{"id":28351,"date":"2021-09-30T16:24:26","date_gmt":"2021-09-30T09:24:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=28351"},"modified":"2021-09-30T16:24:26","modified_gmt":"2021-09-30T09:24:26","slug":"mahkamah-syariyah-jantho-damaikan-sengketa-warisan-seluas-12-500-m2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/09\/30\/mahkamah-syariyah-jantho-damaikan-sengketa-warisan-seluas-12-500-m2\/","title":{"rendered":"Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho Damaikan Sengketa Warisan Seluas 12.500 M2"},"content":{"rendered":"<p><b>KOTA JANTHO<\/b> &#8212; Mediator Mahkamah Syar\u2019iyah (MS) Jantho berhasil mendamaikan sengketa waris tanah dengan objek seluas 12.500 M2 yang terletak di dua kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar<\/p>\n<p>Berdasarkan data perkara yang tercatat di Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho, perkara Nomor 340\/Pdt.G\/2021\/MS.Jth yang terdaftar melalui aplikasi e-court merupakan gugatan sengketa kewarisan yang kesekian kalinya diterima oleh Mahkamah Syar&#8217;iyah Jantho.<\/p>\n<p>Sebagaimana maksud dan tujuan dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016, Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho melalui Majelis Hakim pemeriksa perkara telah menetapkan (MRV) sebagai mediator dalam perkara tesebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi dari mediator, mediasi dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan dan metode kaukus sebanyak 8 kali dan dihadiri dengan antusias oleh para pihak yang masing-masing didampingi kuasa hukumnya.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulilah, apresiasi setinggi-tingginya kepada para pihak dan kuasa hukum yang sangat beritikad baik dalam pelaksanaan mediasi, sehingga mediasi dapat berhasil mencapai kesepakatan perdamaian terhadap harta warisan yang disengketakan\u201d tutur Fadhli, Ssy MH selaku Juru Bicara Ketua Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho, Kamis, 30 September 2021.<\/p>\n<p>\u201cHal yang paling utama adalah kesepahaman para pihak terkait pemilahan harta bawaan, harta bersama dan harta waris yang merupakan (tirkah yang ditinggalkan oleh Pewaris yang terdapat hak bagian pewaris) sehingga proses mediasi dapat dilanjutkan dengan penuh rasa kekeluargaan.<\/p>\n<p>Para pihak juga menyadari bahwa mediasi merupakan salah satu alternatif untuk menyelesaikan permasalahan secara bermartabat yang selesai secara win-win solution, dan tentu membuat kehormanisan para pihak yang sebelumnya bersengketa akan sempat terkoyak, akan terajut kembali,&#8221; ujar Fadhlia dalam keterangannya.<\/p>\n<p>Ketua Mahkamah Syar&#8217;iyah Jantho Siti Salwa SH.I sangat mengapresiasi hasil kesepakatan perdamaian dalam proses mediasi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cMahkamah Syar\u2019iyah Jantho akan terus berupaya meningkatkan angka keberhasilan mediasi, karena kami percaya bahwa akhir dari putusan pengadilan tentu bakal menimbulkan amarah yang abadi dan bukan perdamaian yang hakiki, sedangkan jika perdamaian itu dapat dhadirkan dalam pihak bersengketa tentu silaturahmi antara pengutaraan dan para tergugat tetap akan terjaga, karena damai bukan karena tidak ada perang, tetapi karena hadirnya keadilan,&#8221; ujar Siti Salwa mengutip kata bijak \u201cHarrison Ford\u201d. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28351?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTA JANTHO &#8212; Mediator Mahkamah Syar\u2019iyah (MS) Jantho berhasil mendamaikan sengketa waris tanah dengan objek seluas 12.500 M2 yang terletak di dua kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar Berdasarkan data perkara yang tercatat di Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho, perkara Nomor 340\/Pdt.G\/2021\/MS.Jth yang terdaftar melalui aplikasi e-court merupakan gugatan sengketa kewarisan yang kesekian kalinya diterima oleh Mahkamah Syar&#8217;iyah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28352,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-28351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/09\/IMG-20210930-WA0083.jpg?fit=1156%2C867&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=28351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/28352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=28351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=28351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=28351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}