{"id":31471,"date":"2021-11-19T01:45:17","date_gmt":"2021-11-18T18:45:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=31471"},"modified":"2021-11-19T01:45:17","modified_gmt":"2021-11-18T18:45:17","slug":"21-nama-calon-komisioner-kkr-aceh-2021-2026-diserahkan-ke-dpra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/11\/19\/21-nama-calon-komisioner-kkr-aceh-2021-2026-diserahkan-ke-dpra\/","title":{"rendered":"21 Nama Calon Komisioner KKR Aceh 2021-2026 Diserahkan ke DPRA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Panitia Seleksi (Pansel) calon Komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh telah menjaring 21 nama calon komisioner periode 2021-2026, berdasarkan hasil seleksi wawancara atas penulisan makalah dan tes baca Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Pansel kemudian menyerahkan 21 nama yang telah dinyatakan lulus seleksi sebagai calon anggota KKR Aceh periode 2021-2026 ke Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (18\/11).<\/p>\n<p>Ini adalah seleksi terakhir yang dilakukan Pansel, selanjutnya akan dilakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) oleh DPRA guna memilih tujuh orang Komisioner KKR Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Tahapan di Pansel sudah selesai dan kami menyerahkan 21 nama ke Komisi I DPRA. Mereka berasal dari beragam latar belakang, ada yang incumbent, anggota pokja KKR, ulama dan dari unsur lainnya,\u201d kata Ketua Panitia Seleksi KKR Aceh Hendra Saputra, usai menyerahkan nama-nama calon komisioner kepada Komisi I DPR Aceh, Kamis (18\/11), seperti dilansir dari Kumparan.<\/p>\n<p>Adapun 21 nama-nama calon anggota KKR Aceh periode 2021-2026 yang telah lolos seleksi dan akan menjalani fit and proper test tersebut adalah Afridal Darmi, Ainal Mardhiah, Anwar Yusuf, As&#8217;adi M Ali, Aslinda Sastra, Bustami, Faisal Fuady, Heriyanto, Jalimin, Khalisil Mukhlis, Masthur Yahya.<\/p>\n<p>Kemudian, Mustawalad, Nashrun Marzuki, Novi Heryanti, Nyak Anwar, Oni Imelva, Safriandi, Sharli Maidelina, Tasrizal, Uun Auliaus Sakinah dan Yuliati.<\/p>\n<p>Hendra mengatakan, 21 nama calon anggota KKR Aceh tersebut telah dinyatakan lulus seleksi wawancara atas penulisan makalah dan uji baca Al Quran.<\/p>\n<p>Hendra berharap dari 21 nama tersebut nanti bisa menghasilkan 7 komisioner KKR Aceh yang mampu menjawab tantangan kelembagaan KKR Aceh ke depan.<\/p>\n<p>Salah satu tantangan berupa reparasi bagi 5.200-an korban pelanggaran hak asasi manusia mampu diakomodir dan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>Tantangan kedua, kata Hendra, terkait mewujudkan rekonsiliasi antara para pihak yang terlibat dalam konflik pada masa lalu dalam kerangka menjaga perdamaian abadi di Aceh.<\/p>\n<p>Setelah ini, kata Hendra, Komisi I DPRA segera melakukan tahapan selanjutnya yakni fit and proper test, dan Pansel tidak memiliki hak intervensi lagi. Diharapkan secepat mungkin dapat dilaksanakan tes tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah fit and proper test, maka ini harus segera di SK kan oleh Gubernur, setelah itu nanti akan ada proses pelantikan dalam paripurna DPR Aceh,&#8221; ujar Koordinator KontraS Aceh itu.<\/p>\n<p>Hendra juga berharap, semua pihak dapat mengawal proses seleksinya supaya lebih transparan dan terbuka, sehingga nantinya komisioner yang terpilih benar-benar memiliki kredibilitas. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31471?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Panitia Seleksi (Pansel) calon Komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh telah menjaring 21 nama calon komisioner periode 2021-2026, berdasarkan hasil seleksi wawancara atas penulisan makalah dan tes baca Al-Qur\u2019an. Pansel kemudian menyerahkan 21 nama yang telah dinyatakan lulus seleksi sebagai calon anggota KKR Aceh periode 2021-2026 ke Komisi I Dewan Perwakilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31472,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/11\/19.jpg?fit=1024%2C576&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=31471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/31471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/31472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=31471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=31471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=31471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}