{"id":27897,"date":"2021-09-23T22:21:11","date_gmt":"2021-09-23T15:21:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=27897"},"modified":"2021-09-23T22:21:11","modified_gmt":"2021-09-23T15:21:11","slug":"siswi-smkn-1-lhokseumawe-jadi-korban-pemaksaan-vaksinasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/09\/23\/siswi-smkn-1-lhokseumawe-jadi-korban-pemaksaan-vaksinasi\/","title":{"rendered":"Siswi SMKN 1 Lhokseumawe Jadi Korban Pemaksaan Vaksinasi"},"content":{"rendered":"<p><b>LHOKSEUMAWE<\/b> &#8212; Pemaksaan vaksinasi covid-19 demi untuk mengejar target capaian pelaksanaan vaksinasi bagi siswa di Aceh kini menelan korban.<\/p>\n<p>Seorang siswi di SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe, Khana Darasa Naswa (15), terpaksa harus dirawat di rumah sakit usai disuntik vaksin COVID-19 di sekolahnya kemarin.<\/p>\n<p>Menurut pihak keluarga, siswi tersebut punya riwayat sesak napas, dan seharusnya tidak memenuhi syarat untuk divaksin covid-19.<\/p>\n<p>Kini siswi SMK Negeri 1 Lhokseumawe tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Bunga Melati Kota Lhokseumawe.<\/p>\n<p>Aji Usman (52), ayah siswi itu, mengatakan anaknya mengikuti vaksinasi di sekolahnya pada Rabu (22\/9) kemarin. Setelah itu, anaknya mengeluh mual-mual, pusing dan muntah sehingga dipulangkan. Di rumah, sang anak tidur di kamar.<\/p>\n<p>Aji ketika pulang ke rumah malam hari mendapati anaknya sesak napas. &#8220;Saya lihat sudah tegang, saya bawa ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB,&#8221; kata Aji Kamis (23\/9).<\/p>\n<p>Kondisi korban kini masih terbaring lemas dan mendapat bantuan pernafasan oksigen di ruang Manggis (Kamar 0305) Rumah Sakit Bunga Melati.<\/p>\n<p>Aji mengaku kini anaknya sudah membaik. &#8220;Tapi oksigen masih terpasang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Aji Usman mengaku, anaknya sesak nafas usai dipaksa vaksinasi tanpa seizin dirinya selaku orang tua siswa.<\/p>\n<p>Akibat vaksinasi yang dilakukan secara sepihak atau tanpa izin wali murid itu, telah mengakibatkan Khana Darasa Naswa memgalami kondisi buruk hingga dirawat inap di rumah sakit.<\/p>\n<p>Tak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya ini, Aji Usman yang juga Keuchik Blang Weu Panjoe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, langsung menviralkan kejadian ini melalui media sosial (Medsos).<\/p>\n<p>Usman juga meminta tanggung jawab Sekda Aceh Taqwallah dan Kadis Pendidikan Aceh Alhudri yang terkesan menekan atau memaksakan pihak sekolah menyukseskan vaksinasi.<\/p>\n<p>Selain itu, Usman mengaku akan meminta tanggungjawab Pemerintah Aceh dengan melaporkan peristiwa ini kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah karena telah terjadi pemaksaan vaksinasi terhadap pelajar tanpa seijin wali murid.<\/p>\n<p>\u201cAtas kejadian yang dialami anak saya. Maka saya meminta tanggung jawab Pemerintah Aceh dengan melaporkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah,\u201c terangnya.<\/p>\n<p>Usman menyebutkan, pihak sekolah jangan memperlakukan anaknya sesukanya hingga divaksinasi tanpa seizin dan sepengetahuan orang tuanya.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal sebelumnya anak saya sudah memberitahukan ada sesak nafas kepada petugas skrining, namun mereka tidak percaya,\u201d cetusnya.<\/p>\n<p>Aji selaku orang tua, menjelaskan anaknya memiliki riwayat sesak napas sejak kecil, sehingga mengalami drop usai divaksin.<\/p>\n<p>Menurut pengakuan korban, di SMK 1 ada digelar vaksinasi dan saat diperiksa tenaga kesehatan (nakes) secara medis korban mengaku ada sakit sesak nafas serta tidak mau divaksinasi.<\/p>\n<p>Namun pihak tenaga kesehatan (nakes) justru memaksakan agar tetap divaksinasi dengan alasan tidak akan berdampak buruk atau tidak akan ada efek apapun.<\/p>\n<p>Ternyata, usai divaksinasi korban mengeluhkan sulit bernafas dan penyakit sesak nafasnya kambuh. Sehingga terpaksa dilarikan di Rumah Sakit Bunga Melati untuk mendapat pertolongan medis dan bantuan oksigen.<\/p>\n<p>\u201cKemarin saya sudah bilang sama petugas, kalau saya sesak, tidak boleh disuntik. Petugas lalu menanyakan, kenapa sesak, lalu saya karena kebanyakan makan saus. Kemudian petugas jawab besok-besok jangan makan saus lagi, lalu saya langsung di suntik,\u201d kata Khana di RS Bunga Melati.<\/p>\n<p>Aji Usman mengaku, pihaknya sangat mendukung program vaksinasi COVID-19, bahkan sebagian besar keluarganya sudah divaksin, termasuk dirinya.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya pihak sekolah dan tim medis memeriksa kondisi kesehatan siswanya terlebih dahulu, seperti yang dilakukan dalam vaksinasi massal di desa saya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Aji Usman berencana akan menempuh jalur hukum terkait peristiwa yang menimpa anaknya tersebut agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.<\/p>\n<p>\u201cSaya akan gugat pihak terkait atas kejadian ini agar tidak terulang kembali kepada orang lain. Karena masyarakat juga punya haknya masing-masing,\u201d kata Aji Usman.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lhokseumawe dan Aceh autara Anwar Jalil mewakili Irwan selaku Kepala SMK Negeri 1 mengatakan, dirinya berharap orang tua siswi tersebut memaafkan pihak sekolah karena kejadian itu bukan kesengajaan dan tidak seperti yang diharapkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap kepada wali murid tersebut untuk memaafkan karena hal ini adalah hal yang tidak disangka akan terjadi,\u201d pintanya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27897?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LHOKSEUMAWE &#8212; Pemaksaan vaksinasi covid-19 demi untuk mengejar target capaian pelaksanaan vaksinasi bagi siswa di Aceh kini menelan korban. Seorang siswi di SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe, Khana Darasa Naswa (15), terpaksa harus dirawat di rumah sakit usai disuntik vaksin COVID-19 di sekolahnya kemarin. Menurut pihak keluarga, siswi tersebut punya riwayat sesak napas, dan seharusnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27898,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/09\/IMG-20210923-WA0107.jpg?fit=477%2C580&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=27897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/27898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=27897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=27897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=27897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}