{"id":29354,"date":"2021-10-16T01:08:14","date_gmt":"2021-10-15T18:08:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=29354"},"modified":"2021-10-16T01:08:14","modified_gmt":"2021-10-15T18:08:14","slug":"rumah-yang-dijadikan-kedai-kelontong-terbakar-pasutri-di-aceh-utara-alami-luka-bakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/10\/16\/rumah-yang-dijadikan-kedai-kelontong-terbakar-pasutri-di-aceh-utara-alami-luka-bakar\/","title":{"rendered":"Rumah yang Dijadikan Kedai Kelontong Terbakar, Pasutri di Aceh Utara Alami Luka Bakar"},"content":{"rendered":"<p><b>ACEH UTARA<\/b> &#8212; Sebuah rumah yang dijadikan kedai kelontong milik Samsuar (35) dan Salmawati (28), pasangan suami istri (Pasutri) warga Dusun II Alue Sagoe Weng Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ludes terbakar pada Kamis malam (14\/10\/2021).<\/p>\n<p>Saat ini, pasangan muda itu dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Metropolitan Medical Centre (MMC) Cunda, Kota Lhokseumawe akibat mengalami luka bakar.<\/p>\n<p>Kapolsek Kuta Makmur Ipda Slamet menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat pemilik rumah sedang salat magrib.<\/p>\n<p>Diduga sumber api berasal dari percikan kabel listrik yang mengelupas, lalu terkena bensin dagangan pemilik rumah.<\/p>\n<p>Api kemudian membesar dan membakar seluruh rumah.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh rumah ludes terbakar. Kedua pemilik juga terbakar dan berusaha melarikan diri dari rumah,\u201d kata Slamet kepada wartawan, Jumat (15\/10\/2021).<\/p>\n<p>Hanya tersisa satu sepeda motor yang diparkir di depan rumah saat kejadian.<\/p>\n<p>Warga yang melihat api membakar berusaha membantu pasangan suami dan istri itu.<\/p>\n<p>\u201cApi semakin membesar karena rumah itu berkontruksi kayu, sehingga mudah merembet ke bagian lain. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya untuk membantu pasangan suami istri itu keluar dari kobaran api,\u201d kata Slamet.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan, timnya turun ke lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.<\/p>\n<p>\u201cKorban langsung kita larikan ke rumah sakit. Sekarang dalam perawatan tim medis,\u201d kata Slamet.<\/p>\n<p>Adapun korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan lengan.<\/p>\n<p>\u201cApi berhasil dipadamkan. Namun seluruh rumah ludes terbakar. Semoga pasangan muda itu lekas sembuh. Penyelidikan penyebab kebakaran masih kami lakukan dengan mendatangkan tim identifikasi dan forensik Polres Lhokseumawe,\u201d kata Slamet.<\/p>\n<p>Akibat kejadian itu, kerugian ditaksirkan mencapai Rp 150 juta, karena semua barang-barang kedai kelontong, baju dan lainnya milik korban tidak bisa diselamatkan.<\/p>\n<p>Sementara Sekretaris Desa Sidomulyo, Muchlis menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api diduga berasal dari arus pendek listrik di kiosnya.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu, pasangan suami istri Samsuar dan Salmawati sedang berada di dalam rumah, dan terjebak api. Saat menerobos api, mengalami luka bakar bagian tangan dan tubuh. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit di Lhokseumawe,\u201c kata Muchlis.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan, warga yang berada di lokasi sudah berupaya memadamkan api dengan alat sedadanya. Namun tidak berhasil, api baru bisa dipadamkan setelah dua unit mobil armada kebakaran dari Lhokeumawe datang ke lokasi. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29354?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH UTARA &#8212; Sebuah rumah yang dijadikan kedai kelontong milik Samsuar (35) dan Salmawati (28), pasangan suami istri (Pasutri) warga Dusun II Alue Sagoe Weng Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ludes terbakar pada Kamis malam (14\/10\/2021). Saat ini, pasangan muda itu dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Metropolitan Medical Centre (MMC) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29355,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-29354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/10\/IMG-20211016-WA0004.jpg?fit=680%2C382&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=29354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/29355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=29354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=29354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=29354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}