{"id":31111,"date":"2021-11-12T23:37:19","date_gmt":"2021-11-12T16:37:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=31111"},"modified":"2021-11-12T23:37:19","modified_gmt":"2021-11-12T16:37:19","slug":"2-000-hektar-hutan-di-aceh-rusak-akibat-tambang-emas-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/11\/12\/2-000-hektar-hutan-di-aceh-rusak-akibat-tambang-emas-ilegal\/","title":{"rendered":"2.000 Hektar Hutan di Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Sedikitnya 2.000 hektare hutan di Aceh mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang emas ilegal (illegal mining).<\/p>\n<p>Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mendesak Pemerintah dan polisi memberantas tambang emas ilegal.<\/p>\n<p>&#8220;2.000 hektare itu terjadi dalam periode 5 tahun dan tidak mustahil angka ini terus meningkat seiring dengan lemahnya penegakan hukum untuk menghentikan laju kerusakan,&#8221; ukar Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (12\/11).<\/p>\n<p>Dia mengatakan kegiatan penambangan emas ilegal terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Selatan.<\/p>\n<p>Menurutnya, ada dua pola yang dipakai penambang ilegal untuk memperoleh emas.<\/p>\n<p>Muhammad Nur mengatakan penambangan ilegal di pegunungan dilakukan dengan membuat lubang secara vertikal dan horizontal.<\/p>\n<p>Sementara itu, penambangan di kawasan sungai dilakukan dengan mengeruk pasir atau bebatuan memakai alat berat.<\/p>\n<p>&#8220;Kehadiran pertambangan emas ilegal berdampak serius terhadap kelangsungan lingkungan hidup dan kerusakan kawasan hutan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai akhir penghujung 2021, kegiatan pertambangan emas ilegal belum bisa dihentikan secara permanen, justru ekspansi kegiatan ilegal tersebut semakin luas dengan terbentuk lubang dan lokasi baru,&#8221; terang Muhammad Nur.<\/p>\n<p>Disebutkannya, kerusakan hutan menjadi salah satu pemicu banjir bandang, longsor, krisis air bersih, rusak badan sungai, dan konflik satwa dengan manusia.<\/p>\n<p>Dia meminta pemerintah serius menyelesaikan persoalan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Harus ada upaya serius dari lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan pertambangan emas ilegal di Aceh.<\/p>\n<p>Penegakan hukum dan perbaikan tata kelola harus dilakukan sinergis, sehingga tidak terjadi persoalan baru di lapangan. Karena juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat, sosial-budaya, dan kepentingan ekologi,&#8221; pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31111?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Sedikitnya 2.000 hektare hutan di Aceh mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang emas ilegal (illegal mining). Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mendesak Pemerintah dan polisi memberantas tambang emas ilegal. &#8220;2.000 hektare itu terjadi dalam periode 5 tahun dan tidak mustahil angka ini terus meningkat seiring dengan lemahnya penegakan hukum untuk menghentikan laju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31112,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/11\/IMG-20211112-WA0062.jpg?fit=673%2C447&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=31111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/31112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=31111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=31111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=31111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}