{"id":29767,"date":"2021-10-22T21:35:57","date_gmt":"2021-10-22T14:35:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=29767"},"modified":"2021-10-22T21:35:57","modified_gmt":"2021-10-22T14:35:57","slug":"kpk-panggil-tiga-pimpinan-dpra-diperiksa-terkait-pengadaan-kapal-aceh-hebat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/10\/22\/kpk-panggil-tiga-pimpinan-dpra-diperiksa-terkait-pengadaan-kapal-aceh-hebat\/","title":{"rendered":"KPK Panggil Tiga Pimpinan DPRA, Diperiksa Terkait Pengadaan Kapal Aceh Hebat"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal meminta keterangan kepada tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait pengadaan tiga Kapal Aceh Hebat.<\/p>\n<p>Pemeriksaan dijadwalkan digelar pada Selasa (26\/10\/2021) pekan depan bertempat di Kantor BPKP Perwakilan Aceh, Jalan T. Panglima Nyak Makam, Gampong Lamteh Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Ketiga pimpinan DPR Aceh yang diperiksa merupakan wakil ketua I, II dan III yaitu Dalimi (Fraksi Partai Demokrat) Hendra Budian (Faksi Partai Golkar) dan Safaruddin (Fraksi Partai Gerindra).<\/p>\n<p>Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Informasi yang kami terima, terkait permintaan keterangan dan klarifikasi dalam kegiatan penyelidikan oleh KPK,&#8221; kata Ali saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (22\/10\/2021).<\/p>\n<p>Ali belum membeberkan ketiganya dimintai keterangan terkait kasus apa. Dia mengaku perkembangan seluruh kegiatan KPK akan disampaikan lebih lanjut.<\/p>\n<p>&#8220;Karena masih tahap proses penyelidikan, saat ini kami belum bisa sampaikan lebih jauh mengenai detail materinya,&#8221; jelas Ali.<\/p>\n<p>Informasi diperoleh, ketiga pimpinan DPR Aceh itu bakal dimintai keterangan di gedung BPKP Provinsi Aceh di Banda Aceh pada Selasa dan Rabu (26-27\/10). Mereka disebut dimintai keterangan seputar pengadaan Kapal Aceh Hebat 1, 2 dan 3.<\/p>\n<p>Sebelumnya, KPK melakukan kegiatan penyelidikan kasus di wilayah Aceh. Penyelidikan itu diketahui terkait pengadaan Kapal Aceh Hebat.<\/p>\n<p>Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan soal adanya penyelidikan kasus tersebut. Ali mengatakan pihaknya masih meminta keterangan dan klarifikasi dari pihak terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Benar, ada kegiatan penyelidikan oleh KPK di antaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait,&#8221; kata Ali kepada wartawan, Kamis (3\/6\/2021).<\/p>\n<p>&#8220;Karena saat ini masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi kegiatan dimaksud,&#8221; tambah Ali.<\/p>\n<p>Sejumlah pejabat di Aceh yang telah dimintai keterangan, yakni Sekda Aceh Taqwallah, Kadishub Aceh Junaidi, mantan Kepala Bappeda Aceh Azhari, dan eks Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) Bustami.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, Pemerintah Aceh diketahui memesan tiga kapal untuk mempercepat konektivitas antarkepulauan. Kapal yang tengah dibuat tersebut ditargetkan beroperasi pada 2021.<\/p>\n<p>&#8220;Saya optimistis bisa diselesaikan dan beroperasi pada Januari 2021. Kalau kita lihat schedule (jadwal) dari PT Adiluhung Saranasegara, itu pada akhir November akan di-delivered ke Aceh, dan tergantung cuaca,&#8221; kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (8\/9\/2020).<\/p>\n<p>Kapal yang diberi nama &#8216;Aceh Hebat&#8217; itu dibuat di tiga tempat. Proses pembuatan dilakukan di tengah masa pandemi COVID-19. Ketiga kapal yang dibeli tersebut melayani rute Banda Aceh-Sabang, Labuhan Haji-Simeulue, dan Singkil-Pulau Banyak.<\/p>\n<p>KMP Aceh Hebat 1 telah diluncurkan. Peresmian kapal roro 1.300 GT itu dilakukan di galangan PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS) di Karimun, Kepri, Sabtu (3\/10\/2020).<\/p>\n<p>Setelah diluncurkan, kapal tersebut bakal mengikuti beberapa pengujian lagi, seperti uji kemiringan, uji berlayar, dan fungsi seluruh komponen. Kapal ini bakal melayani rute Meulaboh-Labuhan Haji-Simeulue.<\/p>\n<p>Sementara itu, KMP Aceh Hebat 2, yang memiliki bobot 1.100 GT, dikerjakan oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan, Madura. Kapal tersebut akan melayani pelayaran dari Balohan Sabang-Ulee Lheue Banda Aceh.<\/p>\n<p>Sedangkan KMP Aceh Hebat 3, yang berbobot 600 GT, dikerjakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal. Kapal ini melayari rute Singkil-Pulau Banyak. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29767?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal meminta keterangan kepada tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait pengadaan tiga Kapal Aceh Hebat. Pemeriksaan dijadwalkan digelar pada Selasa (26\/10\/2021) pekan depan bertempat di Kantor BPKP Perwakilan Aceh, Jalan T. Panglima Nyak Makam, Gampong Lamteh Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Ketiga pimpinan DPR Aceh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19796,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-29767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/04\/IMG-20210309-WA0055.jpg?fit=700%2C393&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=29767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/29767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/19796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=29767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=29767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=29767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}