{"id":3435,"date":"2020-05-01T20:37:42","date_gmt":"2020-05-01T13:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=3435"},"modified":"2020-05-01T20:37:42","modified_gmt":"2020-05-01T13:37:42","slug":"kisah-janda-kenya-memasak-batu-untuk-8-anaknya-yang-kelaparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/05\/01\/kisah-janda-kenya-memasak-batu-untuk-8-anaknya-yang-kelaparan\/","title":{"rendered":"Kisah Janda Kenya Memasak Batu untuk 8 Anaknya yang Kelaparan"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Peninah Bahati Kitsao janda 8 anak di Kenya yang memasak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan.(Caroline Mwawasi\/Tuko via BBC)<\/strong><\/h6>\n<strong>MOMBAS<\/strong> &#8212; Kisah seorang janda Kenya yang memasak batu menarik perhatian banyak orang, karena ia melakukannya untuk menenangkan 8 anaknya yang kelaparan.<\/p>\n<p>Peninah Bahati Kitsao, nama wanita itu, memasak batu agar meyakinkan anak-anaknya yang kelaparan bahwa ia sedang memasak makanan.<\/p>\n<p>BBC pada Kamis (30\/4\/2020) mengisahkan, Kitsao berharap anak-anaknya akan tertidur sambil menunggu &#8220;makanan&#8221; mereka.<\/p>\n<p>Kitsao biasanya bekerja mencuci pakaian di kawasan tempat tinggalnya, tetapi pekerjaan itu sekarang sulit didapat karena orang-orang membatasi interaksi terkait pandemi virus corona yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Salah seorang tetangganya yang bernama Prisca Momanyi memberi tahu media tentang keadaan Kitsao.<\/p>\n<p>Setelah diwawancarai oleh NTV Kenya, Kitsao pun menerima bantuan uang dari ponsel dan rekening bank yang dibuka untuknya oleh Momanyi, karena ibu 8 anak tersebut tidak bisa baca tulis.<\/p>\n<p>Kitsao tinggal di rumah dengan 2 kamar tidur tanpa air atau listrik. Ia menggambarkan kedemawanan sebagai &#8220;keajaiban&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Saya masih belum percaya warga Kenya bisa sangat peduli, setelah saya menerima telepon dari seluruh negeri bertanya bagaimana mereka bisa membantu,&#8221; katanya kepada situs berita Tuko.<\/p>\n<p>Dia mengatakan kepada NTV bahwa anak-anaknya yang kelaparan tidak terus-menerus tertipu oleh trik memasak batu.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka mulai memberi tahu saya bahwa mereka tahu saya berbohong, tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya tidak punya apa pun.&#8221;<\/p>\n<p>Tetangganya kemudian datang untuk melihat apakah keluarganya baik-baik saja setelah mendengar anak-anak menangis, lapor NTV.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari langkah-langkah untuk melindungi golongan rentan dari krisis Covid-19, pemerintah Kenya telah meluncurkan program pemberian makanan.<\/p>\n\n<figure id=\"attachment_3438\" aria-describedby=\"caption-attachment-3438\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?ssl=1\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3438\" data-permalink=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/05\/01\/kisah-janda-kenya-memasak-batu-untuk-8-anaknya-yang-kelaparan\/7-14\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?fit=750%2C500&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"750,500\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"7\" data-image-description=\"&lt;p&gt;Peninah Bahati Kitsao janda 8 anak menempatkan batu di tungku agar kelihatan memasak oleh anak-anaknya. Ia berharap anak-anaknya tertidur saat menanti makanan-nya selesai dimasak.(Caroline Mwawasi\/Tuko via BBC)&lt;\/p&gt;\n\" data-image-caption=\"&lt;p&gt;Peninah Bahati Kitsao janda 8 anak menempatkan batu di tungku agar kelihatan memasak oleh anak-anaknya. Ia berharap anak-anaknya tertidur saat menanti makanan-nya selesai dimasak.