{"id":30600,"date":"2021-11-05T01:53:05","date_gmt":"2021-11-04T18:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=30600"},"modified":"2021-11-05T01:54:59","modified_gmt":"2021-11-04T18:54:59","slug":"pns-pelakor-dan-pria-beristri-di-abdya-dicambuk-100-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/11\/05\/pns-pelakor-dan-pria-beristri-di-abdya-dicambuk-100-kali\/","title":{"rendered":"PNS Pelakor dan Pria Beristri di Abdya Dicambuk 100 Kali"},"content":{"rendered":"<p><strong>BLANGPIDIE<\/strong> &#8212; Dua Terpidana kasus jarimah zina menjalani eksekusi (uqubat) hukuman cambuk masing-masing sebanyak 100 kali yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blangpidie, Kamis (4\/11).<\/p>\n<p>Kedua terpidana masing-masing berinisial EV (40), warga Kecamatan Blangpidie berstatus janda pelakor yang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Abdya dan selingkuhannya pria beristri berinisial TR (36) warga Kecamatan Manggeng.<\/p>\n<p>Kedua Terpidana pasangan non muhrim ini harus menjalani hukuman cambuk setelah mendapatkan kekuatan hukum tetap (Inkrah) dari Mahkamah Syariah (MS) Blangpidie Nomor 10\/Jn\/2021\/MS.Bpd.<\/p>\n<p>Keduanya dinyatakan terbukti melanggar Qanun Jinayat atau Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.<\/p>\n<p>Proses pencambukan pasangan ini berjalan lancar dan terlaksana dengan baik, hukumannya pun sampai selesai.<\/p>\n<p>Namun, dalam pelaksanaan eksekusi cambuk itu, sempat berhenti beberapa kali, karena terpidana EV sempat meradang kesakitan.<\/p>\n<p>Pasangan di Abdya ini terlibat cinta terlarang hingga melakukan perbuatan tak senonoh yang melanggar syariat Islam.<\/p>\n<p>Sebelumnya, kasus perselingkuhan kedua pelaku terbongkar setelah dilaporkan oleh istri TR yakni IY ke Satpol PP-WH Abdya, sehingga akhirnya diamankan pelaku guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Aceh.<\/p>\n<p>Kajari Abdya Nilawati SH MH mengatakan, kedua terpidana dihukum cambuk di depan umum masing-masing sebanyak 100 kali, setelah mendapatkan kekuatan hukum tetap atau ikracht dari Mahkamah Syariah Blangpidie.<\/p>\n<p>\u201cKeduanya dijerat Pasal 23 Ayat (1), Pasal 25 dan 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,\u201d ujar Kajari Abdya Nilawati SH MH didampingi Kasi Pidum Kejari, M Agung Kurniawan MH.<\/p>\n<p>Ia berharap semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi. Masyarakat jangan sampai melakukan perkara-perkara pelanggaran syariat yang telah diatur dalam qanun jinayat.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan eksekusi cambuk ini dapat menjadi pelajaran kepada masyarakat lainya agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum syariat islam,\u201d katanya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/30600?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BLANGPIDIE &#8212; Dua Terpidana kasus jarimah zina menjalani eksekusi (uqubat) hukuman cambuk masing-masing sebanyak 100 kali yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blangpidie, Kamis (4\/11). Kedua terpidana masing-masing berinisial EV (40), warga Kecamatan Blangpidie berstatus janda pelakor yang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30601,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-30600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0004.jpg?fit=349%2C324&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/30600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=30600"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/30600\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/30601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=30600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=30600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=30600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}