Kemudian, jasad tersebut dikebumikan di pemakaman umum milik RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang berada di kawasan Kajhu. Sementara, boat yang terdampar masih diamankan di lokasi temuan.<\/p>\n<p>Hasil visum dan autopsi tim dokter rumah sakit menunjukkan, hilangnya bagian tubuh jasad disebabkan karena pembusukan alami tanpa adanya tanda-tanda kekerasan.<\/p>\n<p>Informasi terbaru diperoleh, boat tersebut diduga berasal dari Srilanka. Dugaan ini diperkuat dengan hasil penyelidikan polisi (Polda Aceh dan Polres Aceh Besar) beberapa hari lalu saat memeriksa nomor lambung boat.<\/p>\n<p>Selain itu, juga diperkuat dengan adanya pemberitaan dari Srilanka terkait pihak angkatan laut setempat menyelamatkan nelayan yang mengalami kesulitan di laut.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah kita cocokkan nomor lambung kapal (boat) dengan berita dari Srilanka itu cocok,&#8221; ujar Wasekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek, Rabu (8\/9).<\/p>\n<p>Dalam pemberitaan itu disebutkan, angkatan laut Srilanka menyelamatkan para nelayan yang boatnya terbalik karena cuaca buruk saat menangkap ikan pada 2 Juni 2021.<\/p>\n<p>Diketahui, sebuah boat nelayan Srilanka dengan nomor lambung IMUL-A-0077 CBO (sesuai nomor lambung boat yang terdampar di Pulo Nasi) berangkat dari Pelabuhan Perikanan Mirissa pada 31 Mei 2021.<\/p>\n<p>Lalu, empat orang nelayan Srilanka yang melaut tersebut menghadapi cuaca buruk hingga boat yang ditumpangi terbalik di kawasan laut yang berjarak 74 kilometer dari Galle.<\/p>\n<p>Dari empat nelayan tersebut, diketahui tiga orang nelayan dapat diselamatkan oleh angkatan laut Srilanka. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26971?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR &#8212; Sebuah boat serta sesosok mayat tak utuh ditemukan warga terdampar di bibir pantai kawasan Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (5\/9) pagi. Mayat lelaki dalam kondisi tanpa kepala serta telapak tangan dan telapak kaki yang hilang tersebut ditemukan di bawah boat yang terbalik. Setelah sempat dikebumikan di pemakaman umum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26972,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/09\/IMG-20210909-WA0003.jpg?fit=1280%2C971&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=26971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/26971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/26972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=26971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=26971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=26971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}