{"id":27952,"date":"2021-09-24T09:36:44","date_gmt":"2021-09-24T02:36:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=27952"},"modified":"2021-09-24T09:36:44","modified_gmt":"2021-09-24T02:36:44","slug":"ombudsman-aceh-ingatkan-petugas-skrining-vaksinasi-lebih-teliti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/09\/24\/ombudsman-aceh-ingatkan-petugas-skrining-vaksinasi-lebih-teliti\/","title":{"rendered":"Ombudsman Aceh Ingatkan Petugas Skrining Vaksinasi Lebih Teliti"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengingatkan para petugas skrining saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar lebih berhati-hati dan teliti melakukan pemeriksaan sebelum seseorang disuntik vaksin.<\/p>\n<p>Hal ini untuk mencegah terulangnya kasus pasca vaksinasi seperti terjadi pada siswi SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe Khansa Darasa Naswa (15) yang terpaksa harus dirawat karena mengalami mual-mual, pusing, muntah-muntah dan tubuh kaku usai divaksin di sekolahnya disebabkan punya riwayat sesak nafas.<\/p>\n<p>&#8220;Petugas kesehatan yang melakukan skrining saat mau divaksinasi harus hati-hati dan lebih teliti. Lakukan dengan serius. Ini menyangkut nyawa manusia,&#8221; ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr Taqwaddin Husin, di Banda Aceh, Jum&#8217;at (24\/9).<\/p>\n<p>Taqwaddin juga menyampaikan, Pemerintah tidak boleh lepas tangan terhadap kasus seperti itu. Harus segera peduli manakala ada kejadian. Apalagi vaksinasi ini adalah kebijakan strategis pemerintah dalam mengatasi Pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>Segala biaya harus ditanggung oleh pemerintah. Pasien harus dirawat secara baik pada rumah sakit yang terbagus di daerahnya, atau jika dibutuhkan secara medis harus dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Ke depannya, saya harap agar pemerintah harus respon cepat manakala terjadinya KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi\/vaksinasi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Taqwaddin, sebetulnya kejadian KIPI seperti ini jarang terjadi. Dari ribuan orang yang sudah divaksin hanya ada satu dua yang seperti ini, yang memiliki masalah dengan antibodinya.<\/p>\n<p>Maka, oleh karena itu, Taqwaddin minta agar petugas yang melakukan skrining awal harus cermat, teliti dan hati-hati. Lakukan skrining sesuai dengan prosedur.<\/p>\n<p>&#8220;Kasus yang terjadi pada siswi SMK Negeri 1 Lhokseumawe ini kejadian kedua yang terekspos. Setelah sebelumnya, siswi Universitas Syiah Kuala (USK) Amelia di Aceh Barat.<\/p>\n<p>Dari kedua kejadian ini kita bisa mengambil pelajaran pentingnya skrining yang tepat dan akurat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,&#8221; sebut Taqwaddin<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut Taqwaddin juga menyampaikan info mulai membaiknya Khansa siswi SMK Negeri 1 Lhokseumawe korban vaksinasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) didapatkan dari T. Adnan, Sekda Kota Lhokseumawe, Kamis malam (23\/9) pukul 21.45 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Hemat saya, adanya kunjungan dari para pejabat pemerintah daerah, termasuk dari Kapolres Lhokseumawe dan Dandim Aceh Utaea merupakan bukti nyata adanya tanggung jawab pemerintah dalam hal terjadinya KIPI,&#8221; pungkas Taqwaddin. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27952?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengingatkan para petugas skrining saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar lebih berhati-hati dan teliti melakukan pemeriksaan sebelum seseorang disuntik vaksin. Hal ini untuk mencegah terulangnya kasus pasca vaksinasi seperti terjadi pada siswi SMK Negeri 1 Kota Lhokseumawe Khansa Darasa Naswa (15) yang terpaksa harus dirawat karena mengalami mual-mual, pusing, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27953,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/09\/IMG-20210924-WA0021.jpg?fit=1280%2C721&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=27952"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/27952\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/27953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=27952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=27952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=27952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}