{"id":28939,"date":"2021-10-10T07:55:29","date_gmt":"2021-10-10T00:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=28939"},"modified":"2021-10-10T07:55:29","modified_gmt":"2021-10-10T00:55:29","slug":"jpu-ajukan-kasasi-lawan-mahkamah-syariyah-aceh-yang-bebaskan-pemerkosa-anak-kandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/10\/10\/jpu-ajukan-kasasi-lawan-mahkamah-syariyah-aceh-yang-bebaskan-pemerkosa-anak-kandung\/","title":{"rendered":"JPU Ajukan Kasasi, Lawan Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh yang Bebaskan Pemerkosa Anak Kandung"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengajukan kasasi terkait putusan vonis bebas pelaku pemerkosa anak kandung berinisial SU (45) oleh Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Terkait putusan ini, kita ajukan kasasi ke Mahkamah Agung,&#8221; kata JPU Kejari Aceh Besar Ardiansyah SH seperti dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (9\/10).<\/p>\n<p>Ardiansyah bilang di tingkat pertama SU sudah ditetapkan bersalah dan dihukum 180 bulan penjara oleh Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah Jantho.<\/p>\n<p>Namun ia mengajukan banding ke Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh yang kemudian dibebaskan karena hakim menyebut alat bukti dari JPU tidak kuat.<\/p>\n<p>Untuk itu pihaknya akan melawan putusan hakim MS Aceh dengan mengajukan kasasi ke MA. &#8220;Secepatnya. Ini masih kita siapkan memori kasasinya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh memvonis bebas pelaku pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh terdakwa SU (45), setelah permohonan bandingnya diterima oleh Majelis Hakim.<\/p>\n<p>Sebelumnya, SU divonis Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh Besar dengan hukuman 180 bulan penjara, lalu ia dengan kuasa hukumnya melakukan banding.<\/p>\n<p>Putusan bebas tersebut dibacakan dalam sidang yang berlangsung di Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh. Sidang ini dipimpin oleh Anshary MK bersama dua anggota masing-masing, Alaidin dan Khairil Jamal.<\/p>\n<p>&#8220;Menyatakan terdakwa SU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram sebagaimana dakwaan alternativ pertama yang diatur Hukum Jinayat,&#8221; demikian isi putusan tersebut yang bernomor 22\/JN\/2021\/MS-Aceh yang dikutip Jumat (8\/10).<\/p>\n<p>Majelis hakim juga membebaskan SU dari segala tuntutan hukum dan dikeluarkan dari tahanan seketika itu juga.<\/p>\n<p>Alasan hakim membebaskan SU ialah alat bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum kurang. Kemudian, Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh dengan alat buktinya meyakini tidak menemukan bukti bahwa terdakwa melakukan tindakan pemerkosaan. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28939?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar mengajukan kasasi terkait putusan vonis bebas pelaku pemerkosa anak kandung berinisial SU (45) oleh Hakim Mahkamah Syar&#8217;iyah Aceh. &#8220;Terkait putusan ini, kita ajukan kasasi ke Mahkamah Agung,&#8221; kata JPU Kejari Aceh Besar Ardiansyah SH seperti dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (9\/10). Ardiansyah bilang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28940,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-28939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/10\/IMG-20211010-WA0014.jpg?fit=678%2C381&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=28939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/28939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/28940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=28939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=28939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=28939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}