{"id":33247,"date":"2021-12-24T19:06:17","date_gmt":"2021-12-24T12:06:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=33247"},"modified":"2021-12-24T19:09:10","modified_gmt":"2021-12-24T12:09:10","slug":"kalahkan-said-aqil-yahya-cholil-staquf-terpilih-jadi-ketua-umum-pbnu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/12\/24\/kalahkan-said-aqil-yahya-cholil-staquf-terpilih-jadi-ketua-umum-pbnu\/","title":{"rendered":"Kalahkan Said Aqil, Yahya Cholil Staquf Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung<\/strong> &#8212; KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru lewat Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung, Jumat (24\/12\/2021).<\/p>\n<p>Mengutip tayangan live streaming Muktamar ke-34 NU di Tribunnews, ia mengalahkan Ketum PBNU petahana, KH Said Aqil Siradj.<\/p>\n<p>Selisih perolehan Gus Yahya dan Said mencapai 127 suara.<\/p>\n<p>Gus Yahya mendapat 337 suara, sementara Said 210 suara.<\/p>\n<p>Total, ada 548 suara yang masuk, dengan rincian 210 untuk Said Aqil, 337 untuk Gus Yahya, dan satu menyatakan batal.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Gus Yahya sendiri telah meraih suara terbanyak pada putaran pertama, yaitu 327 suara.<\/p>\n<p>Sementara Ketum PBNU Petahana, Said Aqil Siradj, mendapat 203 suara.<\/p>\n<p><strong>Profil Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf<\/strong><\/p>\n<p>KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 16 Februari 1966.<\/p>\n<p>Sebelum menjadi Ketua Umum PBNU, ia adalah Katib Aam NU.<\/p>\n<p>Mengutip Tribunnews Wiki, Gus Yahya adalah putra tokoh NU di Rembang dan satu di antara pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Muhammad Cholil Bisri.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, ia juga keponakan dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, tokoh besar NU dan budayawan.<\/p>\n<p>Ia merupakan anak pertama dari delapan bersaudara.<\/p>\n<p>Adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, saat ini menjabat sebagai Menteri Agama.<\/p>\n<p>Dilansir Kompas.com, Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias GusDur.<\/p>\n<p>Ia juga pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019.<\/p>\n<p>Mengutip setkab.go.id, ia dilantik sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 31 Mei 2018.<\/p>\n<p>Gus Yahya mengaku ia dihubungi untuk menjalani pelantikan sebagai anggota Wantimpres saat masih berada di Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p>Kala itu, ia tak tahu alasan mengapa dirinya dipilih menjadi anggota Wantimpres.<\/p>\n<p>&#8220;Saya, waktu saya masih di Amerika saya dihubungi untuk pelantikan tanggal 25 (Mei), tapi waktu itu saya belum pulang.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya baru pulang tanggal 28 (Mei), sehingga baru diatur hari ini,&#8221; kata Gus Yahya usai pelantikan.<\/p>\n<p>Pada 2018 silam, Gus Yahya pernah menjadi sorotan lantaran hadir memenuhi undangan dari American Jewish Committee (AJC) Global Forum.<\/p>\n<p>Saat itu, ia terbang ke Israel untuk menghadiri pertemuan tersebut.<\/p>\n<p>Bagi sebagian kalangan, sikap Gus Yahya tersebut bertentangan dengan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.<\/p>\n<p>Namun, Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, menilai langkah Gus Yahya selaras dengan apa yang dilakukan Gus Dur untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina lewat diplomasi segala cara.<\/p>\n<p>Diketahui, Gus Dur pernah diundang AJC Global Forum pada 2002 di Washington DC, AS.<\/p>\n<p><strong>Memang Menawarkan Diri<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa waktu lalu, Gus Yahya pernah mengungkapkan ia memang menawarkan dirinya untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU.<\/p>\n<p>Keinginan itu datang lantaran ia melihat ada sejumlah hal penting yang harus dilakukan NU sesegera mungkin.<\/p>\n<p>Seperti transformasi konstruksi organisasi agar NU bisa lebih optimal mengaktualisasikan potensi-potensinya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya memang menawarkan diri untuk dipilih sebagai Ketum dalam Muktamar nanti karena saya melihat ada sejumlah hal penting yang harus dilakukan NU segera.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Yaitu yang tema besarnya adalah transformasi konstruksi organisasi NU supaya NU ini bisa lebih optimal di dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya,&#8221; ujar Gus Yahya, ketika wawancara khusus dengan Wakil Direktur Pemberitaan Tribunnetwork, Domu Ambarita, Sabtu (4\/12\/2021).<\/p>\n<p>Gus Yahya tak main-main dengan keinginannya.<\/p>\n<p>Ia bahkan berkeliling ke pelosok Indonesia ke sejumlah cabang-cabang NU.<\/p>\n<p>Dari 540-an cabang, ia telah berkunjung ke 400-an cabang sejak September 2021 lalu.<\/p>\n<p>Gus Yahya pun merasa yakin dirinya bisa terpilih menjadi Ketum PBNU.<\/p>\n<p>&#8220;Yakin ya yakin, Insya Allah. Tapi, pertama ya soal begini ini kan kehendak Allah, itu yang pertama.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi, lebih lebih dari semua itu buat saya ini terpilih atau tidak terpilih sudah ada prestasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Karena saya sekarang, saya berani katakan saya berhasil mentransformasikan cara pandang cabang-cabang dan wilayah ini tentang jabatan ketum,&#8221; imbuhnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/33247?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung &#8212; KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru lewat Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung, Jumat (24\/12\/2021). Mengutip tayangan live streaming Muktamar ke-34 NU di Tribunnews, ia mengalahkan Ketum PBNU petahana, KH Said Aqil Siradj. Selisih perolehan Gus Yahya dan Said [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33252,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/12\/IMG-20211224-WA0031.jpg?fit=395%2C314&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/33247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=33247"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/33247\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/33252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=33247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=33247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=33247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}