(Caroline Mwawasi\/Tuko via BBC)&lt;\/p&gt;\n\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?fit=750%2C500&amp;ssl=1\" class=\"size-full wp-image-3438\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?resize=750%2C500&#038;ssl=1\" alt=\"7\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?resize=24%2C16&amp;ssl=1 24w, https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?resize=36%2C24&amp;ssl=1 36w, https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?resize=48%2C32&amp;ssl=1 48w, https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/7-1.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3438\" class=\"wp-caption-text\">Peninah Bahati Kitsao janda 8 anak menempatkan batu di tungku agar kelihatan memasak oleh anak-anaknya. Ia berharap anak-anaknya tertidur saat menanti makanan-nya selesai dimasak.(Caroline Mwawasi\/Tuko via BBC)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Akan tetapi bantuan ini belum sampai ke tangan Kitsao, yang menjanda sejak tahun lalu ketika suaminya dibunuh oleh sekelompok geng.<\/p>\n<p>Tetangganya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan Palang Merah Kenya, yang ikut datang untuk membantu Kitsao.<\/p>\n<p>Lebih banyak rumah tangga di lingkungan kota pesisir itu kini juga akan mendapat bantuan pangan, kata pihak berwenang.<\/p>\n<p>Seperti banyak warga Kenya berpenghasilan rendah lainnya, Kitsao kesulitan mendapatkan penghasilan selama sebulan terakhir, sejak pemerintah memberlakukan aturan-aturan guna membatasi penyebaran virus corona.<\/p>\n<p>Aturan-aturan itu di antaranya termasuk larangan bepergian ke dalam dan ke luar kota-kota besar, lapor wartawan BBC Basillioh Mutahi dari ibu kota Nairobi.<\/p>\n<p>Banyak perusahaan telah mengurangi operasional mereka, atau telah menangguhkan semuanya. Itu berarti pekerja dengan kontrak pendek atau pekerja kasar akan kehilangan pekerjaan utamanya.<\/p>\n<p>Warga yang menjalankan bisnis kecil juga terkena dampak penerapan jam malam.<\/p>\n<p>Kisah tragis Kitsao bertepatan dengan kabar Kementerian Kesehatan Kenya yang menghabiskan banyak uang hasil sumbangan Bank Dunia untuk menanggapi pandemi, untuk para stafnya.<\/p>\n<p>Uang itu dipakai untuk membelanjakan teh, makanan ringan, dan biaya telepon seluler.<\/p>\n<p>Rincian tentang berapa banyak staf yang disediakan bantuan itu tidak jelas, tetapi kadung memantik kemarahan di media sosial bahwa pemerintah telah membelanjakan dana itu saat warga Kenya terus menderita.<\/p>\n<p>Negara di Afrika Timur ini hingga Jumat (1\/5\/2020) siang WIB telah mencatatkan 396 kasus Covid-19 dengan 17 korban meninggal dan 144 pasien sembuh, menurut data dari Worldometers.**<\/p>\n<p><em>Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/global\/read\/2020\/05\/01\/131128670\/kisah-janda-kenya-memasak-batu-untuk-8-anaknya-yang-kelaparan?page=all#page2\">&#8220;Kisah Janda Kenya Memasak Batu untuk 8 Anaknya yang Kelaparan&#8221;<\/a><\/em>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3435?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peninah Bahati Kitsao janda 8 anak di Kenya yang memasak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan.(Caroline Mwawasi\/Tuko via BBC) MOMBAS &#8212; Kisah seorang janda Kenya yang memasak batu menarik perhatian banyak orang, karena ia melakukannya untuk menenangkan 8 anaknya yang kelaparan. Peninah Bahati Kitsao, nama wanita itu, memasak batu agar meyakinkan anak-anaknya yang kelaparan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3436,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/6.jpg?fit=750%2C500&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3435"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3435\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/3436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}